Thursday, May 05, 2011

Evaluasi Paragraf

Hai2! Jumpa lagi dengan saya di WaruBlog English Corner :D.

Oke, jadi misalkan kamu sudah membuat sebuah paragraf. Tentu sudah oke dong menurut kamu? Hoho, mari kita cek lagi secara sistematis.

Oh, sebelum mulai, saya ingin berbagi sesuatu yang dosen saya katakan di kelas technical writing saya: belajar menulis teknis itu berbeda dengan belajar grammar! Tujuan belajar grammar adalah,, well,, mempelajari grammar yang benar sebanyak-banyaknya (duh!), sedangkan tujuan belajar menulis teknis adalah, mempelajari langkah-langkah sistematis untuk menulis teknis. Kadang-kadang dalam technical writing, tidak apa-apa menulis dengan grammar yang tidak 100% legal. Yang penting clear dan concise!

Ok, back to topic. Langkah-langkah untuk mengevaluasi paragraf yang dibuat adalah:

1. Perhatikan struktur paragrafnya.
Apa tujuan paragraf yang ditulis? Apakah jenis paragrafnya, apakah paragraf deskripsi, sebab-akibat? Cek juga logika antar kalimatnya. Misalkan, kalau menulis dengan pola umum -> khusus, pastikan urutannya benar.

2. Cek soal pengulangan "noun" alias Noun Repetition (NR)
Kita sering mengulang2 suatu "konsep kata benda" atau "noun concept" dalam satu paragraf dengan kata yang berbeda-beda. Pastikan perbedaan ini tidak membingungkan pembaca. Untuk noun concept yang kompleks, misalkan yang berupa frasa yang panjang, tidak perlu disebutkan secara lengkap bila ingin diulang. Hal tersebut malah akan membingungkan pembaca. Misal:
The all new Mercedes car which can go 0-60 mph in 3 seconds is very attractive. The car was introduced in Bandung International Motorshow last week.

3. Terakhir, baru cek dengan 4 aturan yang disebutkan pada post pertama.

Urutan pengecekannya harus seperti itu. Percuma bila kita mencoba memperbaiki pargraf menggunakan 4 aturan kalau logika paragrafnya ngaco. Jadi jangan dibalik2 yak!

Bonus tips:
Kata "respectively" hanya digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua daftar noun dengan jumlah item yang sama. Misal: The composition of sugar, flour, and air within this snack are 10%, 20%, and 70% respectively. Selain untuk fungsi tersebut, jangan gunakan kata respectively, ok ;)

Ok, sekian dari saya, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di episode berikutnya :D

p.s. ya ya, saya masih utang janji untuk menerangkan soal 4 aturan dengan detail. Saya masih mencari cara yang pas untuk menerangkannya dalam bahasa Indonesia. Sulit ternyata.

Saturday, April 30, 2011

Vending Machine

Kemarin, saat saya makan siang dengan teman2 lab, seorang kawan dari Vietnam bertanya: "Hei, biasanya perusahaan apa yang membuat vending machine (VM)?" Kawan korea menjawab: "Yah, kurang tahu juga, biasanya perusahaan kecil sih". Teman Vietnam tadi, dengan wajah terkejut, "Oh ya, perusahaan kecil bisa membuat VM? Di negara saya tidak ada perusahaan yang bisa membuat VM, akibatnya VM tidak populer di sini"



Benarkah itu alasannya? Saya kira bukan. VM kan ga susah susah amat bikinnya. Tapi saya jadi berpikir, kira2 kenapa ya VM belum juga populer di negara kita? Iya kan? Seumur-umur, di Indonesia cuma lihat VM di Bandara Soetta saja. Ada beberapa alasan yang lewat di kepala:
1. Harga mesin relatif mahal dibanding harga barang yang dijual (minuman kaleng, makanan), jadi balik modalnya lama
2. Resiko vandalisme
3. Pasokan listrik yang kurang lancar (seharusnya di kota2 besar sih sudah tidak lagi, bravo PLN)
4. "Harga" tenaga kerja yang relatif murah, sehingga mending jual pake orang aja daripada pake mesin.
5. Budaya masyarakat yang kurang merawat uang kertasnya. Coba liat dompet anda, dekil2 kan isinya? Jadi uang kertas susah terdeteksi di mesin

Baru itu yang kepikiran. Ada yang mau nambahin?


Foto diambil dari @10's Photostream

Monday, April 25, 2011

Menulis Teknis dalam Bahasa Inggris.

Selama kuliah di POSTECH, saya wajib mengambil kelas Bahasa Inggris. Ada banyak pilihan . Sebenarnya pada awalnya saya malas, ah buang2 waktu saja, Bahasa Inggris kan bisa belajar sendiri. Tetapi saya salah! Banyak banget ilmu yang didapat dari kelas ini.

Karena rasanya sayang kalau cuma berakhir di saya saja, saya akan coba share di blog. Sebelumnya coba sok2an bikin kultwit, tapi selalu saja lagi asik ngetwit keseling sesuatu. I must warn you though, don't expect too much. Saya tidak akan terlalu mempersiapkan dengan khusus, hanya mengulang apa yang saya ingat saja dari kelas :P

Ok, untuk edisi awal saya mulai sedikit saja.

Inti dari menulis teknis itu adalah harus CLEAR dan CONCISE. CLEAR, artinya harus jelas dan tidak multitafsir. Boring? So what!

CONCISE artinya seringkas mungkin. Pada dasarnya tulisan ilmiah itu materinya sudah "berat", jangan ditambah2i dengan kata2 tak perlu.

Lalu dalam menulis karya ilmiah dalam bahasa inggris, ada empat aturan yang bisa sangat membantu dalam menghasilkan karya yang berkualitas.

#1. Tulis informasi yang sudah diketahui pembaca sebelum informasi baru. Informasi lama sebelum informasi baru. Old noun before new noun.
#2. Taruh "topical noun" pada subjek.
#3. Ada banyak varian dari aturan ini. Intinya adalah kalau kalimat yang dibuat panjang, buat agar pembaca dapat memenggalnya menjadi bagian-bagian bermakna.
#4. English loves verbs. Pilih verbs yang kuat.

Aturan #1 dan #2 adalah hukum. You break it, you go to jail. Aturan #3 dan #4 adalah untuk optimisasi. Tidak jelas? hohoho, pastinya. Ini kan teaser saja :p. Nantikan episode selanjutnya!

Saturday, April 16, 2011

Cherry Blossom

Yak, tahun ini saya akhirnya pertama kali bisa melihat sakura secara langsung. Yah, di sini bukan sakura sih namanya, tapi 벚꽃 (Beot kkot).

Di budaya Jepang (dan ditularkan ke korea), melihat sakura jadi acara yang rutin tiap tahun. Sakura dipandang sebagai cerminan kehidupan manusia yang rapuh, singkat, dan,,, indah. Awalnya saya bingung, iya sih,, bagus. Tapi itu kan pohon. Kalo dari kecil udah liat ya pasti udah ngga aneh lagi. Kecuali kalo macem awa yang turis ndeso ini :p.

Tapi melihat sakura yang berguguran setelah cuma seminggu mekar, rasanya saya cukup mengerti.

"berapa kali lagi ya saya masih bisa melihat mekarnya sakura?"

Sunday, March 13, 2011

Pray for Japan

Hari Jumat (11 Mar) lalu, terjadi gempa dahsyat di perairan dekat pantai Sendai, Jepang. Kabar ini saya ketahui nyaris instantly saat kejadian dari status YM teman saya di Jepang. Segera saya browsing2, dan ketemu kabarnya dari social media Twitter. Ternyata pusat gempa berada di dekat Kota Sendai. Saya ingat ada satu teman dekat saya, Haris, sedang studi di sana. Segera saya tengok YM, dia offline. Saya minta teman di Osaka untuk menelpon dia, tak tersambung. OK, saya pikir, mungkin suasana masih tidak kondusif di sana.

Satu jam setelah kejadian, tersiar kabar tsunami. Lihat tayangannya via internet stream sungguh mengerikan. Mulai kepikiran soal Haris, sepanjang sore itu pekerjaan saya cuma menyimak berita dan memantau kabar dari teman2. Akhirnya dapat kabar dari Haris via fb. Dia tidak apa-apa dan sedang berada di tempat pengungsian. Saluran telpon putus tetapi mobile internet masih bisa digunakan. Hail technology!

Gempa juga terasa di Tokyo. Dari teman yang bekerja di sana, saluran telpon juga putus, tetapi tidak ada kejadian signifikan lagi. Subway diberhentikan sementara, akibatnya penumpang terlantar. Seorang teman yang lain harus berjalan belasan km karena ini. Ada video yang menampilkan gedung-gedung tinggi yang bergoyang saat gempa. Ini menunjukkan bangunan-bangunan tersebut sudah dirancang untuk menyalurkan energi saat gempa, jadi cuma goyang aja. Amazing!

Saat ini, dua hari setelah kejadian. Alhamdulillah tidak ada teman yang kenapa-kenapa. Berbagai media menayangkan akibat gempa Jepang, di antaranya di sini. Korban jiwa sampai saat ini mencapai lebih dari 200 orang, sementara ribuan orang tidak dapat dihubungi. Daerah terparah antara lain di Ikeba dan Miyagi. Reaktor nuklir Fukushima juga dikabarkan mengalami kondisi kritis, semoga dapat terkendali. Bagaimana dengan rencana pembangunan reaktor di Indonesia? Apa kita sudah siap dengan rencana saat terjadi bencana?

Mari doakan teman-teman di Jepang, semoga dapat segera melewati bencana ini. Tentu doa saja tidak cukup. Saya dengar ada teman-teman dari Indonesia Emergency Responder yang akan berangkat ke Jepang Senin nanti, Salut!