Selama ini Bangsa Barat (Amerika Utara, Eropa, Australia) dikenal sebagai bangsa-bangsa yang termakmur di dunia. Niall Ferguson dalam presentasi TED ini mencoba mengungkap penyebabnya.
Menurutnya, kuncinya bukan ada di:
1. letak geografis (Jerman Barat vs Jerman Timur)
2. karakter bangsa (Korea Utara vs Korea Selatan)
tapi, kuncinya ada di hal-hal berikut ini:
1. Kompetisi
2. Revolusi ilmu pengetahuan
3. Hak kepemilikan tanah (properti)
4. Obat-obatan modern
5. Masyarakat konsumen
6. Etos kerja
Terus terang banyak yang saya kurang sreg dengan presentasi Niall Fergusen ini.Misalnya poinnya bahwa imperialisme tidak berpengaruh banyak terhadap kemajuan bangsa berat. Kita sebagai bangsa yang mengalami penjajahan tentu mengerti benar betapa banyak kita telah dirampok.
Walau begitu, kunci-kunci yang disebutkan Fergusen memang benar telah banyak menyumbang kemajuan dan kemakmuran bangsa barat. Tidak ada salahnya kita belajar juga dari hal ini. Tidak ada salahnya menjadi makmur kan?
Di akhir presentasi, Fergusen menunjukkan fakta yang menarik: sekarang perbedaan kemakmuran antara bangsa Asia (yang dimotori oleh Cina, India dan Korea, kapan Indonesiaa~) semakin sempit. Diyakini bahwa dalam jangka waktu hidup kita, pergeseran kekuasaan dunia akan terjadi. Menarik! Seperti yang sudah sering saya bilang: we live in a very interesting era! ;)
Taufiq-yangberusahanulistiaphariuntukmelatihdayaanalsis.
Saturday, September 24, 2011
Saturday, September 10, 2011
Ide Startup: Pancakaki
Melihat foto-foto lebaran tahun ini (karena tidak mudik jadi hanya bisa melihat foto saja, huhu) saya jadi sadar betapa besar keluarga saya. Padahal itu baru dari pihak ayah saja. Ternyata, banyak wajah-wajah yang saya tidak kenali, terutama sepupu-sepupu dan ponakan baru yang masih kecil. Ups.
Saya pikir banyak orang Indonesia yang merasa seperti saya. Jadi terpikir, bagaimana kalau ada sebuah website di internet yang bisa fasilitas untuk menyusun silsilah keluarga. Bayangan awalnya bisa seperti myheritage.com , tapi disesuaikan dengan keadaan orang Indonesia. Misalnya, aturan nama keluarga yang beragam (ada marga, klan, nama dengan satu kata) dsb. Tapi yang paling saya inginkan adalah fitur untuk berbagi silsilah keluarga yang dibuat dengan orang lain dengan mudah. Mungkin bisa seperti cara berbagi GoogleDocs, dimana semua orang yang tahu linknya dapat mengedit.
Oke, sekian ide dari saya. Seperti biasa, kalau ada yang ingin mengaplikasikan monggo. Kalau saya mengaplikasikan ide ini, akan saya beri nama pancakaki.com!
Saya pikir banyak orang Indonesia yang merasa seperti saya. Jadi terpikir, bagaimana kalau ada sebuah website di internet yang bisa fasilitas untuk menyusun silsilah keluarga. Bayangan awalnya bisa seperti myheritage.com , tapi disesuaikan dengan keadaan orang Indonesia. Misalnya, aturan nama keluarga yang beragam (ada marga, klan, nama dengan satu kata) dsb. Tapi yang paling saya inginkan adalah fitur untuk berbagi silsilah keluarga yang dibuat dengan orang lain dengan mudah. Mungkin bisa seperti cara berbagi GoogleDocs, dimana semua orang yang tahu linknya dapat mengedit.
Oke, sekian ide dari saya. Seperti biasa, kalau ada yang ingin mengaplikasikan monggo. Kalau saya mengaplikasikan ide ini, akan saya beri nama pancakaki.com!
Label:
technopreneur
Tuesday, August 30, 2011
Saturday, August 27, 2011
Soal Potensi
Saya bosan.
Bosan mendengar kata-kata bahwa Indonesia punya potensi yang luar biasa.
Saatnya potensi ini kita terjemahkan menjadi sesuatu yang nyata. Bagaimana? Dengan bekerja! Sehingga nanti, kita dengar Indonesia adalah suatu bangsa yang berhasil memanfaatkan seluruh anugerah Tuhan kepadanya. Berhasil menerjemahkan potensi menjadi kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya.
Saya berjanji, Insya Allah kita bisa. Karena seperti dikatakan Anies Baswedan
Merdeka!
#17an
Bosan mendengar kata-kata bahwa Indonesia punya potensi yang luar biasa.
Saatnya potensi ini kita terjemahkan menjadi sesuatu yang nyata. Bagaimana? Dengan bekerja! Sehingga nanti, kita dengar Indonesia adalah suatu bangsa yang berhasil memanfaatkan seluruh anugerah Tuhan kepadanya. Berhasil menerjemahkan potensi menjadi kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya.
Saya berjanji, Insya Allah kita bisa. Karena seperti dikatakan Anies Baswedan
Republik ini dibangun di atas ikatan janji
Merdeka!
#17an
Label:
mikir
Sunday, August 07, 2011
Ramadhan Kimchi
Halo semua! Wah, ngga kerasa sekarang sudah seminggu memasuki bulan Ramadhan. Pertama tolong saya dimaafkan atas segala kesalahan. Semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita manusia yang lebih baik dan dekat dengan Allah. AMIIIIN!
Oke, sekarang mau cerita tentang gimana rasanya puasa di Korea. Yah walaupun tahun 2008 kemarin sempat puasa dan lebaran di Jepang, bulan puasa kali ini tetap terasa spesia. Kenapa? Well, salah satunya adalah Ramadhan kali ini jatuh pada musim panas XD. Untungnya Korea, terutama kota saya, Pohang, tidak terletak di utara-utara amat. Jadi puasanya tidak sepanjang teman-teman di Eropa misalnya. Di sini Subuh sekitar jam 3:50 sementara magrib sekitar jam 7:20.
Perbedaan lain, di Pohang orang Islam masih jauh lebih sedikit dibanding waktu saya di Osaka. Di Osaka mulim Indonesia saja mungkin sudah 50 orang. Di Pohang? Baru saya sendiri :), ada yang mau menemani di sini?
Untuk sahur, biasanya saya menyiapkan sendiri dan tidak beli. Kebanyakan sih saya malakin teman saya Astri yang hobi masak (untuk menghemat), hehehe. Beruntung saya tinggal di apartemen, jadi tersedia kompor untuk memasak (baca: menghangatkan) makanan saat sahur. Tapi berhubung teman seapartemen saya ngga puasa, tetap ngga bisa heboh2 di dapur. Hormatilah orang - orang yang tidak berpuasa. pesan buat teman-teman di tanah air *wink*.
Buat berbuka, pilihan cukup terbuka. Saya bisa pergi ke pasar di pinggir kampus untuk cari makan atau pulang dulu ke apartemen. Sayangnya biasanya jam-jam segitu di cafetaria kampus menu ikan-ikanan sudah habis, sisa salad dan babi-babian saja, hidih. Well, kadang-kadang kita juga diundang makan untuk berbuka puasa sama muslim2 di sini. Makanan gratis? Ngga nolak lah ya, hehehe.
Oh, soal Tarawih! Alhamdulillah, walaupun cuman belasan orang, kita para muslim di sini diizinkan memakai satu ruangan asrama internasional untuk solat tarawih. Well, karena jadwal kerja saya, cuma bisa gabung tarawih berjamaah saat weekend doang. Lumayan mengobati kangen masjid di kampung.
Sip, sekian dulu cerita dari saya. Selamat puasa semua, yang lancar yak! :D
Oke, sekarang mau cerita tentang gimana rasanya puasa di Korea. Yah walaupun tahun 2008 kemarin sempat puasa dan lebaran di Jepang, bulan puasa kali ini tetap terasa spesia. Kenapa? Well, salah satunya adalah Ramadhan kali ini jatuh pada musim panas XD. Untungnya Korea, terutama kota saya, Pohang, tidak terletak di utara-utara amat. Jadi puasanya tidak sepanjang teman-teman di Eropa misalnya. Di sini Subuh sekitar jam 3:50 sementara magrib sekitar jam 7:20.
Perbedaan lain, di Pohang orang Islam masih jauh lebih sedikit dibanding waktu saya di Osaka. Di Osaka mulim Indonesia saja mungkin sudah 50 orang. Di Pohang? Baru saya sendiri :), ada yang mau menemani di sini?
Untuk sahur, biasanya saya menyiapkan sendiri dan tidak beli. Kebanyakan sih saya malakin teman saya Astri yang hobi masak (untuk menghemat), hehehe. Beruntung saya tinggal di apartemen, jadi tersedia kompor untuk memasak (baca: menghangatkan) makanan saat sahur. Tapi berhubung teman seapartemen saya ngga puasa, tetap ngga bisa heboh2 di dapur. Hormatilah orang - orang yang tidak berpuasa. pesan buat teman-teman di tanah air *wink*.
Buat berbuka, pilihan cukup terbuka. Saya bisa pergi ke pasar di pinggir kampus untuk cari makan atau pulang dulu ke apartemen. Sayangnya biasanya jam-jam segitu di cafetaria kampus menu ikan-ikanan sudah habis, sisa salad dan babi-babian saja, hidih. Well, kadang-kadang kita juga diundang makan untuk berbuka puasa sama muslim2 di sini. Makanan gratis? Ngga nolak lah ya, hehehe.
Oh, soal Tarawih! Alhamdulillah, walaupun cuman belasan orang, kita para muslim di sini diizinkan memakai satu ruangan asrama internasional untuk solat tarawih. Well, karena jadwal kerja saya, cuma bisa gabung tarawih berjamaah saat weekend doang. Lumayan mengobati kangen masjid di kampung.
Sip, sekian dulu cerita dari saya. Selamat puasa semua, yang lancar yak! :D
Photo from pikopita's photostream
Label:
Life in Korea
Subscribe to:
Posts (Atom)