Thursday, December 22, 2011

PR kita, untuk Masa Depan Indonesia

Orang-orang yang mengenal saya pasti tahu bahwa saya ini sangat optimis dengan masa depan Indonesia. Banyak yang menertawakan, berkata bahwa saya harus melihat kenyataan. Terlalu banyak masalah, tidak mungkin kita jadi negara maju. Itu hanya mimpi utopis!

Di postingan ini saya ingin berkata, saya cukup tahu bahwa negara kita sedang berbagai masalah. Saya banyak baca, banyak dengar cerita teman, dan pernah juga mengalami sendiri masalah-masalah itu. Tapi saya juga tahu Indonesia punya banyak hal baik dan harapan. Saya juga tahu bahwa negar-negara lain yang kelihatannya luar biasa juga punya banyak masalah. Misalnya saja, dari pidato Gita Wirjawan, menteri perdagangan kita (saat itu kepala BKPM) di Seminar Futurology ini. (peringatan, banyak angka. Tidak cocok untuk orang yang malas berpikir dan suka berkeluh kesah saja). Memberi gambaran tentang tantangan yang harus kita hadapi. Diadaptasi bebas oleh saya.



Penduduk kawasan nusantara setiap milenium selalu menghasilkan karya besar. Dinasti Syailendra pada milenium pertama menghasil kuil/candi Budha terbesar di dunia. Milenium kedua, Majapahit memerintah seluruh kawasan Asia Tenggara. Lalu, bagaimana dengan milenium ketiga?

Goldman Sachs memprediksi bahwa pada tahun 2045~2050, PDB dunia berkembang dari USD 70T saat ini menjadi USD 420T. Dari jumlah tersebut, 50-54% dihasilkan dari Asia, dimana Cina, India, dan Indonesia membangun porsi besar dari situ. Tahun 2000, lima negara dengan perekonomian terbesar di dunia adalah USA, Jepang, Jerma, Prancis, dan Inggris. Tahun 2011 USA, Cina, Jepang, Jerman, Prancis. Nah, di masa depan tak jauh dari sekarang, di dunia ini penduduk yang berusia di atas 65 tahun akan berjumlah dua kali lipat penduduk yang berusia kurang dari 15 tahun. Artinya, struktur demografis penduduk bakal berubah menjadi piramida terbalik. Ini berbahaya karena jumlah penduduk yang tak produktif kurang dari jumlah penduduk produktif. 

Situasinya berbeda dengan negara kita. Dengan laju kelahiran dan kematian kita, Indonesia bisa mempertahankan profil demografi kita yang sekarang sampai kira-kira tahun 2025, dengan pertambahan penduduk 1-2% per tahun. Dan bagaimana profil demografi kita saat ini? Saat ini, 60% dari penduduk Indonesia berusia kurang dari 39 tahun. 50% dari penduduk Indonesia berusia kurang dari 29 tahun. Ini luar biasa! Karena ada begitu banyak penduduk usia produktif. Tentu dengan syarat, tersedia pendidikan dan lapangan yang cukup.

Sekarang apa yang harus dilakukan bangsa kita untuk bisa berperan besar dalam dunia baru di masa depan? Saat ini Indonesia baru punya sekitar 14.000 orang PhD. Cina dan India masing-masing punya 500.000 orang PhD. India menambah sejuta insinyur dan sejuta dokter setiap tahun. Indonesia baru bisa menambah jumlah PhD sebanyak 700/800 orang per tahun. Artinya dengan laju sekarang selama 20 tahun ke depan kita baru bisa menambah sekitar 16000 PhD. Bahkan setelah 20 tahun PhD kita masih kalah banyak! Terbayangkan sekarang, kalau kita ingin sebuah masa depan di mana anak/cucu kita tidak harus jadi penjual batu bara seperti sekarang, itu tidak akan mudah.
Ada tiga hal yang harus kita kejar untuk memacu pertumbuhan.

Yang pertama adalah hard infrastructure. Target kita di tahun 2030 adalah PDB sebesar 9 T. kalau PDBnya diakumulasikan dari tahun ini (USD720M) sampai 9 T di angkan 2030, kita dapat angka 60 T USD. Secara teori, dari seluruh PDB, 5% itu harus jadi belanja infrastruktur. Belanja infrastruktur kita tahun ini masih baru 3% dari PDB btw. 5% dari 60 T itu ada 3T. Garis bawahnya, untuk mencapai PDB / tahun sebesar 9 T di tahun 2030, mulai sekarang sampai 20 tahun ke depan kita harus membangun infrastruktur senilai USD 3T ! 

Dibelanjakan apa saja uang sebanyak itu? Wah, banyak sekali. Saat ini infrastruktur kita benar-benar tercekik, salah satunya karena pertumbuhan ekonomi kita yang pesat. Masuk ke jalan tol selalu antri. Saat ini di seluruh Indonesia terdapat jalan sepanjang 350.000 km. Boleh dibandingkan dengan panjang jalan Cina yang mencapai 4.5 juta km. Kita harus menambah 150.000km jalan raya, 150.000km rel kereta api, dan pembangkit listrik sebesar 10.500GW. Saat ini konsumsi besi kita baru 20kg/kapita/tahun, sementara untuk menjadi negara maju kita harus mengkonsumsi besi sebesar 500kg/kapita/tahun. Korea selatan, konsumsinya sudah 1200kg/kapita/tahun. Untuk mencapai konsumsi sebesar itu, kita perlu kapasitas produksi besi nasional sebesar 120 juta ton. Kita perlu konsumsi 400kg/kapita/tahun. Kita perlu energy 565 kWh/kapita/tahun.

Mimpi yang kedua, adalah soft infrastructure, yaitu pendidikan dan kesehatan. Ini jelas, berkaitan dengan angkatan muda kita yang besar.

Mimpi yang ketiga adalah mimpi infrastruktur digital. Penetrasi broadband kita, hanya 18%, masih jauh tertinggal bahkan dari sesama negara-negara Asia Tenggara. Tapi 50% dari trafik internet di Indonesia sudah dilakukan melalui handphone. Bayangkan seseorang di Manokwari, Papua, bisa mengakses kurikulum MIT melalui handphonenya. Bayangkan perubahan yang bisa terjadi!

Bukan tidak mungkin, Steve Jobs berikutnya berasal dari Papua. Kenapa? Karena saat ini pun sudah mulai banyak orang-orang hebat dari Indonesia. Anton Soeharyo, yang belajar di Indonesia dan kemudian pergi ke Jepang. Bersama rekan-rekannya, ia membuat sebuah aplikasi game yang masuk 10 besar plikasi yang paling banyak diunduh di Amerika. Sehat Sutarja, yang 30 tahun lalu berangkat ke Amerika, telah membuat Marvel Technology, perusahaan dengan pemasukan USD 4M per tahun.

Orang berkata, jenius adalah kapasitas untuk menerima rasa sakit yang tak terbatas. Kita sudah menerima berbagai macam rasa sakit cobaan. Pada tahun 1998 kita benar-benar terpuruk. Semua orang berkata, menulis, berpikir, bahwa Indonesia akan mengalami balkanisasi. Tapi lihatlah sekarang. Kondisi fiskal kita sangat baik.  Rasio hutang terhadap PDB < 26% dan terus menurun, ditargetkan dalam tiga tahun akan menjadi <20%. Kondisi moneter kita punya kemampuan yang fantastis untuk mengendalikan inflasi, terbaik di Asia. Dan kita juga punya bonus demografi yang luar biasa. Tapi kita tidak boleh menyianyiakannya!

Jadi apakah Indonesia akan maju? Tentu tidak bisa dalam waktu enam bulan ke depan.  Tapi ingatlah perjalanan sejauh seribu mil, dimulai dengan satu langkah. Jadi perlu kerja keras dari kita semua. Di sinilah optimisme diperlukan, karena perjalanan bakal panjang dan melelahkan. Jadi silahkan sebut saya pemimpi, tapi jangan suruh saya berhenti optimis. Saya perlu itu untuk bekerja.

Sunday, December 04, 2011

Mengalahkan Negara Jiran?

Pekan ini menteri favorit saya, Dahlan Iskan, mengeluarkan satu pernyataan yang menarik: "Dalam enam bulan ini, kita bisa kalahkan Malaysia." Mengalahkan? Dalam hal apa? Ternyata yang dimaksud adalah mengalahkan dalam sisi pertumbuhan ekonominya. Hmm, berdasarkah pernyataan beliau tersebut?

Berdasarkan sedikit "riset" yang saya lakukan, ternyata itu sangat mungkin! Berikut data dari indexmundi, mari kita sama2 lihat.
(klik gambar untuk memperbesar)
Gambar 1. Pertumbuhan ekonomi tahunan
Tahun 2010 yang lalu, pertumbuhan ekonomi kita 6.1 %, sedangkan Malaysia 7.2% . Kita masih di belakang sedikit. Bagaimana dengan data terbaru? Menurut tradingeconomics.com, pertumbuhan tahunan kita sampai kuartal ketiga 2011 ini adalah 6.5%. Jiran kita? 5.8% sahaja, nyehehe. Mungkin yang dimaksud Dahlan Iskan adalah, 6 bulan lagi, pertumbuhan ekonomi kita sudah bisa melewati 7.2%. Masih menurut tradingeconomics, secara rata-rata pun dari tahun 2000 sampai 2011, pertumbuhan tahunan kita adalah sebesar 5.27%. Tetangga kita? 4.5% . Jadi overall pertumbuhannya sudah cukup baik. yeaayy!

Kenapa pertumbuhan ekonomi ini penting? Lihat Gambar 2. Itu adalah pertumbuhan PDB per kapita alias per jumlah penduduk. PDB per kapita adalah ukuran yang paling mudah untuk melihat kemakmuran penduduk suatu negara. Tahun 2010, PDB per kapita kita adalah 4.293 dolar internasional (PPP). Jiran kita, 14.590 ! Eaaa, jauh ajyaaa.


Gambar 2. PDB per kapita

Kok bisa jauh begitu ya? Hmm, kalau dilihat, sejak awal data tersedia, tahun 1980, kita juga sudah ketinggalan jauh. 2300 vs 600 cing! Kok bisa? Perlu disadari bahwa jumlah penduduk Indonesia jauh lebih besar daripada Malaysia. Dan yang namanya jauh, itu JAUH, banget. saat penduduk kita sudah tembus 244 juta orang, Malaysia baru 27 juta. 9x lipet cing! Jabodetabek aja udah 20 juta lebih kali. Mengurus negara yang jauh lebih besar begitu tentu lebih juga jauh lebih susah. Tapi mau bagaimana lagi, kita memang bangsa yang besar. Masa gara-gara besar terus mau miskin terus? No way! 

Kalau ditengok lebih jauh lagi, ekonomi Malaysia tinggal landas pada tahun 90-an. Di Gambar 1, periode itu pertumbuhan ekonomi Malaysia konsisten di kisaran 9-10%. Indonesia di masa yang sama, di kisaran 7-8%an. Sejak jaman orde baru ternyata kita sudah ketinggalan. Sudah gitu, di tahun 98 kita kena krisis ekonomi pula.  (Lihat Gambar 1, dalam sekali kan anjloknya)

Sekarang kita mulai bangkit dari krisis, dan secara rata-rata performa kita lebih baik dari tetangga sebelah. Mantan menteri ekonomi kita, Sri Mulyani bilang, bahwa Indonesia itu melakukan yang namanya 'front loaded reform', alias reformasi yang menaruh semua bebannya di depan. Beban reformasi perbankan, desentralisasi, pelepasan timor-timur, pembentukan KPK. Wuih, berdarah-darah juga ya. Saya harap, tahun 2011 ini sebagian besar beban itu sudah terlewati. Ke depan, tinggal memajukan ekonomi sebanyak-banyaknya, secepat-cepatnya. Tentu dengan prinsip yang baik supaya ngga kejebak krisis lagi.

Btw, ada satu negara yang saya masukkan juga ke Gambar 2. Yak, Korea Selatan. Ini adalah contoh negara yang dalam jangka waktu satu generasi bisa mengangkat diri dari negara miskin jadi negara maju. PDB per kapitanya tahun kemarin sudah 29.000. Kok bisa? Hmm, secara rata-rata dari tahun 1971 sampai 2011, pertumbuhan ekonominya sebesar 7.1% . Artinya pertumbuhan kita yang 6.5 % itu sebenarnya sudah luar biasa. Tingkatkan lagi dan jaga performansinya. Dalam satu generasi, saya sungguh-sungguh percaya Indonesia juga akan menjadi negara maju. Dan PR itu, hehe nampaknya generasi saya kebagian paling banyak mengerjakannya. Yuk!


Saturday, October 29, 2011

Gagal Ujian

Halo! Saya baru saja selesai ujian nih. 3 ujian dalam satu minggu. Hasilnya? Belum keluar sih, tapi sepertinya mengecewakan. Saatnya introspeksi. Soal banyaknya belajar, sepertinya sudah ngga kurang. Bahkan saya belajar jauh lebih keras dari semester kemarin. Tapi mungkin di situ salahnya. Mungkin seharusnya saya bikin periode tenang sebelum ujian. Terus terang saat ujian saya diserang panik, akibatnya jadi ngeblank, heuheu.

Btw, saya agak terkejut bahwa saya ngga down meskipun hasilnya ngga sesuai yang diharapkan. Emang bener kata ibu saya dulu: "Kalau udah usaha maksimal, ngga papa belum berhasil juga".

Ok, introspeksi sudah, saatnya perbaikan. Masih ada UAS! Semoga UASnya nanti bisa sesuai harapan. Amiin!

Saturday, October 22, 2011

Early Sunday Morning

One, you’re like a dream come true
Two, just wanna be with you
Three, girl it’s plain to see
That you’re the only one for me and
Four, repeat steps one through three
Five, make you fall in love with me
If ever I believe my work is done
Then I’ll start back at one

#NP @1:51 AM - Raisa Cover

Monday, October 03, 2011

"Pasar kaget" Baru di Lombok

Sejak beberapa hari lalu masyarakat Lombok, khususnya Lombok Tengah mempunyai sebuah "objek wisata" baru. Hehe, jangan salah, yang saya maksud objek wisata ini adalah Bandara Internasional Lombok (BIL) yang baru dioperasikan hari Sabtu (1 Oktober) lalu. Ya, masyarakat Lombok yang sudah penasaran sejak dibangunnya BIL ini langsung menyerbu lokasi. Mereka berkumpul ingin melihat pesawat yang mendarat dan lepas landas di sana. Seperti biasa, di mana ada orang berkumpul, di sana ada orang berjualan! Akhirnya, BIL malah jadi pasar kaget, hahaha.

Banyak orang yang mengeluhkan kenapa sebuah bandara internasional bisa jadi seperti itu. Tapi kalau saya, justru saya melihat betapa manfaatnya BIL untuk warga sekitar. Sebagai "objek wisata" saja sudah menggerakkan perekonomian seperti itu. Salut dengan masyarakat sekitar yang jeli melihat peluang dan sigap untuk berjualan. Berapa banyak coba pedagang yang rejekinya bertambah di hari-hari pertama itu. Kalau terlihat norak, ya karena seperti itulah kenyataan tidak meratanya pembangunan di daerah. Banyak yang penduduknya tidak pernah melihat pesawat terbang, sehingga begitu terkesan. Dengan adanya BIL, tentu generasi mendatang masyarakat Lombok Tengah sudah tak terheran-terheran dengan pesawat jet macam Boeing 737 lagi. Jangan lupa, yang ini baru manfaat sampingan. Fungsi utamanya sebagai pembuka akses daerah tentu lebih dahsyat lagi manfaatnya.

Tentu, kemeriahan BIL ini tak boleh dibiarkan begitu saja. Bisa-bisa jadi kumuh nanti, seperti pasar betulan. Rupanya petugas BIL juga sadar akan hal itu. Dua hari pertama memang dibiarkan karena memahami antusiasme masyarakat. Mulai hari ketiga persuasi mulai dilakukan. Memang masih ada kekurangan di sana sini. Pengalihan dari bandara lama ke bandara baru seharusnya tidak perlu menimbulkan kesulitan seperti yang dikabarkan. Apapun, beroperasinya BIL ini menambah daftar alasan untuk optimis pada Indonesia.


"Aiiii, to bat langan kapal nu kelep"

berita:

Bandara Internasional Lombok jadi Objek Pelesiran
Gegar Budaya di Bandara Internasional Lombok
Bandara Internasional Lombok seperti "Pasar Kaget"
Penumpang Terlantar Ajukan Protes
Dramatis, Penerbangan Perdana ke BIL

Thursday, September 29, 2011

Paradox Sarapan

Akhir2 ini saya selalu berusaha sarapan. Sarapan yang saya maksud di sini adalah sarapan nasi, dengan lauk minimal telur mata sapi (dasar orang Indonesia, hehe). Sebelumnya saya sarapan roti saja, karena tidak sempat. Supaya sempat membuat sarapan saya harus bangun lebih pagi. Jadi sekarang saya tidak pernah tidur lagi setelah salat subuh.

Akibat sudah aktif sejak pagi, di siang hari saya jadi lebih lapar dari biasanya. Jadi yang biasa saya ngemil di sore hari, sekarang jadi ngemil di siang hari. Nah, karena sore hari tidak ngemil, menjelang tidur saya jadi lapar. Akibatnya saya sering makan lagi di larut malam. Mungkin ada faktor cuaca yang mulai dingin juga ya. Begitu terus selama beberapa hari ini. Akhirnya, hari ini, tidak bisa sarapan. Gara-garanya? Bahan sarapan hari ini habis tadi malam sebelum tidur XD.

Jadi, gimana dong?

Tuesday, September 27, 2011

Hebatnya Twitter

Saya tertegun melihat notifikasi twitter di kotak masuk saya. Ada satu follower baru. Follower ini bukan orang sembarangan. Seorang alumni ITB dan MIT serta mantan dirut sebuah BUMN. Beberapa hari sebelumnya saya memang mem-follow dia. Kelihatannya akunnya asli, tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa dia akan mem-folbek, follow-back, saya, kalo istilah abg jaman sekarang.

Bagi saya, twitter adalah sebuah anugrah (lebay dikit ngga papa yaa). Lewat twitter saya bisa melihat orang-orang yang hebat (menurut saya). Dengan membaca timeline mereka, jadi sedikit tahu tentang pemikiran mereka sehari-hari. Tiba-tiba saya mendapat mentor para ahli di bidang masing-masing. Kebanyakan mereka juga ramah menanggapi diskusi. Walau ada juga yang dalam diskusi ternyata mengecewakan. Tapi tidak apa-apa. Yang penting saya bisa "mencuri" ilmunya, hehe.

Kembali menatap notifikasi tadi. Ingatan saya melayang ke waktu kira-kira satu tahun yang lalu. Saya sedang mengikuti proses rekrutmen di suatu perusahaan swasta nasional. Pertama kali tembus sampai level direksi. Tentu masih ingat nama direktur utamanya. Ah, nama yang sama.



Monday, September 26, 2011

Soal Usia

Di Korea, setelah nama, datang darimana, hal yang biasanya ditanyakan adalah usia. Kenapa? Karena hal itu akan menentukan bagaimana orang harus bersikap kepada kita.Yak, usia adalah sesuatu yang penting dalam budaya Korea.

Mirip Jepang, senioritas sangat kental dalah kehidupan masyarakat Korea. Dalam bahasa Korea, ada beberapa tingkatan untuk digunakan, tergantung kepada siapa kita berbicara. Sebagai orang yang berdarah Sunda-Jawa (Jawanya Solo pula!) saya seharusnya sudah biasa dengan hal-hal begini. Masalahnya (eh, untungnya  ya) saya dibesarkan dengan didikan yang egaliter. Sejak kecil bebas-bebas saja kalau berdebat sama Bapak. Tentu tetap sopan ya. Jadi kadang-kadang mengganjal juga di sini, jadi anggota junior lab. Oh, tambahan, di keluarga saya anak paling besar dan cucu paling tua, hehehe.

Eh sedang berkeluh kesah nasib jadi junior, saya lihat pembicaraan di satu milis yang saya ikuti. Para senior2 sedang resah karena usia beranjak tua. Salah satunya berkisah, sekitar dua puluh tahunan yang lalu memperkenalkan diri sebagai junior engineer ke bos2 perusahaannya. Salah satu eksekutifnya yang berusia 52 tahun berkata: "Wah, Anda harus bangga (sebagai junior), saya akan memberikan apa saja untuk berada pada posisi Anda."

Ah, ga jadi deh keluh kesahnya :)

Sunday, September 25, 2011

Ini contoh kenapa Islam tidak maju-maju

Saat ini, komunitas Muslim di kampus saya sedang terbelah dua, sebut saja kelompok A dan kelompok B. Sebetulnya menurut saya ini adalah masalah klasik: kelompok A adalah kelompok yang pertama kali datang dan kelompok B adalah para pendatang baru, soal status quo vs perubahan. Di luar mana yang lebih baik, saya ingin membandingkan sikap kedua kelompok ini kepada saya yang selama ini tampil tidak memihak:

Kelompok A sangat agresif menyebarkan pengaruh. Mereka membanggakan hal-hal yang baik mereka buat. Tapi yang membuat saya betul-betul gerah adalah mereka sering menjelek-jelekkan kelompok B. Bukan sikap, tapi pribadi kelompok B. Mereka juga mengunggulkan senioritas umur. Benar-benar tidak pas ditujukan kepada saya yang berusia jauh lebih muda. Yang saya dapatkan adalah: kalau saya ikut kelompok ini, saya akan jadi jongos saja. No way!

Kelompok B, sejauh interaksi saya dengan mereka, tidak pernah menjelek-jelekkan kelompok A. Di luar perbedaan pendapatnya, mereka tidak pernah menyerang pribadi orang-orang di kelompok A. Yang paling jauh adalah (itu pun setelah saya tanya salah satu anggotanya, di luar forum mereka): "After hanging out with them for a while, I decide that they are not good".

Well-well, saya sangat paham maksud dari ucapannya itu.

Saturday, September 24, 2011

Kunci Kemakmuran

Selama ini Bangsa Barat (Amerika Utara, Eropa, Australia) dikenal sebagai bangsa-bangsa yang termakmur di dunia. Niall Ferguson dalam presentasi TED ini mencoba mengungkap penyebabnya.

Menurutnya, kuncinya bukan ada di:
1. letak geografis (Jerman Barat vs Jerman Timur)
2. karakter bangsa (Korea Utara vs Korea Selatan)

tapi, kuncinya ada di hal-hal berikut ini:
1. Kompetisi
2. Revolusi ilmu pengetahuan
3. Hak kepemilikan tanah (properti)
4. Obat-obatan modern
5. Masyarakat konsumen
6. Etos kerja

Terus terang banyak yang saya kurang sreg dengan presentasi Niall Fergusen ini.Misalnya poinnya bahwa imperialisme tidak berpengaruh banyak terhadap kemajuan bangsa berat. Kita sebagai bangsa yang mengalami penjajahan tentu mengerti benar betapa banyak kita telah dirampok.

Walau begitu, kunci-kunci yang disebutkan Fergusen memang benar telah banyak menyumbang kemajuan dan kemakmuran bangsa barat. Tidak ada salahnya kita belajar juga dari hal ini. Tidak ada salahnya menjadi makmur kan?

Di akhir presentasi, Fergusen menunjukkan fakta yang menarik: sekarang perbedaan kemakmuran antara bangsa Asia (yang dimotori oleh Cina, India dan Korea, kapan Indonesiaa~) semakin sempit. Diyakini bahwa dalam jangka waktu hidup kita, pergeseran kekuasaan dunia akan terjadi. Menarik! Seperti yang sudah sering saya bilang: we live in a very interesting era! ;)

Taufiq-yangberusahanulistiaphariuntukmelatihdayaanalsis.













Saturday, September 10, 2011

Ide Startup: Pancakaki

Melihat foto-foto lebaran tahun ini (karena tidak mudik jadi hanya bisa melihat foto saja, huhu) saya jadi sadar betapa besar keluarga saya. Padahal itu baru dari pihak ayah saja. Ternyata, banyak wajah-wajah yang saya tidak kenali, terutama sepupu-sepupu dan ponakan baru yang masih kecil. Ups.

Saya pikir banyak orang Indonesia yang merasa seperti saya. Jadi terpikir, bagaimana kalau ada sebuah website di internet yang bisa fasilitas untuk menyusun silsilah keluarga. Bayangan awalnya bisa seperti myheritage.com , tapi disesuaikan dengan keadaan orang Indonesia. Misalnya, aturan nama keluarga yang beragam (ada marga, klan, nama dengan satu kata) dsb. Tapi yang paling saya inginkan adalah fitur untuk berbagi silsilah keluarga yang dibuat dengan orang lain dengan mudah. Mungkin bisa seperti cara berbagi GoogleDocs, dimana semua orang yang tahu linknya dapat mengedit.

Oke, sekian ide dari saya. Seperti biasa, kalau ada yang ingin mengaplikasikan monggo. Kalau saya mengaplikasikan ide ini, akan saya beri nama pancakaki.com!

Tuesday, August 30, 2011

Eid Mubarak 1432 H

Selamat Idul Fitri semuanya! Semoga Allah menjadikan kita kaum yang mendapat kemenangan. Amiiin!

Ketupat Tergantung

Saturday, August 27, 2011

Soal Potensi

Saya bosan.

Bosan mendengar kata-kata bahwa Indonesia punya potensi yang luar biasa.

Saatnya potensi ini kita terjemahkan menjadi sesuatu yang nyata. Bagaimana? Dengan bekerja! Sehingga nanti, kita dengar Indonesia adalah suatu bangsa yang berhasil memanfaatkan seluruh anugerah Tuhan kepadanya. Berhasil menerjemahkan potensi menjadi kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya.

Saya berjanji, Insya Allah kita bisa. Karena seperti dikatakan Anies Baswedan
Republik ini dibangun di atas ikatan janji



Merdeka!
#17an

Sunday, August 07, 2011

Ramadhan Kimchi

Halo semua! Wah, ngga kerasa sekarang sudah seminggu memasuki bulan Ramadhan. Pertama tolong saya dimaafkan atas segala kesalahan. Semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita manusia yang lebih baik dan dekat dengan Allah. AMIIIIN!

IMG_5899

Oke, sekarang mau cerita tentang gimana rasanya puasa di Korea. Yah walaupun tahun 2008 kemarin sempat puasa dan lebaran di Jepang, bulan puasa kali ini tetap terasa spesia. Kenapa? Well, salah satunya adalah Ramadhan kali ini jatuh pada musim panas XD. Untungnya Korea, terutama kota saya, Pohang, tidak terletak di utara-utara amat. Jadi puasanya tidak sepanjang teman-teman di Eropa misalnya. Di sini Subuh sekitar jam 3:50 sementara magrib sekitar jam 7:20.

Perbedaan lain, di Pohang orang Islam masih jauh lebih sedikit dibanding waktu saya di Osaka. Di Osaka mulim Indonesia saja mungkin sudah 50 orang. Di Pohang? Baru saya sendiri :), ada yang mau menemani di sini?

Untuk sahur, biasanya saya menyiapkan sendiri dan tidak beli. Kebanyakan sih saya malakin teman saya Astri yang hobi masak (untuk menghemat), hehehe. Beruntung saya tinggal di apartemen, jadi tersedia kompor untuk memasak (baca: menghangatkan) makanan saat sahur. Tapi berhubung teman seapartemen saya ngga puasa, tetap ngga bisa heboh2 di dapur. Hormatilah orang - orang yang tidak berpuasa. pesan buat teman-teman di tanah air *wink*.

Buat berbuka, pilihan cukup terbuka. Saya bisa pergi ke pasar di pinggir kampus untuk cari makan atau pulang dulu ke apartemen. Sayangnya biasanya jam-jam segitu di cafetaria kampus menu ikan-ikanan sudah habis, sisa salad dan babi-babian saja, hidih. Well, kadang-kadang kita juga diundang makan untuk berbuka puasa sama muslim2 di sini. Makanan gratis? Ngga nolak lah ya, hehehe.

Oh, soal Tarawih! Alhamdulillah, walaupun cuman belasan orang, kita para muslim di sini diizinkan memakai satu ruangan asrama internasional untuk solat tarawih. Well, karena jadwal kerja saya, cuma bisa gabung tarawih berjamaah saat weekend doang. Lumayan mengobati kangen masjid di kampung.

Sip, sekian dulu cerita dari saya. Selamat puasa semua, yang lancar yak! :D

Photo from pikopita's photostream

Monday, July 25, 2011

Kirim Barang dari Korea

Suatu hari, seorang rekan mengirimkan email berikut ke milis PERPIKA:

Apa kabar?
sy mau tanya apa ada yg punya rekomendasi untuk jasa kirim barang dlm jumlah besar ke Indonesia yg murah? tidak terlalu cepat juga tdk apa2. Selama ini saya kirim paket pakai EMS memang sampai ke indonesia kurang lebih seminggu. Tapi 1-2 kg saja sudah 30 rb won. Sy berencana mau mengirim buku2 n barang2 yg cukup banyak termasuk buku2. Pasti jauuuh lebih berat daripada paket tsb. mohon pencerahanya.

Tak beberapa lama kemudian, wuih, berbondong2 balasan muncul dari teman-teman yang lain, sampai akhirnya problem solved! masalah terselesaikan! Nah, saya pikir, sayang banget nih kalau kumpulan email ini terkubur begitu jadi. Oleh karena itu, saya kemudian berinisiatif sedemikian sehingga tercipta lah intis sari dari percakapan milis tersebut, seperti tercantum di bawah:

1. Untuk kiriman cepat bisa dengan Express Mail Service. Hanya saja biayanya mahal. Kirim 1-2 kg saja sudah KRW 30 ribu

2. Bila waktu leluasa, bisa dikirim lewat laut. Namanya Surface Parcel. Untuk biaya bisa dilihat di website pos korea. Indonesia masuk zona 2. Menurut pengamalan beberapa orang, barang akan sampai dalam 1-2 bulan.

3. Di Indonesia, barang akan diantarkan ke rumah asal alamat tujuan jelas. Lebih baik dilengkapi juga dengan nomor telepon. Pengalaman dikenakan sejumlah biaya per box (berkisar Rp. 10 ribu). Tetapi ada juga yang pengalaman resinya diantar ke rumah dan diminta untuk di ambil di kantor pos.

4. Untuk meminimalisir resiko kehilangan barang, cantumkan daftar barang yang dikirim beserta kuantitasnya sedetail mungkin. Tempelkan pada boxnya dan lakban bening, agar terlindungi dan tidak mudah dilepas.

5. Untuk lebih menjaminkan dan melancarkan administrasi di Indonesia, bisa minta surat pengantar dari kedutaan. Kopi suratnya disertakan dalam pengiriman. Contoh suratnya seperti ini:


Sekian info yang berhasil saya kumpulkan. Belum pernah saya coba sih, tapi moga2 bisa ada gunanya nanti.

Oh, sekarang hari pertama puasa! Selamat berpuasa bagi yang menjalankan, semoga bulan ini membuat kita menjadi lebih baik dan tergolong orang2 yang mendapat kemenangan. Mohon maaf kalau ada salah ya.

Saturday, July 16, 2011

Buat yang mau ke Daejeon dari Pohang.

Yang mau perlu ke Daejeon dari Pohang ke Busan dengan bus ekspres, ini jadwalnya. Bulan Mei 2011 sih ini masih bener :p

Wednesday, July 13, 2011

Berlebaran Bersama

Halo teman, ikut bantu menyebarluaskan saja nih. Buat yang merasa lemarinya mulai penuh mungkin bisa terbantu ;).

Dear all,
Dimohon kesediannya untuk mendukung gerakan Kelapa(KeciL tAPi bermAkna)dengan cara menyumbang baju/sepatu layak pakai/alat sholat utk bantu kaum papa di Cikarang berlebaran.Tolong juga kesediaannya utk memforward info ini. Di bawah tertera beberapa tempat untuk menaruh sumbangan.

Donasi akan dijual kepada mereka dengan harga Rp.500/1000 per buah pada Sabtu, 13/8.

Untuk info lebih lanjut silahkan SMS/email ke:
1. Meicky
081284222468
meicky_shoreamanis@yahoo.com

2. Fidel
085878800534
fideliayojani@gmail.com

3.Hanna
082124400942
hanna_fmp@yahoo.com

Deadline donasi tanggal 5/8.Tolong digarisbawahi bahwa institusi-institusi berikut tidak terlibat resmi dalam gerakan ini namun orang di dalamnya berbaik hati meminjamkan kantor mereka untuk meletakkan sumbangan sebelum diangkut ke Cikarang.Jadi tolong sumbangan ditaruh di dalam boks hingga kantor mereka tetap rapi.Terima kasih!

Tempat drop ke-1.
Ibu Ezki Suyanto
(Untuk Cikarang)
Komisi Penyiaran Indonesia
Jl.Gajah Mada No. 8
Gedung Bapeten lantai 6
Sebelah kantor Lion Air
Jakarta Pusat

Tempat drop ke-2.
Sdr.Victor da Costa
(Untuk Cikarang)
KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan)
Jalan Borobudur No.14
Jakarta Pusat

Tempat drop ke-3
Ibu Henny Sirait
(Untuk Cikarang)
Rumah Kain Indonesia
Jl.Cipete Raya no.16 blok A8
(Sebelah Restoran Sambara)
Jakarta-Selatan

Tempat drop ke-4
Bapak Sugeng Sugiarto
(Untuk Cikarang)
Toko Furniture ‘Ibu Suhardi’
Jalan Pulo Ribung Raya No.283
Ruko Villa Galaxy,Bekasi
(Ruko Patung Kuda 2,ada di hoek)

Tempat drop ke-5
dr.Budi Darmadi
(Untuk Cikarang)
Rumah Sakit Hosanna Medica
Ruko Thamrin Blok C 3
Kompleks Lippo-Cikarang
Cikarang,Bekasi

Tempat drop ke-6
Bapak H.Maman/Ibu Hj.Yayah Zakiah
(Untuk Cikarang)
Pesantren Darunnadwah
Jalan Gatot Subroto No.55
Karang Asih,Cikarang
(Masuk dr depan Sentra Grosir Cikarang)
_____
Meicky Shoreamanis Panggabean
I touch the future.I teach.
www.gurudanpenulis.com
Kumpulan tulisan nonpendidikan dari para guru

Terima kasih

Friday, July 08, 2011

Masih pada Ingat Lagu Ini?

Disini kami tempa diri, pribadi tangguh nan berbudi
Kami ingin dapat berbuat, untuk jaya tanah airku
Kami siap abdikan diri, dengan jiwa dan raga ini
Berbuat demi negeri ini, agar jaya bangsaku
S'gala cita dan karsa ini, adalah bara tuk berkarya
Semangat kukobarkan selalu, api jaya almamaterku
Dengan tulus kuberikrar, untuk selalu berjuang
Setia kuusung janjimu, kibar jaya kampusku
Kibar jaya ITB
Sumbangsihku mungkin tak berarti
Tapi ikhlas kubaktikan semua

Himne KM ITB

Friday, July 01, 2011

ide startup: angkotpedia

Oke, gara-gara kemarin nemu app Komutta, saya jadi kepikiran satu ide buat sebuah web-startup: angkot-pedia ! Prinsipnya, saya bayangkan gabungan dari konsep wikipedia dan gmap, dimana tersedia sebuah peta suatu kota, dan setiap pengunjung dapat menggambar rute angkot yang berjalan di kota itu. Ini bakal bermanfaat bukan hanya untuk orang dari luar kota tersebut, tapi juga untuk penduduk yang biasa menggunakan kendaraan pribadi tapi mendadak harus memakai angkutan umum.

Rute angkot Pesantren - TTUC

Tiap jenis angkot dapat menggunakan garis berwarna berbeda, dengan tanda panah untuk rute yang tidak dua arah. Mungkin dapat juga ditambahkan fitur komentar untuk keterangan tambahan, misal: angkot hanya sampai pukul 8 malam.

Dengan website ini, pengunjung dapat melihat angkot apa saja yang melintas di jalan tersebut, dan dimana harus mengganti angkot. Dengan menelusuri garis rute angkot, pengunjung juga dapat tahu di mana harus berganti angkot. Sederhana!

Buat siapapun yang membaca tulisan ini dan terpanggil merealisasikannya, monggo silahkan! Secara teknis saya tidak tahu cara buatnya, tapi saya akan senang kalau melihat ada yang merealisasikan ide ini :D

Saturday, May 28, 2011

Menulis bagian Introduction (1)

Jumpa lagi dengan WaruBlog Writing Corner. Di episode kali ini, kita akan membahas tentang menulis bagian Introduction di suatu tulisan ilmiah. Yok langsung saja!

Hampir semua mahasiswa di kelas saya berpendapat bahwa bagian Introduction ini adalah bagian yang tersulit dalam tulisan ilmiah. Maklum, di bagian ini kita harus meyakinkan bahwa penelitian kita itu baru dan berguna. Untuk tujuan itu, bagian Introduction standar akan terdiri dari tahap-tahap sebagai berikut:

1. Jelaskan bidang penelitian anda.
2. Ulas apa saja penelitian yang sudah dilakukan
3. Tunjukkan di mana penelitian perlu dilakukan
4. Tuliskan tujuan yang ingin dicapai penelitian anda
5. Jelaskan mengapa penelitian anda penting / berguna untuk dilakukan.

Biasanya tahap 2 akan mengambil porsi terbesar dari bagian Introduction. Ulas tahap 3, 4, dan 5 secara singkat saja. Ketiga tahap tersebut dapat dirangkum dalam satu paragraf.

Di episode ini kita akan bahas tahap 1, tahap2 lainnya (semoga) menyusul yak!

Tahap 1 adalah bagian perkenalan anda kepada pembaca. Biasanya tahap ini berupa funnel alias corong terbalik, di mana lebar di bagian awal dan semakin mengerucut di bagian akhir.

Pertanyaanya sekarang, harus selebar apa awal corong kita? Jawaban dari pertanyaan ini tergantung pada siapa pembaca tulisan anda. Sama seperti kalau kita ditanya, "Kuliah bidang apa?" Tergantung siapa yang bertanya, saya bisa menjawab "Saya mempelajari Instrumentasi dan kontrol" atau "Saya belajar tentang dinamika robot" atau bahkan cukup "Saya sekolah teknik." :D Demikian juga dengan tahap ini. Kalau anda akan mengirimkan ke suatu jurnal yang spesifik, misal IEEE Transcation on Robotics, berarti anda bisa mulai dengan lebih spesifik. Sebaliknya, kalau penelitian anda ternyata (menurut anda) super awesome dan layak masuk Nature, ya anda harus lebih banyak memberikan penjelasan latar belakang anda.

Hal lain yang harus diperhatikan dalam tahap ini adalah tentang fakta yang diungkapkan. Usahakan apa yang anda tulis berada pada batas terluar pengetahuan pembaca. Maksudnya adalah, tulis sesuatu yang dipahami pembaca, tapi tidak usang. Ingat, anda ingin membuat tulisan anda terlihat penting kan? Misalnya anda menulis, "Dewasa ini mobil banyak dijumpai di kota besar." Itu sih nenek saya juga tahu. Basi!

Satu tips yang berguna: setelah anda selesai membuat tahap ini, coba hilangkan satu per satu kalimat awalnya. Adakah makna yang hilang? Kalau tidak, mungkin kalimat yang dihilangkan memang terlalu umum.

Oke, sampai di sini dulu. Semoga bermanfaat.

Friday, May 27, 2011

What I Learned in Class Today

If somebody ask you whether the glass is half-full or half-empty, try answer with a serious face "The glass is twice as big as it should be."


#gagalfokus

picture by Tonieero

Wednesday, May 18, 2011

Kerennya Android

Oke, disclosure dulu: Saya adalah pemilik smartphone android, dan saya sangat puas dengan smarthphone saya :D

Akhir-akhir ini saya melihat bahwa smartphone berbasis android semakin lama semakin populer. Sebagai seorang techno-enthusiast, saya ikut berpikir, kira-kira apa ya yang membedakan dia dengan yang lain? Menurut saya, perbedaan mendasar adalah android OS bersifat Open Source, walaupun untuk menggunakan merek "android" harus mendapatkan sertifikat kompatibilitas dari google.

Terus kalau open source kenapa? Open source menyebabkan cepatnya para pembuat HP mengadaptasi android sebagai OS perangkat mereka. Ini membuat android menjadi "windows"nya smartphone secara de facto. Ironis, mengingat windows sudah jauh lebih dulu mengembangkan sistem operasi mobile. Terdapatnya OS standar de facto ini membuat para pengembang aplikasi tidak perlu susah-susah memport aplikasinya untuk berbagai tipe handset, cukup buat versi android. Analoginya di PC, tidak perlu membuat software untuk Dell, HP, Compaq, Acer, dsb, cukup buat software untuk windows. Akibatnya pertumbuhan aplikasi android sangat cepat. Pengguna yang merasa membutuhkan manfaat dari tersedianya berbagai aplikasi akan terdorong untuk memilih android. Itulah faktor pendorong utama kepopulerannya, menurut saya lho ya.

Mengapa adaptasi android di Indonesia tidak secepat di luar negeri? Hmm, kurang tahu juga. Tebakan saya adalah karena masyarakat kita penggemar keypad QWERTY, sementara (saat ini) model smartphone android yang tersedia ber UI touchscreen. Tapi dengan berjalannya waktu dan munculnya berbagai model smartphone android, popularitasnya pasti akan semakin meningkat.

Demikian menurut saya kenapa android populer, dan akan makin populer. Untuk para pegiat IT tanah air, semoga tidak kecolongan menangkap pasar baru android lokal kita.

Thursday, May 12, 2011

Null Hypothesis

Yak, episode keempat tentang Null Hypothesis (NH) inilah sebenarnya tujuan saya dalam menulis posting tentang unreal 'if' yang lalu. Untuk menerangkannya, saya akan mencontek hidup-hidup cara profesor saya menerangkan di kelas. Keren deh!

Ok, semua pada tahu kan game bawaan MS Windows yang namanya minesweeper? Minesweeper ini aturannya berdasarkan logika sederhana, cocok buat menerangkan NH. Apa? Belum tahu cara mainnya? ckckck, mau jadi apa kamu nak, hehe. Silahkan lihat aturannya di sini.

Sekarang, misal untuk kasus Gambar 1, di mana diketahui terdapat dua ranjau.


Gambar 1. Kondisi Minesweeper

Buat yang mengaku sering maen, pasti tahu dong ranjaunya di sebelah mana. Belum tahu? Oke, saya beri kesempatan..





sudah?





Ah terlalu lama! Jawabannya: ada di kotak a dan c. Belum mengerti juga? hadooh. Jadi, ada tiga kondisi yang harus dipenuhi dalam situasi Gambar 1:
1. Ada tepat 1 ranjau yang bertetangga dengan kotak d
2. Ada tepat 2 ranjau yang bertetangga dengan kotak e
3. Ada tepat 1 ranjau yang bertetangga dengan kotak f
Sudah paham? bagus2 :p.

Sekarang bisakah kalau anda diminta untuk menerangkan kenapa ranjaunya ada di kotak a dan c?

Memang ada berbagai cara, tapi cara termudah adalah dengan menerangkan bahwa tidak ada ranjau di kotak b. Pertama, kita susun hipotesis bahwa ada ranjau di kotak b. Kemudian kita uji hipotesis tersebut. Setelah diuji, ternyata hipotesis kita salah. Artinya, tidak ada ranjau di kotak b. Maka, ranjau ada di kotak a dan c!

Metoda yang digunakan tersebutlah yang dinamakan dengan NH. Yaitu menyusun hipotesis, katakan hipotesis A, dan melakukan eksperimen untuk membuktikan bahwa hipotesis A adalah salah. Maka yang benar adalah hipotesis bukan A! Jadi, sejak dahulu sekali para ilmuwan menyadari bahwa jauh lebih mudah membuktikan bahwa sesuatu itu salah daripada membuktikan bahwa sesuatu itu benar. Memang, nyalah-nyalahin itu memang paling gampang!

Kembali ke kasus minesweeper tadi, di bawah ini adalah jawaban yang diberikan oleh profesor saya di kelas. Perhatikan bagaimana unreal if dipakai dalam NH. Jawaban saya sendiri masih jauh lebih panjang dan tidak efektif, malu kalau dipajang, hehe. Ok, silahkan disimak, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di episode berikutnya! ;)

If b were a mine, either a or c would also be a mine. However, if a and b were mines, the first condition would be violated. Likewise, if b and c were mines, the third condition would be violated. Therefore, b can not be a mine. So the correct solution is a and c.



clear and concise!

Tuesday, May 10, 2011

Unreal 'If'

Well, well, well. Tak terasa sudah episode ketiga dari Warublog Writing Class! Berbeda dari dua episode sebelumnya, episode kali ini saya ingin membahas tentang sebuah grammar. Tapi tenang saja pemirsa, grammar yang satu ini berguna sekali dalam penulisan karya ilmiah, yaitu unreal 'if'.

Unreal 'if' adalah struktur untuk menyatakan pengandaian yang tidak nyata. Misalnya dalam Bahasa Indonesia begini: "Kalau saya tidak peduli, saya sudah tinggalkan kamu sejak tadi." Kenyataannya adalah: saya peduli, maka saya tetap di sini (#eaaa, hehe). Dalam kalimat tersebut maksud bahwa pengandaian tersebut tidak nyata disampaikan dengan keterangan waktu lampau dalam frasa utamanya (sejak tadi).

Karena Bahasa Inggris mengenal tenses, penyampaian makna tidak nyata-nya harus mendapat perhatian. Kita menyatakan ketidaknyataan dengan mendorong tenses kata kerja dalam frasa kondisi satu tingkat lebih 'lampau' dari tenses aslinya. Dengan kata lain, present tense menjadi past tenses, past tenses menjadi past perfect.

Ada beberapa skenario unreal 'if' ini:
1. Kondisi present mempengaruhi present (future)
2. Kondisi past mempengaruhi present (future)
3. Kondisi past mempengaruhi past
4. Future Ifs

Kata sambung yang biasa jadi digunakan dalam frasa utama present tense adalah could, would, should,


Lalu, di mana pentingnya unreal 'if' ini dalam kalimat ilmiah? Grammar ini sangat berguna untuk menuliskan apa yang disebut dengan Null Hypothesis. Tentang Null Hypothesis, akan dibahas dalam episode selanjutnya ;)

Drop comments for any question! C u :D


Saturday, May 07, 2011

Tentang Idealisme

Sering orang bilang, "Hidup itu harus punya idealisme!". Tapi, apa sih sebenarnya idealisme itu?

Kalau menurut KBBI daring:

ide·al·is·me /idéalisme/ n 1 aliran ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami; 2 hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; 3 Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dng kenyataan
Err,, jadi? Kalau ngerasa bingung bacanya, sama, saya juga bingung, hahahhaa.

Menurut saya sih, idealisme itu adalah pandangan kita soal bagaimana seharusnya keadaan berjalan. Err, bingung juga? Hahaha susah ngindonesiainnya. Maksudnya: "our view about how things are supposed to be" . Bukannya ga cinta tanah air atau begimana, kadang saya lebih gampang mengekspresikan ide dalam bahasa inggris.

Jadi misalnya, kalau masuk bis transjakarta kamu berpendapat bahwa kita seharusnya antri dan menghormati orang yang datang sebelum kita, nah! Itu idealisme!

Benar, idealisme tidak harus yang besar-besar, tapi dimulai dari cetek2 dulu juga tidak apa-apa. Tidak apa-apa pula kalau kita belum bisa melaksanakan idealisme kita. Yang penting, selama kita masih berpikir bagaimana yang seharusnya, itu sudah bagus. Jangan asal "ah, biasanya juga gini". Kalo kata orang, "Only dead fish goes with the flow."


Mumpung lagi ngomong idealisme, saya mau curhat tentang idealisme ultimate saya. Menurut saya Indonesia seharusnya menguasai teknologi yang mumpuni, sehingga tidak harus memperkosa kekayaan alamnya seperti sekarang hanya untuk mengisi perut rakyatnya. Saya sepakat kekayaan alam itu harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan kita. Cuma sebisa mungkin kita buat nilai tambah sebesar2nya. Untuk itulah kita perlu yang namanya SDM yang mumpuni, tsaaah.

Ok demikianlah. Jadi, apa idealisme kamu? Share dong, baik yang kecil maupun yang besar :)

Thursday, May 05, 2011

Evaluasi Paragraf

Hai2! Jumpa lagi dengan saya di WaruBlog English Corner :D.

Oke, jadi misalkan kamu sudah membuat sebuah paragraf. Tentu sudah oke dong menurut kamu? Hoho, mari kita cek lagi secara sistematis.

Oh, sebelum mulai, saya ingin berbagi sesuatu yang dosen saya katakan di kelas technical writing saya: belajar menulis teknis itu berbeda dengan belajar grammar! Tujuan belajar grammar adalah,, well,, mempelajari grammar yang benar sebanyak-banyaknya (duh!), sedangkan tujuan belajar menulis teknis adalah, mempelajari langkah-langkah sistematis untuk menulis teknis. Kadang-kadang dalam technical writing, tidak apa-apa menulis dengan grammar yang tidak 100% legal. Yang penting clear dan concise!

Ok, back to topic. Langkah-langkah untuk mengevaluasi paragraf yang dibuat adalah:

1. Perhatikan struktur paragrafnya.
Apa tujuan paragraf yang ditulis? Apakah jenis paragrafnya, apakah paragraf deskripsi, sebab-akibat? Cek juga logika antar kalimatnya. Misalkan, kalau menulis dengan pola umum -> khusus, pastikan urutannya benar.

2. Cek soal pengulangan "noun" alias Noun Repetition (NR)
Kita sering mengulang2 suatu "konsep kata benda" atau "noun concept" dalam satu paragraf dengan kata yang berbeda-beda. Pastikan perbedaan ini tidak membingungkan pembaca. Untuk noun concept yang kompleks, misalkan yang berupa frasa yang panjang, tidak perlu disebutkan secara lengkap bila ingin diulang. Hal tersebut malah akan membingungkan pembaca. Misal:
The all new Mercedes car which can go 0-60 mph in 3 seconds is very attractive. The car was introduced in Bandung International Motorshow last week.

3. Terakhir, baru cek dengan 4 aturan yang disebutkan pada post pertama.

Urutan pengecekannya harus seperti itu. Percuma bila kita mencoba memperbaiki pargraf menggunakan 4 aturan kalau logika paragrafnya ngaco. Jadi jangan dibalik2 yak!

Bonus tips:
Kata "respectively" hanya digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua daftar noun dengan jumlah item yang sama. Misal: The composition of sugar, flour, and air within this snack are 10%, 20%, and 70% respectively. Selain untuk fungsi tersebut, jangan gunakan kata respectively, ok ;)

Ok, sekian dari saya, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di episode berikutnya :D

p.s. ya ya, saya masih utang janji untuk menerangkan soal 4 aturan dengan detail. Saya masih mencari cara yang pas untuk menerangkannya dalam bahasa Indonesia. Sulit ternyata.

Saturday, April 30, 2011

Vending Machine

Kemarin, saat saya makan siang dengan teman2 lab, seorang kawan dari Vietnam bertanya: "Hei, biasanya perusahaan apa yang membuat vending machine (VM)?" Kawan korea menjawab: "Yah, kurang tahu juga, biasanya perusahaan kecil sih". Teman Vietnam tadi, dengan wajah terkejut, "Oh ya, perusahaan kecil bisa membuat VM? Di negara saya tidak ada perusahaan yang bisa membuat VM, akibatnya VM tidak populer di sini"



Benarkah itu alasannya? Saya kira bukan. VM kan ga susah susah amat bikinnya. Tapi saya jadi berpikir, kira2 kenapa ya VM belum juga populer di negara kita? Iya kan? Seumur-umur, di Indonesia cuma lihat VM di Bandara Soetta saja. Ada beberapa alasan yang lewat di kepala:
1. Harga mesin relatif mahal dibanding harga barang yang dijual (minuman kaleng, makanan), jadi balik modalnya lama
2. Resiko vandalisme
3. Pasokan listrik yang kurang lancar (seharusnya di kota2 besar sih sudah tidak lagi, bravo PLN)
4. "Harga" tenaga kerja yang relatif murah, sehingga mending jual pake orang aja daripada pake mesin.
5. Budaya masyarakat yang kurang merawat uang kertasnya. Coba liat dompet anda, dekil2 kan isinya? Jadi uang kertas susah terdeteksi di mesin

Baru itu yang kepikiran. Ada yang mau nambahin?


Foto diambil dari @10's Photostream

Monday, April 25, 2011

Menulis Teknis dalam Bahasa Inggris.

Selama kuliah di POSTECH, saya wajib mengambil kelas Bahasa Inggris. Ada banyak pilihan . Sebenarnya pada awalnya saya malas, ah buang2 waktu saja, Bahasa Inggris kan bisa belajar sendiri. Tetapi saya salah! Banyak banget ilmu yang didapat dari kelas ini.

Karena rasanya sayang kalau cuma berakhir di saya saja, saya akan coba share di blog. Sebelumnya coba sok2an bikin kultwit, tapi selalu saja lagi asik ngetwit keseling sesuatu. I must warn you though, don't expect too much. Saya tidak akan terlalu mempersiapkan dengan khusus, hanya mengulang apa yang saya ingat saja dari kelas :P

Ok, untuk edisi awal saya mulai sedikit saja.

Inti dari menulis teknis itu adalah harus CLEAR dan CONCISE. CLEAR, artinya harus jelas dan tidak multitafsir. Boring? So what!

CONCISE artinya seringkas mungkin. Pada dasarnya tulisan ilmiah itu materinya sudah "berat", jangan ditambah2i dengan kata2 tak perlu.

Lalu dalam menulis karya ilmiah dalam bahasa inggris, ada empat aturan yang bisa sangat membantu dalam menghasilkan karya yang berkualitas.

#1. Tulis informasi yang sudah diketahui pembaca sebelum informasi baru. Informasi lama sebelum informasi baru. Old noun before new noun.
#2. Taruh "topical noun" pada subjek.
#3. Ada banyak varian dari aturan ini. Intinya adalah kalau kalimat yang dibuat panjang, buat agar pembaca dapat memenggalnya menjadi bagian-bagian bermakna.
#4. English loves verbs. Pilih verbs yang kuat.

Aturan #1 dan #2 adalah hukum. You break it, you go to jail. Aturan #3 dan #4 adalah untuk optimisasi. Tidak jelas? hohoho, pastinya. Ini kan teaser saja :p. Nantikan episode selanjutnya!

Saturday, April 16, 2011

Cherry Blossom

Yak, tahun ini saya akhirnya pertama kali bisa melihat sakura secara langsung. Yah, di sini bukan sakura sih namanya, tapi 벚꽃 (Beot kkot).

Di budaya Jepang (dan ditularkan ke korea), melihat sakura jadi acara yang rutin tiap tahun. Sakura dipandang sebagai cerminan kehidupan manusia yang rapuh, singkat, dan,,, indah. Awalnya saya bingung, iya sih,, bagus. Tapi itu kan pohon. Kalo dari kecil udah liat ya pasti udah ngga aneh lagi. Kecuali kalo macem awa yang turis ndeso ini :p.

Tapi melihat sakura yang berguguran setelah cuma seminggu mekar, rasanya saya cukup mengerti.

"berapa kali lagi ya saya masih bisa melihat mekarnya sakura?"