Saturday, May 07, 2011

Tentang Idealisme

Sering orang bilang, "Hidup itu harus punya idealisme!". Tapi, apa sih sebenarnya idealisme itu?

Kalau menurut KBBI daring:

ide·al·is·me /idéalisme/ n 1 aliran ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami; 2 hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; 3 Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dng kenyataan
Err,, jadi? Kalau ngerasa bingung bacanya, sama, saya juga bingung, hahahhaa.

Menurut saya sih, idealisme itu adalah pandangan kita soal bagaimana seharusnya keadaan berjalan. Err, bingung juga? Hahaha susah ngindonesiainnya. Maksudnya: "our view about how things are supposed to be" . Bukannya ga cinta tanah air atau begimana, kadang saya lebih gampang mengekspresikan ide dalam bahasa inggris.

Jadi misalnya, kalau masuk bis transjakarta kamu berpendapat bahwa kita seharusnya antri dan menghormati orang yang datang sebelum kita, nah! Itu idealisme!

Benar, idealisme tidak harus yang besar-besar, tapi dimulai dari cetek2 dulu juga tidak apa-apa. Tidak apa-apa pula kalau kita belum bisa melaksanakan idealisme kita. Yang penting, selama kita masih berpikir bagaimana yang seharusnya, itu sudah bagus. Jangan asal "ah, biasanya juga gini". Kalo kata orang, "Only dead fish goes with the flow."


Mumpung lagi ngomong idealisme, saya mau curhat tentang idealisme ultimate saya. Menurut saya Indonesia seharusnya menguasai teknologi yang mumpuni, sehingga tidak harus memperkosa kekayaan alamnya seperti sekarang hanya untuk mengisi perut rakyatnya. Saya sepakat kekayaan alam itu harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan kita. Cuma sebisa mungkin kita buat nilai tambah sebesar2nya. Untuk itulah kita perlu yang namanya SDM yang mumpuni, tsaaah.

Ok demikianlah. Jadi, apa idealisme kamu? Share dong, baik yang kecil maupun yang besar :)

2 comments:

Adit B Goode said...

Hahaha...
Mantab lah tulisannya...
Emang sih sekarang jarang orang yg ga punya idealisme...
Jadi inget kata Soe Hok-gie “Di Indonesia hanya ada dua pilihan. Menjadi Idealis atau Apatis. Saya sudah lama memutuskan bahwa saya harus menjadi idealis, sampai batas-batas sejauh-jauhnya.”
Aku juga bakal pilih pilihan yang sama.
"Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan"

taufiq said...

wah kalo aku sih lebih baik banyak teman daripada menyerah pada kemunafikan, hehehe.

banzai!