Tuesday, October 31, 2006

Hoy semuanya!! Wah,, maapkan atas kevakuman yang tiada ada disertai kabar ini. Sibuk uyy…

Well, Sekarang mah, saya cuman pengin mengucapkan:

Selamat Idul Fitri 1427 H!

Semoga perjuangan kita selama sebulan penuh ini menjadikan kita manusia yang lebih baik. Dan, mohon maap kalo kita ada salah-salah ye!

Sunday, October 15, 2006

serenity prayer

God, grant me serenity to accept things that i can't change, courage to change things that i can change, and wisdom to know the difference..


-abah Rama-

Wednesday, October 04, 2006

Vertical Limit

Di pegunungan nun tinggi. Kamu, ayahmu, dan adik perempuanmu terkatung-katung pada seutas tali yang hanya tertopang oleh satu pasak yang nyaris lepas, tak kuat menahan beban kalian bertiga.

Di bawahmu, ayahmu, seorang pendaki berpengalaman berteriak
"Potong talinya, lepaskan ayah! Kamu mau kita semua mati??!!! Lakukan untuk adikmu!!"
di atasmu adikmu berteriak
"Jangan potong! Aku pasti bisa memasang satu pasak lagi untuk menahan kita!"


3 detik untuk mengambil keputusan
Pisau ada di tanganmu, apa yang akan kau lakukan?

Saturday, September 30, 2006

HR Management, Part 2

... sambungan tulisan sebelumnya, bagian kedua dari 2 tulisan

humm, atow begini. Gw pernah denger tentang perusahaan yang mendiamkan pegawainya yang tidak berkembang. Mereka biasa disebut deadwood (kalo english kamu not so good dan males ngambil kamus, itu artinya "kayu mati"=P). Lho? enak dong, ga usah berprestasi juga ga apa-apa ini. Oh yaa? Coba bayangin, enak ga kalo misalnya kamu didiemin ama pacar kamu? (alah, jauh amet contohnya Pik!). Oke, mari kita lihat apa yang terjadi. Emang kamu masih dipekerjakan perusahaan, tapi kamu bakalan ditempatkan di tempat yang itu-itu aja.. dan pekerjaan yang itu-itu aja (dan tentunya bayaran yang segitu-segitu doang!), selama bertahun-tahun. Kalo ada kenaikan.. yaaa dikit-dikitlaah. Mau kayak gitu, haaaa? Ane si ogah!

Nah, sekarang alasan yang terakhir. Mungkin yang ini agak subjektif dan sentimentil (halah!). Gw pernah terbangun jam satu pagi, dan menemukan ayah gw termenung sendirian dengan dua lembar kertas di tangannya. Gw tanya, "Ngapain Pak?". Kemudian kertas itu dikasiin ke tangan gw. Didalamnya sebuah checklist yang berisi nama-nama, sebagian besar diberi tanda. "Ini Mas, dulu, waktu ada perumahan besar-besaran di IPTN..." (ooh, rupa2nya ayah gw ini sedang tenggelam dalam kenangan) ".. Bapak disuruh mutuskan siapa2 aja yang harus keluar". FYI, waktu itu IPTN (sekarang PT.DI, red) merumahkan > 10.000 karyawannya, dan memanggil kembali (maap, ingatan saya agak berkarat soal ini). Terus ayah melanjutkan "Waktu itu Bapak bener-bener pusing. Soalnya sebagian besar itu kawan-kawan Bapak sendiri. Weuh, berhari-hari Bapak gak tidur Mas, ampir gila" Naaah, kalo ujung2nya kayak gini kan sama-sama ga enak. Gw gak mau kalo nanti manajer2 gw ampe gak bisa tidur behari-hari. (lagak lo... uda berasa bos aje)


*membaca kembali tulisan sendiri
hey! keren juga tulisan gw kali ini yak! hwehehe


Terkadang, kebaikan hati bisa menjerumuskan. Kenyatan bisa pahit, tapi, jangan jadi pecundang karenanya. Percayalah pada Tuhanmu.

HR Management, Part 1

Sebuah cerita dari kelas manajemen..
(knapa klas manajemen, karena kalo gw cerita kelas fisika kuantum dan nano gw, terlalu menyeramkan!! hwehe)


Jack Welch, saat menjabat sebagai direktur GE, membagi para pegawainya menjadi 3 golongan. Yang berkinerja baik, sedang dan buruk. Kemudian, dia memaksa para manajernya untuk mengeluarkan 10% dari bawahan mereka yang dinilai berkinerja buruk, tiap tahun. Dengan demikian, perusahaan dapat mencari tenaga-tenaga segar yang baru dan mengurangi beban perusahaan.

Seorang rekan kemudian bertanya, "Pak, apakah itu tidak terlalu kejam? Mereka kan juga punya keluarga yang harus dihidupi?"

Sang pengajar, yang merupakan seorang alumni, kini menjabat sebagai salah satu staf direksi di Ceres (itu loh.. meyses!), menjawab bahwa saat ini ada, walaupun sedikit, perusahaan yang memperhatikan aspek sosial, dengan CSR, Employee Relation, dsb.

hmm, kalau gw, secara tegas akan menjawab, itu tidak kejam! (beuh, dingin banget gw yak!) Kenapa? Sebab, (sebagaimana gw pernah membaca tulisan Jack Welch) bila perusahaan memilih bersikap "baik" dan membiarkan orang-orang yang menjadi "beban" perusahaan, maka suatu saat perusahaan akan memngalami kesulutan dan "dipaksa" untuk mengurangi jumlah pegawainya. Saat hal itu terjadi, orang-orang yang menjadi "beban" inilah target pertamanya. Bayangkan, suatu saat Bos memanggil kamu, (misalkan kamu ni orang yang ga produktif, kan misalkaan). "Don (atau masukkan nama kamu di sini), maaf, tapi kamu harus keluar dari sini". Kamu kemudian berekasi "Apa? Kenapa saya? Saya sudah lebih dari 20 tahun bekerja di sini dan tidak ada masalah!" (ngga ada masalah ndasmu!). Akhirnya kamu, dengan beban keluarga yang harus dinafkahi, dan usia yang beranjak senja (halah, mungkin sekitar 45 ato 50 gituu), terpaksa memasuki pasar lapangan kerja yang amat sangat keras itu. Naaaah, itu baru KEJAM! Coba kalo hal itu dilakukan 10 atau 15 tahun lalu, mungkin kamu masih bisa banting setir dan mencoba sesuatu yang baru, betul?



... bersambung, bagian pertama dari 2 tulisan (seakan-akan di koran-koran)