Sunday, December 26, 2010

Ayo Nyanyi Lagi!

Garuda, di dadaku
Garuda, kebanggaanku
Kuyakin, hari ini, pasti menaang!


*pasca final di Bukit Jalil

Sunday, December 05, 2010

Batuk

Uhuk - uhuk.

Saya lagi batuk.

Batuk beneran ini, bukan lagi nyindir orang.

Dipikir-pikir, udah lama banget gak batuk.

Terakhir jaman sma kayaknya.

Wah, jadi kangen jaman sma, haha.

Batuk ini batuk bukan sembarang batuk.

Karena saya kalo batuk lama sembuhnya.

Anehnya kalo lagi konsen sama sesuatu saya tidak pernah terbatuk-batuk.

Pas lagi nganggur aja batuk-batuk

Bener2 batuk yang aneh ini batuk.

Dulu saking lamanya batuk,

Saya pikir bagus juga ini batuk,

karena bisa sekalian ngelatih otot perut.

Udah ah postingan tentang batuk.

Jangan kuatir pemirsa, kalau sudah ngga batuk,

postingan saya akan normal kembali kok.

Doakan saya cepat sembuh ya!

Salam batuk! uhuk uhuk

Saturday, November 27, 2010

Gokudera

Right now, even more than myself..

there is something much more precious!!

I'm still completely unworthy in so many ways.

I've gotta tone up...

Get taller and stretch...

And lay plans and ambitions.


Katekyo Hitman Reborn - 316

Saturday, November 20, 2010

Math is Super Exciting

Background info: Saat sekolah sekolah dulu, matematika adalah pelajaran kesukaan saya. Betul, makanya sejak dulu saya tak pernah ragu untuk masuk ke sekolah teknik, hehe.

Kemarin kebetulan saya melihat video presentasi TED yang berkaitan dengan matematika. Judul presentasinya: Conrad Wolfram - "Teaching Kids Real Math with Computers". Judul yang sangat menarik bagi saya, karena mengandung dua kata: "math" dan "computer". Selain itu judulnya juga provokatif: real math?? jadi yang selama ini diajarin di sekolahan bukan real math?? who the hell is this guy, dare talked like that. Langsung meluncur ke TKP! Saya juga menganjurkan pembaca menonton dulu videonya sebelum baca artikel ini, hehe.

Oke, yang pertama dibahas dalam presentasi itu adalah:
Why teach math? Kenapa sih pelajaran yang bikin puyeng itu jadi pelajaran wajib di sekolahan?
1. pekerjaan teknik. Yes, orang yang ingin bekerja di dunia teknik tentu perlu matematika
2. kehidupan sehari-hari (beli2, itung barang)
3. melatih logika. Matematika melatih logika, yang sangat penting untuk hidup jaman sekarang ini.


Terus, apa sih matematika itu? Kata Mr. Wolfram:
Math:
1. posing the right question
2. real world > math formulation
3. computation
4. math formulation > real world, verification

Hmm, ya ya. Sepertinya kita belajar itu semua di sekolah. Terus apa yang salah dong?? Yang salah adalah, kita terlalu banyak menghabiskan waktu di langkah no (3), sedangkan langkah (3) ini sudah dapat dilakukan dengan alat bantu (baca: komputer). Yang harus dilakukan adalah mengurangi porsi langkah (3), dan memperbanyak langkah (1),(2), dan (4). Dosen saya, Pak Her pernah bilang, orang yang cerdas bukanlah orang yang bisa menjawab dengan tepat, tapi orang yang bisa mengajukan pertanyaan yang tepat.

Trus, kenapa sih kita terjebak dengan menghitung tangan. Apa keuntungan berhitung dengan tangan? Kata Pak Conrad, alasan yang biasa dikatakan orang:
1. hitungan praktis, macem berapa harus bayar pajak, berapa luas tanah, dll.(valid)
2. belajar dasarnya dulu (kurang valid). Dasar? Apa yang disebut dasar?
3. komputer "mendangkalkan" matematika (sama sekali gak valid)
4. menghitung dengan tangan memunculkan pengertian tentang (valid)

Kita harus mencari cara untuk mengurangi porsi menghitung, tanpa menghilangkan keuntungan validnya. Dengan demikian kita dapat memberi tempat untuk konsep. Padahal saya suka menghitung lho (baca background info :P) Terus terang, kemesraan saya dan matematika sempat terganggu. Tahun pertama dan kedua, saya diajari tentang kalkulus dan matematika fisik. Terus terang saya tidak bisa menangkap apa sebenarnya yang saya pelajari dan apa gunanya. Akibatnya, tiada motivasi untuk belajar. 14 SKS matematika dan tidak ada yang dapat A, huks.

Keadaan berubah saat saya di tingkat 3 dan 4. Saya mulai mempelajari dinamika fluida, pemodelan sistem, mekanika kuantum dsb. Semuaaa menggunakan matematika. Baru saya ngeh, ooooh, semua itu untuk inii. Barulah kemudian saya buka lagi itu buku2 matematika dan belajar dari situ. It was super exciting!

Nah, Pak Wolfram mengusulkan bahwa matematika diajarkan sesuai dengan tingkat kesulitan konsepnya, bukan hitungannya. Dengan metoda yang diusulkan pak Wolfram ini, tentu tidak perlu lagi harus ada murid yang bernasib seperti saya. Misalnya kalkulus. Konsep kalkulus itu ngga rumit lho. Yang susah itu hitugannya. (believe me, saya dapat D saat kalkulus tapi saya fasih menurunkan persamaan atom hidrogen >:) ). Sebagian waktu yang dihabiskan untuk kalkulasi dapat dialihkan untuk membicarakan konsep dan contoh implementasi. Untuk memahami langkah-langkah dan prosedur kalkulasi si murid ditugaskan membuat program. Worked perfectly for me. Tidak perlu pemrograman yang sulit-sulit. Bisa dimulai dengan Ms. Excel misalnya, menghitung lintasan gerak parabola, terus diplot. Menarik dan intuitif!

Hmm, saya ingin mencoba berekesperimen soal hal ini. Siapa yang bisa jadi bahan percobaan yaa.. *lirik-lirik anak orang*

EDIT2:
Dari diskusi sama temen2 di plurk, yang susah dalam pengajaran konsep adalah,, ujiannya. Jauh lebih mudah menguji benar salah hitungan daripada menguji pengertian konsep. Hmm, gimana caranya yaa..

Tuesday, November 02, 2010

Kirim surat? Pake layanan Pos aja!

Aduh, maafkan judul yang tampak seperti promosi itu. Bagaimana dong, tulisan ini memang isinya promosi sih, hehe. (disc: ini bukan blog berbayar)

Jadi begini, beberapa waktu yang lalu saya berkepentingan untuk mengirim dokumen ke luar negeri, tepatnya ke Korea Selatan. Biasanya, untuk mengirim dokumen ke luar, saya menggunakan jasa kurir yang sudah mendunia, tiga huruf, depannya D belakangnya L :p.

Masalah muncul ketika kesibukan saya akhir2 ini tidak memungkinkan saya untuk pergi ke kurir mancanegara itu pada hari kerja, yang mana pada akhir pekan dia malah tutup. Setelah tertunda beberapa lama, saya mendengar bahwa beberapa kantor cabang PT Pos Indonesia buka pada akhir pekan. Bimbang sejenak, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan layana Pos saja. Agak parno pake layanan perusahaan plat merah. Yah, you know lah.. identik dengan layanan yang gak oke soalnya.

Akhirnya di suatu akhir pekan yang mendung, walau tak selamanya mendung itu kelabu, saya pergi ke kantor pos di Jalan Banda. Karena dia termasuk cabang yang besar, saya yakin dia buka pada akhir pekan. Yak, benar, walaupun hanya sampai jam 12 saja menurut petugas posnya. Kalau ingin ke kantor pos yang buka sampai sore, ke Jl. Asia Afrika Bandung saja, buka sampai ja 5 (atau setengah lima?) lupa. Kalau hari biasa sampai jam delapan malam. Nice!

Sampai di depan counter, saya cek dulu dokumen saya. Doh! saya lupa bawa pas foto! Sebenarnya saya tadinya memang tak niat ke kantor pos sih, ini sekalian mengantar adik saja. Akhirnya tanya-tanya dulu deh, ke mbak penjaga counternya. Dilayani dengan ramah, saya mendapat info bahwa untuk layanan EMS dokumen saya akan sampai ke Korea dalam waktu empat hari kerja. Saya juga mencoba menimbang dokumen saya untuk tahu harga yang harus dibayar. 125 ribu, sepertiga dari ongkos yang harus saya keluarkan kalau memakai jasa kurir mancanegara tadi. Hm, dengan waktu pengiriman yang cuma lebih lama satu hari dari si kurir mancanegara, it is quite a bargain isn't it?

Saya kembali dulu ke rumah untuk mengambil pas foto. Niat segera berangkat, namun apa mau dikata sang mendung akhirnya menjelma menjadi hujan. Akhirnya saya sampai di kantor pos pukul 11.30. Agak deg2an juga, hehe. Saya pun segera menuju ke counter. Woh, sekarang ongkosnya hanya Rp 99 ribu saja. Rupanya tindakan saya mengeluarkan hal-hal yang tidak perlu dari paket dokumen saya di rumah tadi cukup berhasil, hehe.

Malam harinya di rumah, saya cek tracking paket EMS saya di web PT Pos. Asik, paket saya sudah tercatat, walau masih berada di Kantor Pos Bandung. Kalau paket saya betulan sampai dalam empat hari, saya akan terkesan, begitu pikir saya. Oh, buat yang belum tau EMS itu layanan pengiriman ekspres internasionalnya PT Pos. Layanan ini juga memungkinkan kita untuk melacak sudah sampai mana paket layanan kita. Ngga kalah lah sama kepunyaan kurir mancanegara, hehe.

Hari kedua (hari kerja ya, yang Sabtu ga diitung), saya berencana mengecek keberadaan paket saya lagi. Ah, karena terlanjur online, saya sekalian cek email saja. Ow ow ow! Betapa kagetnya saya karena ada email dari pihak yang saya kirimi paket, menyatakan kalau paket saya sudah diterimanya. Dalam dua hari! duuuaaa haaariii! Padahal janjinya empat hari! Bravo! Bravo! *sembah-sembah*

Begitulah, pengalaman ini telah sukses membuat saya jatuh hati pada layanan Pos. Kalau ada perlu kirim dokumen lagi, saya akan pake PT Pos saja. Keep up the good works guys! Don't let me down! Sukses PT Pos Indonesia!

TAMBAHAN: Saat saya membuat tulisan ini, saya menemukan akun twitter PT Pos Indonesia dan fan page Facebooknya. Mantap! Dengan berada online artinya ia membukan diri pada saran dan kritik. That's a winning attitude.
sambil ngirim link ke twitter @posindonesia, siapa tau dapet parsel, ehem :P

Wednesday, October 27, 2010

#prayforindonesia

Kemarin (26/10/2010) negeri kita tercinta terkena bencana sangat berat.

Malam sebelumnya, hujan besar melanda ibu kota Jakarta. Banjir melumpuhkan lalu lintas di beberapa titik. Ribuan orang terjebak di jalan, banyak pekerja yang baru berhasil mencapai tempat tinggalnya pukul tiga pagi, padahal mereka harus bekerja keesokan harinya. Tercatat beberapa kali gempa di Sumatera Barat, Peringatan tsunami dikeluarkan.

Pagi harinya, kembali gempa mengguncang barat Sumatera. Tibalah berita duka itu, tsunami! Ratusan warga Pulau Mentawai, Sumatera Barat menjadi korban jiwa. Ribuan orang lainnya terpaksa mengungsi.

Belum juga hari berganti terdengar kabar bencana dari penjuru lain. Gunung Merapi di Jawa Tengah meletus! Awan panas bersuhu lebih dari enam ratus derajat celcius menyapu daerah sekitar. Korban pertama yang terdeteksi adalah sekelompok wartawan.

Kenapa kita ditimpa bencana? Marahkan Tuhan pada bangsa ini? Ah daripada mempertanyakan Tuhan marilah kita percaya bahwa Tuhan itu Maha Baik. Bahwa Ia tidak akan menurunkan cobaan pada suatu kaum di luar kemampuan mereka.

Sekarang kita harus sadar, bahwa tanah air kita yang subur dan mempesona ini sepaket juga dengan ancaman yang dikandungnya. Tugas kitalah supaya bisa memanfaatkannya sekaligus bisa menjaga diri dari potensi bencananya. Tapi pertama, tugas kitalah untuk membuat warga yang terkena bencana sadar bahwa mereka punya jutaan saudara setanah air yang peduli, yang juga ikut merasa sakit, yang akan berkontribusi untuk meringankan derita mereka.

Ayo Indonesia, kita hadapi bersama!

10/26/2010: Tsunami and Volcanic Eruption in Indonesia. Hundreds casualties

Sunday, October 17, 2010

Going Urban!

Hello! Whew, it has been more than a month since my last post. It is not that I am too busy to write, It just doesn't occur to my mind to write here. I write almost everyday you know, just not in blog;) . Well, I guess I have to write or else I will forget that I have a blog here, hehe.

So,, now I live in Jakarta. Yep, here I am, joining thousands of people who came to the capital for their fortune. Alhamdulillah, thank god I was accepted to work in one of private EPC company which moves in Oil and Gas sector. I settled in a cheap rented room a.k.a "kostan" in Cilandak Barat, South Jakarta. Ring me if you are in the area! :)

I'm quite happy with my current job. Even if the salary is just so-so, I learn a lot about technical stuff and project management. But to be honest, "quite happy" is not enough to buy my loyalty :p. The problem is, I realized that sometime the company is not playing by the book, and often strays into what you call "gray area". Not my problem though, because I am just a lowly worker crunching technical problem. But I don't think I want to be involved in the management (which I have to if I want to advance my career here). So enough about those stuff.

In my spare time, I get my hand dirty with NVIDIA CUDA. In short, it is an extension to C which enables you to do computation with CUDA enabled graphic card. I make a blog about it at wordpress.com .

Well, this is as good as it gets for the next couple of months. Hopefully things going to improve soon :)

Sunday, September 05, 2010

Bagaimana caranya jadi negara berpendapatan tinggi?

Pagi semua!

Pagi-pagi saya nemu sebuah tulisan bagus dari Time.com, jadi ingin saya ulas sendiri. Sebelum lanjut, coba dibaca dulu artikelnya yak! :D

Tulisan yang saya sebut membahas tentang kondisi jiran kita tercinta, Malaysia, yang saat ini disebut terjebak dalam middle-income-trap. Intinya, banyak negara yang berhasil keluar dari kemiskinan, namun gagal mencapai tingkat pendapatan yang tinggi. Artinya, negara-negara itu terjebak di kelas menengah. Malaysia termasuk dalam kelompok ini.

Pertanyaan pertama, Why? Kenapa sebuah negara bisa terjebak? Ternyata, relatif "mudah" untuk keluar dari kemiskinan. Bila suatu negara miskin, maka upah buruhnya lebih murah, sehingga sangat kompetitif. Banyak pabrik-pabrik didirikan dan membuka lapangan pekerjaan, dan akhirnya, meningkatkan pendapatan. Dengan pendapatan yang meningkat, upah buruh juga akan meningkat (yang artinya: bagoos! :D). Tapi, artinya negara ini akan kehilangan kekompetitifannya. Pertumbuhan pun terhenti.

So, bagaimana kita bisa lepas dari jebakan ini? Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menggeser industri manufaktur dari low-tech industry ke industri yang berteknologi lebih tinggi. Inilah yang saat ini sedang dilakukan Malaysia. Tapi ini saja belum cukup. Suatu negara haruslah bisa melakukan inovasi dan menciptakan produk-produk mereka sendiri daripada sekedar membuat barang yang dirancang oleh negara lain. Contoh favorit saya adalah Korea Selatan (dan kebetulan disebut juga di artikel itu :p)

Bagaimana dengan tanah air kita, Indonesia? Sayangnya, negara kita saat ini masih berjuang melepaskan diri dari kemiskinan, dengan cara konvensional. Kalau baca www.goodnewsfromindonesia.org, kita akan tahu bahwa begitu banyak perusahaan yang menjadikan kita sentra produksinya. Tentunya itu adalah kabar yang sangat baik, karena begitu banyak orang bisa makan karena itu. Tapi kita harus sadar bahwa itu tidak cukup. Bangsa kita harus mampu melahirkan karya inovatif dan berharga untuk dunia. Dan itu adalah tugas kita, para pemuda, para intelektual, yang telah diberi kesempatan lebih untuk berkarya. Potong segala keribetan birokrasi yang melelahkan dan tak efektif! Hargai orang-orang yang berpotensi dan telah berkarya!

Semangat kawan, di tangan kita, bangsa ini harus jadi besar!

Day #5

Thursday, September 02, 2010

detour

Halo semua!

Hehe, lumayan lama ndak posting nih. Sebenarnya banyak yang bisa ditulis, cuma sakingnya banyaknya, dipikirin aja sudah bikin kewalahan, hahaha. Yasudah dijalani saja dulu.

Kadang hidup ini lucu. Kemarin kawan saya bercerita. Untuk rencana hidupnya, dia punya sebuah cita-cita. Setelah berbagai perjuangan dan kegagalan yang cukup panjang, akhirnya seminggu yang lalu dia siap untuk mengeksekusi rencananya itu. Ya, sampai tiga hari yang lalu sampailah sepucuk surat ke rumahnya. Surat yang membuatnya harus membanting setir dan menolak kesempatan untuk menjalani cita-citanya. It's a tough call, but he knew it's a call that he has to made. Darn hard for him!

Lucu, karena diam-diam saya juga mulai membanting setir.
Now, somewhat, I run his plan, and he run mine. Ndak papa, banyak jalan menuju Roma kan teman?



Ah, saya suka komik olahraga :D
*maaf ceritanya ngabstrak, kalo dijelasin ntar ketauan siapa2nya :P
Day # 2

Friday, August 27, 2010

Can't You See I'm a They?

Seringkali terlintas di pikiran saya:


Apa saya tidak terlalu egois? Apa saya kurang bersyukur?
Having two weeks to think, saya memang harus istikharah.

Sunday, August 08, 2010

Northern Lights, Someday!

Terkadang sedikit suntikan keberanian bisa didapatkan dari kunjungan ke masa kecil.

Friday, July 23, 2010

Tentang Kegagalan

"Ingatlah, kita selalu punya pilihan. Apakah mau menjadi seperti telur, atau menjadi seperti bola tenis"


-Rhenald Kasali-

Saturday, July 10, 2010

Menghadiahkan ulang tahun

Pada post yang lalu, saya menulis tentang blognya Seth Godin. Nah, ternyata baru-baru ini si empunya blog baru saja ulang tahun, dan dia punya cara yang unik untuk merayakan ulang tahunnya:

Dia menghadiahkannya.

Tepatnya dia menghadiahkan proyeknya untuk sebuah proyek air bersih di negara-negara berkembang. Orang yang berniat untuk merayakan ulang tahun seth diminta memberikan donasi kepada program air bersih tersebut melalui sebuah halaman web khusus. Ide yang brilian!

Kemudian saya berpikir, mungkin saja ide ini bisa dilokalkan untuk dipraktikkan di Indonesia. Tentu saja karena keadaan di sini berbeda maka perlu beberapa penyesuaian.

1. Kurang tepat menggunakan event ulang tahun untuk menggalan dana, karena di Indonesia tidak umum bagi orang dewasa merayakan ulang tahun secara khusus. Bisa diganti acara lain seperti syukuran kelahiran atau yang ultimate: pernikahan! Kan keren banget kalau diundangan pernikahannya tertulis: "Sampaikan doa restu Anda dengan donasi untuk perbaikan Jalan desa SukaRia"

2. Masih belum umum bagi orang Indonesia untuk melakukan transaksi online. Walau mungkin keadaan akan berbeda lima tahun lagi, tapi untuk sekarang banyak orang yang masih ragu dan takut "mengeluarkan" uang via internet. Mungkin bisa dimulai dengan membuat kotak donasi khusus di acara kita, pengganti kotak amplop standar yang biasa ada di nikahan2.

3. Bisa juga memanfaatkan popularitas para selebritis, mengingat fanatisme terhadap seseorang merupakan penggerak yang ampuh. Misal seorang penyanyi, meluncurkan album dengan dua rasa: standar dan premium. Yang standar dijual di pasaran sedangkan yang premium hanya dijual via internet. Pembeli album premium ini berarti juga ikut menyumbang untuk suatu program dengan imbalan misalkan nama pembeli album akan terpampang di website si artis.

Begitulah, bagaimana menurut teman-teman, apa bisa diterapkan di sini? Atau ada lagi ide2 yang menarik?

Tuesday, June 22, 2010

Note-Worthy Blog: Seth Godin

Sudah seminggu ini ada satu buah blog baru yang jadi supplier feed reader saya. Yak, blog dari Seth Godin ini sekarang menjadi santapan sehari-hari saya, (mmm). Plus lagi, profile picturenya kocak, hehehe:

Blog ini membahas ide-idenya yang saya anggap menarik, tentang bisnis dan self-development. Idenya yang utama adalah bahwa penghambat utama seseorang untuk maju adalah rasa takut. Dia mengungkapkan bahwa penelitian ilmiah mengatakan, ada bagian otak tertentu yang mengendalikan rasa takut ini. Bagian ini ditemukan sama persis di otak reptil, maka dia menyebutnya the lizard brain.

Kenapa ada rasa takut? Rasa takut mencegah kita memasuki keadaan bahaya. Takut tempat tinggi mencegah kita jatuh. Takut kegelapan mencegah kita diserang dalam gelap. Takut ular mencegah kita digigit ular, dan seterusnya dan seterusnya.

Sayangnya di jaman sekarang ini seringkali rasa takut kita menjadi kurang beralasan. Coba dipikir lagi soal takut-takut berikut ini: Takut ditertawakan karena mengajukan usul; takut dijauhi bila berpendapat berbeda; takut pidato di depan umum; takut melamar gadis yang disukai *ahem, ga maksud nyindir lho*; takut punya cita-cita, dan buanyak lagi. Sama sih, dengan menuruti takut ini kita akan menjadi terhindar dari yang ditakuti. Aman, safe. Tapi, takut yang begini membuat kita kehilangan banyak kesempatan. Hari gini, safe is not safe at all.

Nah kawan, jadi lain kali kalau merasa takut, sadari bahwa that's our lizard brain talking. Pikir lagi, masuk ke takut yang manakah itu?

ps. gw ngga crosscheck penelitian ttg lizard brain. pokoke filosofinya bagus lah :P

Monday, June 21, 2010

Mission Statement

During my lifetime, I will leave a dent in the universe, and make gift for humanity!


#HellYeah!

Pindah Rumah :D

Halo-halo!

Buat semua yang biasa berkunjung ke alamat blog saya yang lama, mungkin akan terkejut saat diarahkan ke alamat yang baru ini. Tenang-tenang, ini bukan blog saya dihack, tapi saya memang pindah alamat blog kok :D

Sebenarnya sudah lama saya ingin memindahkan subdomain blog ini. Alasannya, karena sebenarnya nama blog saya ini mengandung konotasi negatif. Dulu saya beri nama dari: Chum (ikan salmon) + Bucket. Jadi aslinya blog ini adalah ember ikan yang bau amis itu, karena memang dulu blog inilah sarana saya menumpahkan segala keamisan hidup ini *saaah*. Saya baru tahu kemudian kalo ada arti konotatif yang buruk dari nama ini. Kalau penasaran, silahkan digugel saja :P

Momen pindah rumah ini sekaligus juga saya manfaatkan untuk mengubah template blog saya. Sekarang kesannya lebih kalem dan dewasa. Semoga berkenan di hati pengunjung sekalian, hehe. Sekaligus juga mencoba fitur perancang template, baru dari blogger. Inovasi yang bagus! Nice!

Buat yang berlangganan feed dari saya, silahkan mengupdate feed readernya ke alamat yang baru ini. Saya juga menyediakan feed alternatif di http://feeds.feedburner.com/warublog. Dengan feed yang baru ini pelanggan tidak perlu repot kalau di masa depan blog ini pindah rumah lagi. Ada sedikit sisi negatifnya sih, update feednya ngga instan lagi, ada waktu poolingnya. Tapi saya yakin para pembaca ga segitu kangennya sama saya :P

Oke, sekian dulu dari saya. Semoga tetap setia berkunjung ya :D

Wednesday, June 16, 2010

Driver's High*

One of activities that I take pleasure in doing is driving. Driving a car that is.

By driving I mean is when you drive without any pressure: no meeting in 5 minutes, no noisy passenger, plenty of fuel, you get what i mean. It's just you, the car, and the traffic. I even can enjoy a traffic jam.

When I think about it, maybe it's because when driving, you have to concentrate your mind. No worrying about the future, no regretting the past. Distant or near.

You just need to be here, now.

Driving become dangerous when you don't do so.

Of course, when you stop driving, you still have all that matter you need to take care about. If you still careless of them, it is called hedonism.





*from title of L'arc en Ciel's song

Sunday, June 13, 2010

Work-out, at last!

It's been awhile since my last English blog, so here goes..

One of my resolution in 2010 is to get my fitness back to at least what it was. So far, it is not going so well, until I found this nice hundredpushups.com website. The website basically contains a challenge for one to do a hundred push-ups consecutively.

Worry not! Instead of lets you feel like a loser for not being able to do the challenge, the website provides six-weeks training program that is designed to help you complete the challenge within the time frame. The program has three different routes, so people with different body fitness can follow the route most suitable for their condition. You can follow the initial test to figure out your starting point. Oh, and the website is accompanied with a logger to monitor your progress. The logger is Facebook-connected, so you can brag to your friend :P Neat!

The website also has a sister website: twohundredsitups.com. From its name it is pretty clear what the site is all about right? Currently, I'm taking both challenge, and currently in week two of the programs. I can already feel the difference :D Man, being fit is good!

So, boys and girls, who's with me? :grin:


disclaimer: I'm not working for neither both of websites that I write here nor Facebook

Wednesday, June 02, 2010

In the night like this

Ah, lagi susah tidur nih. Daripada bengong ga ada kerjaan, saya mau nulis reff salah satu lirik lagu kesukaan saya sejak, 8 tahun lalu! hehe

Even if we cried, even if we laughed, there are things
that won't change
But we believed, and we'll join our hands and walk
As if we can be able do anything amidst time
So we believed, and we'll join our hands and walk

Yak, lagu ini saya dedikasikan buat seluruh pembaca blog saya. Tetep rajin2 mampir yak!

Saturday, May 29, 2010

Kadang Kita tak Sadar kalau Kita Korupsi

Saya rasa kebanyakan orang di Indonesia sudah muak dengan korupsi. Terbukti dengan luasnya dukungan untuk KPK dan Pak Susno yang mengungkap mafia peradilan. Tetapi, terkadang kita tak sadar bahwa kita sedang melakukan korupsi. Mungkin karena korupsi sudah terlalu dekat dengan kita sehari-hari. Ya, seperti yang saya alami tadi pagi.

Tadi pagi-pagi sekali saya pergi ke bengkel mobil langganan. Pemiliknya baik dan montir2nya handal. Dari terakhir kali saya berkunjung saya lihat bengkelnya mengalami perluasan, sekarang mereka juga punya fasilitas spooring dan balancing. Saya tentu ikut merasa senang.

Ada beberapa item service yang saya minta: ganti oli, ganti karet shockbreaker, ganti karet wiper, serta perbaiki klakson. Saya dilayani oleh montir yang belum pernah melayani saya sebelumnya. Saat melakukan perbaikan klakson, tiba-tiba sang montir berkata kepada saya: "Mas, memperbaiki klakson ini ongkosnya 50 ribu. Tapi Mas bisa bayar 30 ribu saja ke saya, tidak perlu dimasukkan ke (billing-red) toko". Saya tertegun, tapi kemudian kehilangan kata-kata ketika ia melanjutkan, "Ini kebijaksanaan dari saya saja Mas, jadi untung kan, bisa bayar lebih murah?"

Sesungguhnya saya ingin berkata, "Kebijaksaan ndasmu peang apa??", tapi ditahan karena nasib mobil saya masih ada di tangan montir itu. Saya cuma bilang, "Dimasukkan ke toko saja Pak" .

Ada beberapa masalah dengan `kebijaksaanaan` itu. Yang pertama, karena pekerjaan dilakukan dilakukan di bengkel, dengan peralatan bengkel, dan waktu montir yang sudah dibayar bengkel, maka sudah seharusnya bengkel (alias pemilik toko) mendapat bagian dari hasil pekekerjaan itu. Mem-bypass toko memang akan membuat uang yang harus saya keluarkan lebih kecil (dan mungkin membuat bayaran nett yang dibawa si montir lebih besar), tapi itu menyalahi moral. Korupsi.

Permasalahan yang kedua. Mungkin si montir melihat, ah, Ncik pemilik tokonya sudah kaya, dipotong sedikit tidak akan masalah. Tapi dilihat lagi dong, kalau keuntungan berkurang tak perlu tentu pemilik toko akan kesulitan mengembangkan bisnisnya. Mungkin fasilitas spooring yang saya lihat masih mengilap tidak akan ada. Tidak ada juga montir baru yang dipekerjakan. (Saya yakin montir yang menawari saya tadi juga adalah montir baru, karena baru pertama saya lihat) Jadi malah rugi semua toh?

Oh btw, saya pernah dengar korupsi dengan modus sama persis di satu BUMN. Jadi dari sekian banyak item order pelanggan, ada satu-dua item yang dijadikan ajang perselingkuhan antara pegawai dan pelanggannya. Item2 ini tidak dilaporkan ke perusahaan, dan pelanggan langsung membayar ke pegawai dengan harga 'diskon'. Harga yang sudah didiskon ini masih lumayan lho, yaa cukuplah untuk membeli sebuah Honda Jazz baru. Lumayan sekali bukan untuk sang pegawai? Gaji dari perusahaan tetap masuk secara reguler pulak. Dasar gilak.

Yak jadi demikian teman. Kalau dapat tawaran jalan pintas seperti itu, pikir lagi, apakah ada hak-hak orang lain yang kita hilangkan?

Monday, May 24, 2010

Make Meaning

Saya mendapat link video ceramah Guy Kawasaki dari twitter tentang entrepreneurship dan start-ups. Judulnya "The Art of The Start" Isinya bagus deh.

Yang paling berkesan buat saya adalah poin pertama dari ceramahnya:

The best reason to start an enterprise is to make meaning

Dijelaskan lebih lanjut, ada 3 cara untuk itu:
  1. Increase the quality of life
  2. Right a wrong
  3. Prevent the end of something good
Hm, kalau dipikir, tiga poin di atas cocok untuk dijadikan template dalam mencari tujuan hidup, bukan cuma tujuan perusahaan. Worth of further thinking I say :)


Btw, saya kesulitan mencari padanan kata "make meaning" dalam Bahasa Indonesia. Ada ide?

Thursday, April 22, 2010

Bikin NPWP!

Woah, setelah selalu ngga sempat (jie, sibuk banget yak saya), akhirnya saya memutuskan untuk bikin NPWP, apapun yang terjadi! Butuh sih soalnya, buat bikin akun reksadana :p. Lagian, negara ini kan dijalankan oleh pajak, jadi sebagai warga negara yang baik ikut iuran lah kita :D

Oke, sebenarnya langkahnya cukup mudah. Cukup datang ke kantor pelayanan pajak yang sesuai dengan tempat Anda berdomisili. Di sana, minta form pembuatan NPWP. Jangan lupa bawa KTP dan foto kopinya.

Kalau mau lebih cepat di kantor pajak, formulir bisa diisi secara online di:
http://www.pajak.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=71&Itemid=105
Di sana tersedia juga petunjuk pengisiannya. Sebelumnya, kita harus membuat akun dulu di sana, baru kita bisa login dan mengisi formulir. Saya pikir sih sebaiknya diopen saja biar lebih praktis. Setelah selesai mengisi ada pilihan untuk mencetak 2 dokumen. Cetak saja kedua-duanya.

Karena saya tinggal di Cimahi, tentu harus datang ke kantor pelayanan pajak cimahi. Karena gw secara de facto cuman numpang tidur saja di Cimahi, gak tau lah ya dimana itu kantor terletak. But once again, Google save the day! Gw masukin aja "pajak Cimahi" di google maps. Eh adaaa! Meluncur deh ke sana.

Sampai pukul 9 pagi. Ternyata sudah ramai sekali parkirannya. Dan di dalam pun 80% kursi tunggu sudah terisi (yang gw perkirakan bisa menampung 100 orangan) Terbayang sudah harus cemberut seharian di kantor pajak. Bahkan gw kira ga bisa selesai dalam 1 hari.

Ternyata, pelayanannya sungguh cepat pemirsa! Ada loket khusus pembuatan NPWP. Petugasnya anak PKL. Gw langsung kasih form online yang sudah gw print. Diminta tunggu sebentar, eh gak nyampe 5 menit jadi! Kudos!! Cobaa kalo semua urusan birokrasi bisa begini ya.

Yak, jadilah kartu NPWP jadi penghuni baru dompet gw. Nah, kalau udah punya kartu, ayo kita sama2 bayar pajak!

Saturday, April 10, 2010

K'naan - Wavin' Flag

Buat yang suka nonton TV, pasti pernah denger lagu ini. Iya dong, ini kan lagu tema Piala Dunia 2010! Gw kira dulu lagu iklan Coca Cola :p. Enak deh, so catchy! Sila disimak gan liriknya.
Sumber: liriklagu-liriklagu.blogspot.com

Ooooooh Wooooooh

Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets are, exaliftin , as we lose our inhabition,
Celebration its around us, every nation, all around us

Singin forever young, singin songs underneath that sun
Lets rejoice in the beautiful game.
And together at the end of the day.

WE ALL SAY

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes

Oooooooooooooh woooooooooohh hohoho

Give you freedom, give you fire, give you reason, take you higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets are, exaliftin, every loser in ambition,
Celebration, its around us, every nations, all around us

Singin forever young, singin songs underneath that sun
Lets rejoice in the beautiful game.
And together at the end of the day.

WE ALL SAY

When I get older, I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes

Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo (oh, i just love this part! :P)

WE ALL SAY !

Wooo hooooo hohohohoooooo
And everybody will be singinit
Wooooooooo ohohohooooo
And we are all singinit

Sunday, March 28, 2010

Kenapa gw maen Twitter

Akhir-akhir ini gw sedang keranjingan sama Twitter. Temen2 gw pada heran. "Buat apa sih? Sudah ada Facebook (FB), Plurk, sekarang Twitter? ngga cape apa?" Komentar mereka ngga jauh2 dari itu.

Buat gw masing-masing dari social media itu punya fungsi sendiri-sendiri. FB, well sejujurnya gw sudah jarang "main" FB. Gw hanya cek FB kalau ada notifikasi FB masuk ke email gw, dan menarik. Update status, cuma kalau mood saja. Gaming dengan aplikasi FB apalagi. Praktis, fungsi utama FB buat gw sekarang hanyalah untuk berbagi foto dengan teman-teman.

Plurk, yak di sinilah gw banyak "bercengkrama" dengan teman-teman lama gw. Kebanyakan sih teman dari jaman kuliah dulu (beeuh, tua gw). Seru juga, bisa sharing masalah kerjaan, ikut komentar masalah politik, sampai update gosip2 terbaru, kekeke. Lumayan untuk tetap menyambung silaturahmi

Terus Twitter? Twitter adalah tempat gw bertemu dengan "teman"2 baru. Mungkin kalo kalian lihat timeline gw di Twitter, kalian lihat bahwa gw banyak mem-follow para seleb. Weits tapi bukan seleb sembarang seleb pemirsa. Orang-orang yang gw follow adalah orang-orang yang gw anggap inspirasional, yang buah pikirannya layak untuk dicermati, yang bikin gw tambah pinter :P. Singkat cerita, my rockstars. Ada penyiar, penulis buku, bankir, tokoh marketing, sampai penasihat keuangan. Itulah alasan utama gw aktif dengan Twitter. Dengan mencermati pemikiran mereka, gw jadi tahu bahwa mereka juga manusia normal seperti kita, dengan pencapaian yang tidak normal alias luar biasa. Selalu menyuntik motivasi tambahan buat gw untuk berkarya, cailaah.

Selain itu, di Twitter gw juga bisa mendapat info2 menarik. Ada info artikel menarik di Internet, info tentang Bandung kota gw tercinta, info travelling, sampai info tempat2 makan yang enak. Lumayan kalau ngajak makan bisa ada referensi, hehehe.

Ada satu hal yang menarik lagi. Ternyata pengaruh Indonesia di jagat pertwitteran ini juga besar pemirsa! Pernah dalam suatu kata, di list Trending Topic global (alias sedunia) muncul kata: Indonesia, Mie, dan Jawa. Bahkan saat ramai2 fatwa haram MUI, hashtag #MUInextharam jadi nomor satu! Woot! Emang orang Indo itu eksis yaak, wakaka.

Oke, itulah sekilas pandangan gw tentang jagad pertwitteran. Kalau mau ikut apa2 yang gw anggap menarik, follow me di www.twitter.com/waruboy #iklan :p

Failed

Yeah, several day ago I did my bad habit again. Well I got news that one of my application for scholarship, the one that I wanted the most, was unsuccessful. I was kinda down and need something to release it. Lemah. Now its day zero again. But I'll try again :)

about PASSION!

Hehe, akhirnya jadi juga gw posting soal ini. Hehehe. Ini dipicu dari komennya uni yang satu ini di posting 3 IDIOTS gw.

Hmm, passion, gw coba terjemahin jadi gairah, tapi kok kesannya ndak enak ya? Jadi kita pake passion saja dalam tulisan ini. Pertama kali gw tahu tentang apa yang namanya passion itu dari tulisannya Jack Welch, terutama ini dan ini. Baca deh, bagus!

Jadi apa itu passion? Menurut gw, passion itu panggilan. Sesuatu yang memberikan energi pada kita saat kita mengerjakannya. Gw percaya, bahwa setiap orang itu diciptakan untuk tujuan tertentu di dunia ini. Tiap-tiap orang juga dibekali dengan bakat dan kesempatan untuk menyelesaikan tujuannya. Bila seseorang mengerjakan passionnya, maka dia akan enjoy dalam pekerjaannya.

Lalu bagaimana kita menemukannya? Seperti yang gw bilang, kita diciptakan dengan tujuan tertentu, jadi passion sudah ada di dalam diri kita masing-masing. Oh, kemarin gw beli buku yang sangat bagus, karangan Rene Suhardono, Your Job is Not Your Career. Di situ dibahas soal passion ini, dan beliau menuliskannya dengan sangat bagus. Katanya di sana, jujurlah terhadap diri sendiri. Passion belum tentu adalah hal yang paling kamu bisa, tapi ia pasti adalah hal yang kamu nikmati. Coba semua hal yang mungkin. Kesampingkan dulu soal hitung-hitungan penghasilan. "Do what you are! And live in your uniqueness!" - Rene

Gw pribadi ngga akan berhenti sebelum menemukan passion gw. Kenapa? Karena gw sudah merasakan bedanya bekerja dengan passion dan bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan. Bagaikan langit dan bumi Jendral! When I'm doing my passion, I'm on a high. Gw bisa sangat sedikit tidur bahkan melewatkan makan. Kita tahu apa yang kita kerjakan dan mengapa kita mengerjakannya. Dan kalau kita berhasil menyelesaikannya, puaaaass Jendral. Yeah, it's that good! Sementara kalau kita "bekerja" saja, maka setelah kita menyelesaikan "tugas" kita, terus apa? Mengerjakan lebih? Untuk apa? beuh, susah deh motivasinya. Exactly what I'm feeling in my current job :(

Gw percaya, untuk menjadi orang yang masuk golongan "luar biasa", cara termudah adalah dengan mendalami passion kita. Kenapa? Karena supaya jadi luar biasa itu kita harus kerja luar biasa juga Jendral! Itu yang gw lihat dari kebanyakan orang-orang yang jadi panutan gw. My rockstars kalo meminjam kata-katanya Rene. Mereka kerja dengan cara2 luar biasa, dan sangat keras pula! Beeuh gak kebayang deh gw bisa kerja sekeras itu. Kecualiii.. kecuali kalau gw ngga menganggap itu kerja :) See?

Terus apa dong passion gw? Itu kita bahas lain kali saja. Yang jelas, gw sangat menganjurkan kalian2 segera mulai mencari, bertanya pada diri sendiri, apa passion kalian. Terutama buat yang masih berusia muda dan belum ada tanggungan. Ayo, utang ngga ada, belom ada anak yang ngerepotin. Makan seadanya masih ngga masalah. Ini saat yang tepat untuk bereksperimen kawan! Kalau berhasil, hasilnya kita nikmati sepanjang hidup. Kalau gagal, yaah, coba lagi :D

Terakhir, dari bukunya Rene lagi:

Embrace your passion, live a life of action, build our nation!

Monday, March 22, 2010

fear.determination.faith

no way above.
no way below.
no way around.

have to push it through.



scary.

Sunday, March 14, 2010

Extermination!!

Ok, this one is more for myself. I write this to collect my motivation. Currently I have one bad habit. No, I'm not going to tell you guys what it is, but I'm not doing something dangerous and harmful for other.It's bad because it's unproductive and it consumes quite much time and energy. And lately, it takes too much, because I do it almost everyday. So, yesterday I made *yet another* resolution to quit, for good! I made note of # of days I went without doing it, and I will celebrate at milestones. I'll post here when I reach my milestones. If you don't hear again about this for me, then I guess it means that I failed.

Ok, currently, # days without bad habit: 2. Next milestone:7

Friday, March 05, 2010

3 IDIOTS - Aal Izz Well!

Oke, udah lama gw ngga ngereview film, but this one IS A MUST SEE MOVIE!

CHOOSE EXCELLENCE - SUCCESS WILL FOLLOW

Film India? Mungkin kalian pada naikin sebelah alis (eh, pada bisa ngga?) Oke, gw tau persepsi film India penuh dengan adegan-adegan lebay pleus nyanyian dengan sejuta orang penari latar. Nah, di film ini, teteup ada dong pastinya! hehehe. Tapiii, ah, pokoknya tonton deh, gak akan nyesel! *menghindar dari lemparan*

Yak, jadi alkisah di India, orang-orang menganggap pekerjaan insinyur dan dokter itu pekerjaan yang bergengsi. Pokoknya, cita-cita orang tua, kalo anaknya cowo jadi insinyur! Kalo cewe, jadi dokter! Setting di mulai dari tiga orang yang berkumpul 10 tahun sejak masa kuliah mereka di kampus mereka kembali, untuk membuktikan siapa yang paling sukses di antara mereka. Satu orang menghilang, dan dimulailah flashback masa2 kuliah mereka

Kampus mereka adalah kampus engineering paling Te O Pe di India. Sejak baru masuk, mereka sudah diberitahu bahwa mereka adalah murid-murid pilihan, yang paling sudah menyisihkan buanyak orang untuk bisa masuk ke sana. Dan bahwa kehidupan di kampus adalah perlombaan, dengan persaingan yang ketat! #Ohoho, teringat sesuatukah, wahai para alumnus Universitas Gajah Duduk? :P

Para mahasiswa baru pun "disambut" oleh para senior. Ohoho, OSPEK saudara-saudara! Tapi ada satu orang mahasiswa baru yang berani menantang. Namanya Rancho, tokoh utama film ini. Dia kemudian berteman dengan Farhan, mahasiswa yang hobi fotografi, tapi terpaksa masuk sekolah teknik untuk memenuhi harapan orang tuanya. Geng ini menjadi lengkap oleh Raju. Raju menjadi tumpuan masa depan keluarganya, dengan ayahnya yang lumpuh, adik perempuannya yang harus membayar biaya pernikahan, dan ibunya yang sudah tua menjadi penopang kehidupan. Kalo kata Rancho "Rumah Raju seperti film hitam putih tahun 50an" Smart jokes!

Geng ini mendapat julukan "idiot" dari para dosen, terutama direktur kampus yang super killer bernama VIRUS. Geng 3 Idiots ini membuat banyak masalah di kampus. Mereka juga hobi mengisengi Chatur, tokoh mahasiswa antagonis yang oportunis, individualis, dan sangat nilai-oriented. Ditambah lagi ada tokoh Pia, mahasiswa kedokteran nan cantik jelita, putri sang direktur. Kareena Kapoor bo! Komplit sudah! kakakak

Bagaimanakah perjuangan mereka menyelesaikan kuliah? Bagaimana pula nasib masing-masing tokoh 10 tahun kemudian? Makanya, tonton filmnyaa! Oh, ada satu misteri yang baru akan terungkap di masa 10 tahun kemudian. Bonus yang bagus!

Okeh, saatnya merenung dikit. Uwaw! India udah bisa bikin film bagus2 yaa. Setelah sebelumnya gw nonton My Name Is Khan yang mengharukan. Haduh, film Indonesia apa kabaaar? *tuntut orang aja teruus*. Terus gw liat di film ini, para orang tua percaya bahwa pendidikan itu sangat penting, dan mereka bersedia berkorban segalanya untuk pendidikan anak mereka. Ah, naiiis! Terakhir, gw denger dari dosen gw minat anak-anak sekarang untuk jadi insinyur cenderung susah. Alasan yang jamak didengar: sekolah teknik susah! Aaah, Come On! Kalo mau jadi orang hebat ya ngga bisa bergampang-gampang, dan itu ngga berlaku untuk jadi insinyur aja lho, apapun! Kuncinya, seperti pesan film ini: Find Your Passion! kalo udah ketemu, niscaya hujan badai pun pasti ditembus deeeh! Gw sendiri masih nyari2 apa passion gw sekarang.

Oke, ayoh, rame-rame tonton filmnya. Tersedia di Blitz Megaplex, ngga ada di 21. Shame on you 21 Cineplex! mwahha. Tapi sayangnya belom masuk Bandung euy :(

Nilai gw: 10/10! Pertama kali lho gw kasih nilai ini :D

*dan gw masih penasaran gimana rasanya joget2 di drum. Dicari: 2 orang partner!

Poster: Yahoo! India Movies

Sunday, February 21, 2010

Perencanaan Keuangan

Halo para pembaca yang budiman! :D

Seminggu ini saya sedang gandrung-gandrungnya nih sama yang namanya Perencanaan Keuangan alias Financial Planning (FP). Ini bermula saat saya kebetulan bertemu dengan salah satu teman saya, yang memperkenalkan calon istrinya. Mereka berencana menikah September ini. Semoga lancar yaa. Terus saya tanya kan "Emang Lo udah kerja?". Dia menjawab: "Gw jadi Financial Planner"

Kemudian saya mem-follow @mrshananto di Twitter. Beliau ini yang punya acara FP di HardRock. Ng, jangan tanya acaranya bagus apa ngga, saya bisa dibilang tidak pernah dengar radio, hehehe. Yang jelas, saya tahu Mbak Wina punya website yang mengandung banyak tips keuangan di sini. Menurut saya, hal yang penting yang bisa didapat dari situ adalah tentang pentingnya punya dana darurat, dan tak perlunya unitlink, hehehe. Nanti saya bahas deh ya.

Seperti yang beberapa teman saya tahu, saya ini orangnya cukup impulsif. Nah, bisa gawat kalau urusan belanja yang kena bakat impulsif saya, heheh. Untuk itu dari dulu saya punya semacam rencana keuangan mini.

Saya punya dua buah rekening bank. Yang satu untuk rencana jangka panjang, yang satu lagi rekening gak-mau-tahu-pokoknya-harus-cukup-buat-sebulan, hehehe. Cukup ampuh untuk meredam dampak keinginan saya terhadap hil-hil yang cukup mihil (jadi gw pergi Java Jazz taun ini tuh hasil dari nabung yaa, dilarang protes!) terhadap keamanan keuangan saya. Setelah banyak baca tentang FP, rencana keuangan saya sudah jadi jauh lebih canggih, hohoho. Dan saya jadi sadar, saya masih jauh dari mapan, lol (err, i hope you read this, setelah berhitung dengan angka2, kemampuan ekonomi gw masih harus ditingkatkan seengganya 3xnya lagi baru bisa disebut mapan, jd tolong omongan gw waktu itu diabaikan saja dulu :p).

Di webnya mbak Wina tadi ada tools untuk ngecek kondisi keuangan kita secara cepat. Cobain deh, seru :D. Ini hasil saya:

Wuooh, ternyata pengeluaran rutin saya masih terlalu besar! Hm, sepertinya anggaran makan di luar harus dikurangi nih. Ng, sebenarnya sih saya jarang makan di luar, tapi anggarannya memang saya alokasikan besar. Abis, kalo cuma makan biasa aja, ngapain makan di luar toh? :P. Seringnya sih sisa dan masuk ke tabungan.

Oke, begitulah, bagaimana dengan kamu? Sudah punya rencana?

Sunday, February 07, 2010

Ada Apa dengan Zebra?

Yak, salah satu oleh-oleh saya sepulang dari Jepang adalah sebuah kesadaran, betapa kacaunya lalu-lintas kita. Omigoot! Ups, tapi sepertinya kurang berguna kalau saya bikin post cuma berisi keluh kesah saja, jadi saya mau bikin semacam observasi terhadap satu hal yang menjadi bagian dari lalu lintas kita: Zebra Cross!
From Osaka Daigaku

Tentunya semua orang yang baca tulisan ini tahu apa itu guna zebra cross. Buat tempat orang nyebrang kk! Pinteer! Tapi kenapa ya kk banyak orang yang malas nyebrang di zebra cross? Iya, memang kenyataannya seperti itu kan? Banyak orang yang menyeberang sembarangan, walaupun ada zebra cross yang berjarak kurang dari 10 meter dari tempat dia berdiri.

Sekarang mari kita tengok lagi, memangnya dia bakal untung apa kalau nyebrang di zebra cross? Secara teoritis siih, harusnya dia bakal menyeberang lebih mudah. Kenapa bisa lebih mudah? Karena, seharusnya para pengemudi kendaraan bermotor akan mendahulukan orang yang menyeberang di zebra cross. Artinya mendahulukan? Memberi jalan dengan memperlambat atau kalau perlu memberhentikan kendaraan selama masih memungkinkan!

Kenyataan yang kita lihat sih, aturan itu tidak berlaku. Pengemudi kendaraan tetap saja menjalankan kendaraan seperti biasa walaupun ada orang yang sedang menunggu untuk menyeberang. Ya memang, kalau kejadian ketabrak di zebra cross, pasti yang disalahkan pengemudinya. Tapi siapa sih yang mau ditabrak dulu untuk membuktikan teori di atas?

Karena kenyataannya seperti itu, wajar-wajar saja toh kalau orang-orang jadi malas menyeberang pada tempat yang disediakan. Lha wong ngga ada gunanya juga. Jadi, di tulisan ini saya ingin menghimbau kepada para pengendara kendaraan bermotor, hormatilah pejalan kaki. Mereka juga sama-sama berhak atas jalanan, bahkan seharusnya memiliki strata tertinggi di jalan raya.

Ah, saya jadi ingat iklan layanan masyarakat yang dulu sering terlihat: "Hormatilah pejalan kaki", "Dahulukan pejalan kaki", dll. Iklan-iklan itu kok tak pernah muncul lagi ya sekarang?

Sunday, January 31, 2010

Tahun baru di Tokyo (Bag 2) Imperial Palace

Menyambung tulisan sebelumnya, saya pergi ke Tokyo dari Osaka menggunakan bus malam. Di bus, saya berkenalan dengan dua orang, 1 orang bule, Michael, lupa dari mana, satu lagi dari Osaka, Tatsuo. Si Michael ini sudah backpacking keliling dunia, selama setahun! Waktu tahu kalau saya dari Indonesia, dia langsung cerita dengan semangat: " Oh, Lombok is very beautiful!". Saya sih nyengir-nyengir, saja. Belum pernah ke sana soalnya :p

Tak terasa, 9 jam perjalanan terlewati (saya tertidur soalnya, hehe) dan sampailah saya do Tokyo! Bus berhenti di depan stasiun Tokyo, yang waktu itu sedang diperbaiki. Kebetulan juga stasiun ini terintegrasi dengan stasiun subwaynya.

Clingak-clinguk, waduh, ke mana lagi ya. Terus ngebalik badan, OH! ternyata tepat di depan stasiun ini ada imperial palace! Hehe, sebenarnya tadi si Tatsuo udah cerita kalau di dekat stasiun Tokyo itu objek wisata terkenal, cuma karena bahasa Jepang pas-pasan, saya manggut-manggut saja sambil pura-pura mengerti. Hahaha.

Layaknya kastil jaman dulu, istana ini dikelilingi sungai/parit sebagai bagian dari pertahanan. Ini foto dari taman luar imperial Palace, tempat tinggal Kaisar Jepang! Yang putih itu bukan kastilnya lho! itu cuma outpost yang ada di pojok-pojok taman. O ya, saat minta tolong difoto kepada satu bapak-bapak di sana, dia bertanya (aslinya dalam Bahasa Jepang)

"Datang dari mana?"
"Osaka"
"Bukan, maksudnya negaranya"
"Oooh, hehe, saya dari Indonesia"
"Woh, saya beberapa tahun yang lalu tinggal di Indonesia" << Diucapkan dalam bahasa Indonesia yang patah-patah. (woot!)

*selama perjalanan saya ini kejadian dua kali lho, ternyata banyak ya orang Jepang yang pernah ke Indonesia
Yak, cukup lelah juga berputar-putar di imperial palace ini. Tapi tak terasa hari sudah siang, saatnya menuju pemberhentian selanjutnya: Shibuya! Yoi, daerah yang sering muncul di komik-komik ini memang sudah bikin saya penasaran, seperti apa sih yang aslinya. Okeh, kembali ke stasiun kereta dan langsung menuju stasiun Shibuya!

Stasiun Shibuya merupakan stasiun yang sibuk di Tokyo. Mungkin karena daerah Shibuya terkenal sebagai pusat fashion dan nightlife ya. Sayang gw cuma bisa ke sini siang-siang, ngga malem. Di depan Stasiun Shibuya ada satu meeting point yang terkenal, yaitu patung Hachiko. Menurut legenda, Hachiko ini seekor anjing yang setiap hari nungguin tuannya pulan kerja di depan stasiun Shibuya. Bahkan setelah tuannya meninggal, si Hachiko ini dengan setianya (atau dengan begonya ya?) tetap menunggu di depan stasiun, menanti tuan yang tak kan pernah datang. Huhuhu, jadi sedih juga.

Satu lagi yang jadi landmark adalah Shibuya Crossing alias Simpang Shibuya! Kata orang sih ini perempatan tersibuk di dunia! Mau tau kenapa? Simak dua gambar berikut Gan!

Gambar atas: Suasana saat lampu penyebrangan merah. Tuh, Zebra crossnya aja selebar panjang bus! Dan itu bukan cuma perempatan aja, tapi perlimaan apa ya? lupa. Dan saat lampu penyeberangan hijau, serentak semua kendaraan berhenti, dan semua orang menyeberang.

Gambar bawah itu pas lampunya hijau. Iya, sudut pandangnya lain, tapi itu dari perempatan yang sama kok! :D Oh, waktu itu saya mengenali pemandangan penuh billboard raksasa itu pernah saya lihat di salah satu dorama Jepang. Huwaa.. saya di Jepang! *agak terharu*

Di Shibuya saya jalan-jalan melihat toko-toko fashion, daan toko musik! Oh my God, waktu itu mati-matian deh saya menahan diri ngga nyulik salah satu gitar listrik di sana. Hehehe. Makan siang saya lakukan di sini. Tebak makan siang saya apa? McD saja sodara-sodara, hehe. Maklum, turis kere :p

Wah, matahari mulai tenggelam, saatnya ke pemberentian selanjutnya, Harajuku!
Harajuku juga salah satu tempat hang-out terkenal buat muda-mudi Tokyo. Penasaran tempatnya seperti apa? Ternyata Harajuku itu nama sebuah jalan yang tidak terlalu besar. Mungkin kalau di Bandung seperti Jalan Cihampelas kali ya. Tapi yang mantap, di sini tidak ada mobil! Jadi jalan itu kheseus pejalan kaki. Wih, karena ini malam Tahun Baru (oh, saya belum bilang ya? hehe) banyak buanget pengunjung di sini!

Sepanjang jalan Harajuku penuh dengan toko-toko fashion dan makanan. Sepanjang perjalanan saya juga melihat satu-dua orang sedang ber-cosplay ria. Lirik-lirik, wah saya jadi tergoda untuk jajan. Mampir deh ke kios crepes. Beuh, ini mang2nya gaya banget yaa.


Yak, saya muter-muter di sini sampai sekitar pukul setengah sepuluh. Saya pun menimbang-nimbang di mana saya akan menhabiskan tahun 2008 ini. Ada dua pilihan, Kuil Meiji di dekat Harajuku atau Kuil Zojoji di dekat Menara Tokyo. Tapi soal cerita itu bersambung ke bagian selanjutnya ya! :D


*ps. ini gambarnya bikin blog saya berat ngga sih ngeloadnya?

Saturday, January 30, 2010

Cerita Tahun Baru, di Tokyo! (bag.1)

Halo semua, tadinya hari ini saya mau menulis tentang liburan tahun baru saya kemarin. Tapi, jadi ingat, sebenarnya ada cerita tahun baru sebelumnya yang belum pernah saya tulis di sini. Terasa seperti hutang, saya tulis yang itu saja ya, hehe. Tahun baru 2010 menyusul kemudian.

Oke, jadi tahun baru yang lalu, alias tahun baru 2009, saya habiskan di Tokyo! Iya, Tokyo, yang sering hancur porak poranda karena diserang monster luar angkasa itu lho. Untung selalu ada ultraman :p

Kenapa saya bisa sampai ke Jepang, bukan karena saya tiba-tiba jadi kaya. Yang benar, saya kebetulan mendapat beasiswa pertukaran pelajar di Osaka University. Soal ini kapan-kapan saya ceritakan juga deh, nanti ceritanya melebar ke mana-mana. Pokoknya saat tahun baru saya pergi ke Tokyo aja.

Perjalanan ke Tokyo dari Osaka itu jaraknya sekitar 550 km. Ada beberapa pilihan: dengan shinkansen, pesawat, atau bis malam. Sebagai mahasiswa, tentu saja pilih bis malam yaa, hehe. Berhubung saya persiapannya mendadak, jadi hanya kebagian tiket yang mahal. Ng, sekali jalan sekitar Rp. 600-700 ribu. Tapi gapapalah, rawe-rawe rantas, malang-malang putung! hajar!

First Step

Bis malam di sini berhentinya ngga di stasiun, tapi mengambil di pinggir jalan gitu. Saya berangkat jam 11, dan sudah di lokasi sejak jam 10 malam. Di sana ada petugas dari perusahaan bus yang memakai seragam tertentu berdiri di trotoar. Kita tinggal lapor deh di sana. Wih, ternyata penuh! Ada sekitar 5 perusahaan bus yang berangkat dari daerah sana.
Suasana antri bis

Wah, post kali ini tampaknya sudah terlalu panjang, jadi disudahi dulu saja lah ya. Bersambung ke tulisan selanjutnya.

3 a.m

menahan diri itu sulit juga ya jendral! (rock)(gym)(rock)

Sunday, January 17, 2010

Soal Listrik Nih - Oleh-oleh dari Pameran Energi

Helo Frens! Duh, sebenernya gw bingung juga minggu ini mau nulis soal apaan. Yang lagi seru sih di TV soal Bank Century pleus tingkah Ruhut yang manggil Daeng ke Mr. JK dan bikin kesel orang2 Makasar, tapi gw males nulis soal gituan, hehe. Jadi, cerita soal ini aja deh.

Minggu ini gw dapet tugas dari kantor untuk jadi eksibitor di Pameran Energi yang diorganisir oleh CCF Bandung. Yang ikut pameran ada tiga, kantor gw, Total Indonesie, dan LEN. Nah, yang menarik, selain pameran, kita juga ada bedah kasus tentang energi di Indonesia. Ada beberapa hal yang bikin gw cukup berpikir. Tahukah anda sekalian (saah) bahwa tingkat elektrifikasi di negara kita yang gemah ripah loh jinawi ini baru sekitar 60% saja? Itu artinya, sekarang ini ada sekitar 100.000.000 (coba bayangin seratus juta nama orang biar kebayang banyaknya, Anton, Budi, Caca ..beuh banyak dah!) teman-teman kita yang sehari-hari hidup tanpa listrik! No listrik = no lampu di malam hari, no HP, no komputer, no internet (Gasp!), no TV.. no sinetron.. no infotainment (hm.. bagus juga :p), dan banyak lagi no no yang lain. Betul, kita bisa idup tanpa listrik, tapi pasti gw ga usah nyebutin lagi manfaat listrik buat hidup kita lah ya. Semua yang punya akses buat baca blog ini juga ngarti.

Nah, sebagai upaya memberi akses kepada mereka yang belum mampu dijangkau infrastruktur PLN (baca: PLN gak punya duit), banyak pihak memakai sumber swadaya. Misal: genset. Oh, mereka yang belum terjangkau ini belum tentu miskin lho. Di daerah Delta Mahakam, Kaltim sono misalnya. Mereka membayar solar untuk genset mereka berkisar antara 150rb - 850rb sebulan! Coba cek rekening listrik bulanan masing2, pasti kebanyakan di bawah itu deh. Lalu, untuk masyarakat yang belum mampu misalnya, pemerintah membagi-bagikan panel surya. Tahu ngga, berapa jatah untuk tiap rumah? Cukup 100 watt saja! (FYI, listrik dari panel surya itu mahal pisaan, perlu investasi awal 4$/watt). Tapi penduduk begitu lega saat pertama kali mendapat jatah listrik itu. Bahkan sampe ada yang teriak "Merdeka!!" segala lho. Duh, jadi malu gw yang kadang-kadang masih tidur dengan membiarkan komputer + stereo gw nyala. Itu sih udah jelas2 tembus 100 watt.. doh, tobat2.

Okelah, mungkin segitu dulu dr gw, dah laper, hehe. Jadi masalah listrik ini emang masih jadi PR yang besar buat kita, terutama pemerintah. Moga2 dengan terpilihnya Dahlan Iskan (check his writings here! I like this guy) sebagai dirut PLN yang baru masalah ini bisa lebih teratasi.

Sunday, January 10, 2010

Biaya Pendidikan, Siapa yang Menanggung?

Heihei ho, pa kabar semua? Sekali-sekali saya mau nyoba nulis yang serius2 dikit ah.

Saat membeli barang, saya ini termasuk tipe orang yang percaya dengan kata-kata: "ada rupa, ada harga". Kalau barangnya bagus, ya wajar kalau mahal. Mungkin itu juga sebabnya saya jarang tertarik dengan kata diskon di toko-toko, hehe.

Terus gimana dengan pendidikan? So pasti kita semua perlu pendidikan. Bukan cuma sembarang pendidikan, tapi pendidikan yang bagus dan berkualitas. Dan jelas itu perlu biaya yang tidak sedikit. Terus, dari mana dong duitnya? Hmm.. mari kita tengok siapa aja yang kira-kira bisa kita palakin! (kapitalis mode ON)

1. Si Siswa sendiri
Ya jelas doooong lha wong yang bakal mendapat manfaat langsung dari pendidikannya si siswanya ini. Jadi harusnya dia yang bayar biayanya, betul?

2. si orang tua siswa
Hm, kenapa ya orang tua yang harus nanggung biaya pendidikan? karena cinta, jelas, tapi let's put that aside . Tapi manfaat apa yang bisa didapet orang tua kalo anaknya pinter? Well, dengan anaknya jadi orang sukses mungin orang tua bakal kecipratan juga. Mungkin hari tuanya lebih terjamin? hmm

3. Alumni
Ngapain si alumni musti ngebayarin adek kelasnya yang masih culun? Hm, kalau menurut gw, dengan semakin tinggi kualitas (dan terutama gengsi) dari almamaternya, maka tentu alumni juga merasakan manfaat. Dia akan punya nilai lebih sebagai alumni dari almamater top.

4. Negara a.k.a para pembayar pajak
Saya ngga mau bilang negara harus menjamin pendidikan rakyatnya karena UUD45 mengamanatkan blablabla. Kata saya, itu sih sama aja bilang, because your mother said so! dengan semakin tingginya tingkat pendidikan, seharusnya kemakmuran suatu negara dan masyarakat juga semakin tinggi. Jadi, IMO komponen ini nih yang harus ambil porsi semakin gede.

5. Dunia Industri
Yops, sebagai user dari para tenaga kerja terdidik dan terlatih ini, seharusnya mereka juga turut andil dalam pendidikan dong! betul-betul?


Yak, menurut saya itulah sumber2 dana yang bisa kita korek2 kalau kita mau majuin pendidikan. Yang ideal, seharusnya semua pihak mengambil porsinya masing2 kali ya.. Menurut kalian gimana?

Wednesday, January 06, 2010

9th prime

astaga waktuuu, jangan lari2 mulu dong! nyante dikit nape

Monday, January 04, 2010

tema 2010: DECISIONS!


2010, semacam sebuah resolusi

Nyambung post sebelumnya, biasanya saya bikin sebuah resolusi di tahun baru. Tapi, entahlah di tahun ini, saya merasa bahwa tahun ini akan menjadi tahun yang penuh dengan pilihan dan pengambilan keputusan. Jadi, yah,, belum tahu deh rencana saya untuk tahun ini, hehehe. Jadi, buat yang kecil2 aja ya..

1. SPORT! perbaiki stamina, jogging minimal seminggu sekali! tuh udah ilang sixpacknya (FYI, I had six pack abs once! :P)
2. NABUNG! udah cukup hura2nya. Nabung sampe minimal XXXXXX lah! keknya harus mulai ngumpulin modal nikah nih, LoL! Tapi, ngga tau deh kalo kepake bisnis,,
3. SEMANGAT! bikin semua bocah2 tu heran dengan semangat lo. Now you have all the reason you need right?
4. www.beasiswa3.org > Besarkan proyek ini!
5. Ikutan DELF A1,, mungkin A2 kalo bisa..
6. Biasakan pulang teng go! hehe, bukan berarti males2an. Artinya kerja kudu lebih efektif ini, jgn ngabisin waktu buat kerjaan doang (udah dimarahin emak mulu nih, hehe)
7. Bikin kronik 2010. Jadi, liat di pojok kanan atas ada album Picasa? ntar bakal ada sub album kronik 2010, di mana gw bakal naro gambar2 milestone gw di tahun ini.
8. Ayoh2, banyak2 nulis di blog, ng.. seminggu sekali lah ya.. Nulis itu menyentuh hati dan mengasah logika, saaah, hehe


Udah deh, itu aja dulu. So friends, what does 2010 mean to you?
Oh, gambar di atas kenang2an dari perayaan tahun baru kemarin, diambil dari kamera saku saya :D

lets cheer for last year

2009, What a Year!

Uwaawww.. udah 2010 aja pemirsa! Pertama saya ucapkan selamat tahun baru 2010, semoga tahun ini menjadi tahun yang baik untuk kita semua, amiiin :D.

Yak, sebelum memulai tahun ini, sesuai tradisi, mari kita tengok ke belakang, sebenernya udah ngapain aja sih saya setahun ini. Untuk awalnya mari kita tengok, apa kabar dengan resolusi 2009?


1. Get a job! A job that offer you chance to develop in a short time. Since the job will be just temporary before you get a scholarship. done. I have been developing so much and unexpectedly the payment is quite good too, hehe.
2. Learn foreign language besides English! Japanese is a must. France, German, or Dutch is an optional. in progress.. but i scrapped the Japs,, couldn't find the time
3. Be more dicipline with your push-up and sit-up daily menu! FAILED gyahaha,,
4. Rise early! Don't be late for subuh prayer! berhasil! rise always early, but sometimes sleep too early too (doh)
5. Of course, search a scholarship! One way or another, you WILL do your master in 2010! apply early! have done my best! God, please help me..
6. Be iBT certified! already am :D
7. It's a long and steep path ahead, but maintain your passion ok! well,, it's not like i missed this one, but i can do better

Hemm,, cukup bagus kalo saya bilang, tapi saya merasa saya kurang memberikan yang terbaik tahun ini.

Di akhir tahun, i had my moment of truth *jengjengjeng*! Tentang apa? sowwy,won't tell u guys :P. Hints: well,, i kinda break my vow.. Saya tahu bahwa ngga baik untuk tidak konsisten. Tapi saya pikir dan saya merasa saya lebih salah if i let this thing just slide as it is. And i'm glad had that moment :D (hope you are too!:) )

Dan 2009 saya tutup dengan liburan akhir tahun yang penuh pengalaman dan teman baru. Thx guys!