Happy birthday to me! Yeaay. Hahahah. Ga kerasa nih, udah 27 ajah. Alhamdulillah, masih di kasih umur sama yang di atas sampai hari ini.
Di tahun ini, saya pingin menghadiahi diri sendiri dengan agak beda. Hari ini saya melakukan launching blog saya: KodeKereta.com . Blog ini berisi catatan-catatan saya selama mempelajari framework pemrograman web Ruby on Rails. Fungsi utama blog ini buat catatan pribadi saya, tapi pasti bermanfaat juga buat orang lain, hehe. Sekalian silaturahmi juga sama sesama pengguna Rails.
Target saya nulis di sana 2x seminggu. Semoga kesampaian deh ya. Buat yang mau belajar programming, yok join di sana!
Showing posts with label technopreneur. Show all posts
Showing posts with label technopreneur. Show all posts
Monday, January 06, 2014
Saturday, September 10, 2011
Ide Startup: Pancakaki
Melihat foto-foto lebaran tahun ini (karena tidak mudik jadi hanya bisa melihat foto saja, huhu) saya jadi sadar betapa besar keluarga saya. Padahal itu baru dari pihak ayah saja. Ternyata, banyak wajah-wajah yang saya tidak kenali, terutama sepupu-sepupu dan ponakan baru yang masih kecil. Ups.
Saya pikir banyak orang Indonesia yang merasa seperti saya. Jadi terpikir, bagaimana kalau ada sebuah website di internet yang bisa fasilitas untuk menyusun silsilah keluarga. Bayangan awalnya bisa seperti myheritage.com , tapi disesuaikan dengan keadaan orang Indonesia. Misalnya, aturan nama keluarga yang beragam (ada marga, klan, nama dengan satu kata) dsb. Tapi yang paling saya inginkan adalah fitur untuk berbagi silsilah keluarga yang dibuat dengan orang lain dengan mudah. Mungkin bisa seperti cara berbagi GoogleDocs, dimana semua orang yang tahu linknya dapat mengedit.
Oke, sekian ide dari saya. Seperti biasa, kalau ada yang ingin mengaplikasikan monggo. Kalau saya mengaplikasikan ide ini, akan saya beri nama pancakaki.com!
Saya pikir banyak orang Indonesia yang merasa seperti saya. Jadi terpikir, bagaimana kalau ada sebuah website di internet yang bisa fasilitas untuk menyusun silsilah keluarga. Bayangan awalnya bisa seperti myheritage.com , tapi disesuaikan dengan keadaan orang Indonesia. Misalnya, aturan nama keluarga yang beragam (ada marga, klan, nama dengan satu kata) dsb. Tapi yang paling saya inginkan adalah fitur untuk berbagi silsilah keluarga yang dibuat dengan orang lain dengan mudah. Mungkin bisa seperti cara berbagi GoogleDocs, dimana semua orang yang tahu linknya dapat mengedit.
Oke, sekian ide dari saya. Seperti biasa, kalau ada yang ingin mengaplikasikan monggo. Kalau saya mengaplikasikan ide ini, akan saya beri nama pancakaki.com!
Label:
technopreneur
Friday, July 01, 2011
ide startup: angkotpedia
Oke, gara-gara kemarin nemu app Komutta, saya jadi kepikiran satu ide buat sebuah web-startup: angkot-pedia ! Prinsipnya, saya bayangkan gabungan dari konsep wikipedia dan gmap, dimana tersedia sebuah peta suatu kota, dan setiap pengunjung dapat menggambar rute angkot yang berjalan di kota itu. Ini bakal bermanfaat bukan hanya untuk orang dari luar kota tersebut, tapi juga untuk penduduk yang biasa menggunakan kendaraan pribadi tapi mendadak harus memakai angkutan umum.
Tiap jenis angkot dapat menggunakan garis berwarna berbeda, dengan tanda panah untuk rute yang tidak dua arah. Mungkin dapat juga ditambahkan fitur komentar untuk keterangan tambahan, misal: angkot hanya sampai pukul 8 malam.
Dengan website ini, pengunjung dapat melihat angkot apa saja yang melintas di jalan tersebut, dan dimana harus mengganti angkot. Dengan menelusuri garis rute angkot, pengunjung juga dapat tahu di mana harus berganti angkot. Sederhana!
Buat siapapun yang membaca tulisan ini dan terpanggil merealisasikannya, monggo silahkan! Secara teknis saya tidak tahu cara buatnya, tapi saya akan senang kalau melihat ada yang merealisasikan ide ini :D
Tiap jenis angkot dapat menggunakan garis berwarna berbeda, dengan tanda panah untuk rute yang tidak dua arah. Mungkin dapat juga ditambahkan fitur komentar untuk keterangan tambahan, misal: angkot hanya sampai pukul 8 malam.
Dengan website ini, pengunjung dapat melihat angkot apa saja yang melintas di jalan tersebut, dan dimana harus mengganti angkot. Dengan menelusuri garis rute angkot, pengunjung juga dapat tahu di mana harus berganti angkot. Sederhana!
Buat siapapun yang membaca tulisan ini dan terpanggil merealisasikannya, monggo silahkan! Secara teknis saya tidak tahu cara buatnya, tapi saya akan senang kalau melihat ada yang merealisasikan ide ini :D
Label:
technopreneur
Wednesday, May 18, 2011
Kerennya Android
Oke, disclosure dulu: Saya adalah pemilik smartphone android, dan saya sangat puas dengan smarthphone saya :D
Akhir-akhir ini saya melihat bahwa smartphone berbasis android semakin lama semakin populer. Sebagai seorang techno-enthusiast, saya ikut berpikir, kira-kira apa ya yang membedakan dia dengan yang lain? Menurut saya, perbedaan mendasar adalah android OS bersifat Open Source, walaupun untuk menggunakan merek "android" harus mendapatkan sertifikat kompatibilitas dari google.
Terus kalau open source kenapa? Open source menyebabkan cepatnya para pembuat HP mengadaptasi android sebagai OS perangkat mereka. Ini membuat android menjadi "windows"nya smartphone secara de facto. Ironis, mengingat windows sudah jauh lebih dulu mengembangkan sistem operasi mobile. Terdapatnya OS standar de facto ini membuat para pengembang aplikasi tidak perlu susah-susah memport aplikasinya untuk berbagai tipe handset, cukup buat versi android. Analoginya di PC, tidak perlu membuat software untuk Dell, HP, Compaq, Acer, dsb, cukup buat software untuk windows. Akibatnya pertumbuhan aplikasi android sangat cepat. Pengguna yang merasa membutuhkan manfaat dari tersedianya berbagai aplikasi akan terdorong untuk memilih android. Itulah faktor pendorong utama kepopulerannya, menurut saya lho ya.
Mengapa adaptasi android di Indonesia tidak secepat di luar negeri? Hmm, kurang tahu juga. Tebakan saya adalah karena masyarakat kita penggemar keypad QWERTY, sementara (saat ini) model smartphone android yang tersedia ber UI touchscreen. Tapi dengan berjalannya waktu dan munculnya berbagai model smartphone android, popularitasnya pasti akan semakin meningkat.
Demikian menurut saya kenapa android populer, dan akan makin populer. Untuk para pegiat IT tanah air, semoga tidak kecolongan menangkap pasar baru android lokal kita.
Akhir-akhir ini saya melihat bahwa smartphone berbasis android semakin lama semakin populer. Sebagai seorang techno-enthusiast, saya ikut berpikir, kira-kira apa ya yang membedakan dia dengan yang lain? Menurut saya, perbedaan mendasar adalah android OS bersifat Open Source, walaupun untuk menggunakan merek "android" harus mendapatkan sertifikat kompatibilitas dari google.
Terus kalau open source kenapa? Open source menyebabkan cepatnya para pembuat HP mengadaptasi android sebagai OS perangkat mereka. Ini membuat android menjadi "windows"nya smartphone secara de facto. Ironis, mengingat windows sudah jauh lebih dulu mengembangkan sistem operasi mobile. Terdapatnya OS standar de facto ini membuat para pengembang aplikasi tidak perlu susah-susah memport aplikasinya untuk berbagai tipe handset, cukup buat versi android. Analoginya di PC, tidak perlu membuat software untuk Dell, HP, Compaq, Acer, dsb, cukup buat software untuk windows. Akibatnya pertumbuhan aplikasi android sangat cepat. Pengguna yang merasa membutuhkan manfaat dari tersedianya berbagai aplikasi akan terdorong untuk memilih android. Itulah faktor pendorong utama kepopulerannya, menurut saya lho ya.
Mengapa adaptasi android di Indonesia tidak secepat di luar negeri? Hmm, kurang tahu juga. Tebakan saya adalah karena masyarakat kita penggemar keypad QWERTY, sementara (saat ini) model smartphone android yang tersedia ber UI touchscreen. Tapi dengan berjalannya waktu dan munculnya berbagai model smartphone android, popularitasnya pasti akan semakin meningkat.
Demikian menurut saya kenapa android populer, dan akan makin populer. Untuk para pegiat IT tanah air, semoga tidak kecolongan menangkap pasar baru android lokal kita.
Label:
technopreneur
Saturday, April 30, 2011
Vending Machine
Kemarin, saat saya makan siang dengan teman2 lab, seorang kawan dari Vietnam bertanya: "Hei, biasanya perusahaan apa yang membuat vending machine (VM)?" Kawan korea menjawab: "Yah, kurang tahu juga, biasanya perusahaan kecil sih". Teman Vietnam tadi, dengan wajah terkejut, "Oh ya, perusahaan kecil bisa membuat VM? Di negara saya tidak ada perusahaan yang bisa membuat VM, akibatnya VM tidak populer di sini"

Benarkah itu alasannya? Saya kira bukan. VM kan ga susah susah amat bikinnya. Tapi saya jadi berpikir, kira2 kenapa ya VM belum juga populer di negara kita? Iya kan? Seumur-umur, di Indonesia cuma lihat VM di Bandara Soetta saja. Ada beberapa alasan yang lewat di kepala:
1. Harga mesin relatif mahal dibanding harga barang yang dijual (minuman kaleng, makanan), jadi balik modalnya lama
2. Resiko vandalisme
3. Pasokan listrik yang kurang lancar (seharusnya di kota2 besar sih sudah tidak lagi, bravo PLN)
4. "Harga" tenaga kerja yang relatif murah, sehingga mending jual pake orang aja daripada pake mesin.
5. Budaya masyarakat yang kurang merawat uang kertasnya. Coba liat dompet anda, dekil2 kan isinya? Jadi uang kertas susah terdeteksi di mesin
Baru itu yang kepikiran. Ada yang mau nambahin?

Benarkah itu alasannya? Saya kira bukan. VM kan ga susah susah amat bikinnya. Tapi saya jadi berpikir, kira2 kenapa ya VM belum juga populer di negara kita? Iya kan? Seumur-umur, di Indonesia cuma lihat VM di Bandara Soetta saja. Ada beberapa alasan yang lewat di kepala:
1. Harga mesin relatif mahal dibanding harga barang yang dijual (minuman kaleng, makanan), jadi balik modalnya lama
2. Resiko vandalisme
3. Pasokan listrik yang kurang lancar (seharusnya di kota2 besar sih sudah tidak lagi, bravo PLN)
4. "Harga" tenaga kerja yang relatif murah, sehingga mending jual pake orang aja daripada pake mesin.
5. Budaya masyarakat yang kurang merawat uang kertasnya. Coba liat dompet anda, dekil2 kan isinya? Jadi uang kertas susah terdeteksi di mesin
Baru itu yang kepikiran. Ada yang mau nambahin?
Foto diambil dari @10's Photostream
Label:
technopreneur
Subscribe to:
Posts (Atom)