Salah satu hal unik yang saya dapatkan di Korea adalah, bahwa ternyata supermarket di sini tidak menyediakan kantong plastik untuk para pengunjungnya. Lalu bagaimana dong cara membawa belanjaannya? Yaa, umumnya pengunjung membawa sendiri tas dari rumah. Kalau terlanjur tidak membawa, supermarket menyediakan tas kertas yang bisa dibeli dengan harga 400 won (sekitar Rp. 4.000,00), lumayan juga. Bila membeli dalam jumlah banyak, disediakan kardus2 gratis kumplit dengan lakbannya yang bisa digunakan untuk membawa barang. Rupanya inilah kebijakan untuk menekan jumlah penggunaan kantung plastik.
Memang berapa sih jumlah keresek yang bisa dihemat? Woh, sangat banyak pemirsa. Ini pertama kali saya sadari saat ngekos di Jakarta. Di kos2an saya minimal pergi ke betamart (bukan nama sebenarnya) satu kali dalam sehari, untuk membeli air minum. Setiap pergi ke sana, selalu pulang dengan satu kantung plastik (alias keresek). Karena kebiasaan di rumah, saya selalu menyimpan keresek yang tidak dipakai, tidak langsung dibuang. Tak ayal *cailah* dalam waktu sebulan saja keresek sudah menggunung di pojok2 ruangan kamar saya yang mungil namun asri itu.
Kenapa penggunaan keresek harus dikurangi? Wah ini sih bukan rahasia umum: plastik itu susah terurai. Jadi sampah plastik bakal numpuk di mana-mana. Daripada pusing-pusing memikirkan bagaimana pembuangannya, lebih baik dikurangi sejak awal pemakaiannya toh? Selain itu, tahukah anda, darimana keresek dibuat? Dari minyak pemirsa! yoi, jangan salah, yang anda tenteng2 tiap hari itu dibuat dari fosil berusia jutaan tahun yang lalu. *semoga bikin tambah merasa bersalah*
Kira2 kalau kebijakan ini diterapkan di Indonesia bisa ngga ya? Saya bilang sih kenapa engga? Negara-negara lain sudah banyak yang menerapkan, mulai dari Cina sampai UAE. Saya sendiri, sejak menggunungnya kantong keresek di kos2an, selalu membawa kantong sendiri kalau belanja ke betamart. So it's possible!
Sunday, March 06, 2011
Sunday, February 27, 2011
Orang Indonesia itu tidak Malas
Entah kenapa, selama ini saya banyak menemui orang yang beranggapan bahwa orang kita itu malas2. Padahal menurut saya engga sama sekali lho.
Banyak orang yang mengambil contoh bangsa Jepang atau Korea soal ketekunan bekerja. Sekarang, saya sudah mengalami keduanya dan saya bilang: ternyata ga wah2 banget kok mereka. Waktu saya internship di Jepang, saya lihat pelajar2 Indonesia adalah yang paling rajin2, bahkan lebih dari orang2 Jepang sendiri. Di lab saya di Korea saat ini, jam mulai adalah pukul 9.30 pagi dan selesai sekitar 10 PM, alias 12.5 jam. Di kantor saya dulu orang2 biasa bekerja jam 7.45 sampai jam 7 lagi. Hampir 12 jam juga, itupun masih ditambah kadang2 masuk hari sabtu.
Coba lihat para commuter di kota satelit Ibukota. Seringkali mereka harus berangkat kerja jam 5 pagi dari rumah dan baru kembali lebih dari jam 7 malam. Apa itu disebut malas? Lihat orang yang pagi hari bekerja sebagai buruh atau guru dan sore hari mencari tambahan sebagai pengojek, berani sebut itu malas?
Sebagai bangsa tropis, kita juga tidak mengenal liburan musim panas dan dingin. Beda dengan di negara2 eropa yang bisa sampai berbulan-bulan.
Terus, kenapa dong bangsa kita belum maju2? Korupsi? Pengaruh asing? Kepemimpinan yang tidak jelas? Apapun itu, yang jelas cuma kita sendirilah yang bisa membawa bangsa ini maju, bukan orang lain.
ayo! we deserve better than this. Am I too naive?
Banyak orang yang mengambil contoh bangsa Jepang atau Korea soal ketekunan bekerja. Sekarang, saya sudah mengalami keduanya dan saya bilang: ternyata ga wah2 banget kok mereka. Waktu saya internship di Jepang, saya lihat pelajar2 Indonesia adalah yang paling rajin2, bahkan lebih dari orang2 Jepang sendiri. Di lab saya di Korea saat ini, jam mulai adalah pukul 9.30 pagi dan selesai sekitar 10 PM, alias 12.5 jam. Di kantor saya dulu orang2 biasa bekerja jam 7.45 sampai jam 7 lagi. Hampir 12 jam juga, itupun masih ditambah kadang2 masuk hari sabtu.
Coba lihat para commuter di kota satelit Ibukota. Seringkali mereka harus berangkat kerja jam 5 pagi dari rumah dan baru kembali lebih dari jam 7 malam. Apa itu disebut malas? Lihat orang yang pagi hari bekerja sebagai buruh atau guru dan sore hari mencari tambahan sebagai pengojek, berani sebut itu malas?
Sebagai bangsa tropis, kita juga tidak mengenal liburan musim panas dan dingin. Beda dengan di negara2 eropa yang bisa sampai berbulan-bulan.
Terus, kenapa dong bangsa kita belum maju2? Korupsi? Pengaruh asing? Kepemimpinan yang tidak jelas? Apapun itu, yang jelas cuma kita sendirilah yang bisa membawa bangsa ini maju, bukan orang lain.
ayo! we deserve better than this. Am I too naive?
Label:
mikir
Sunday, February 20, 2011
Korea, Kesan Pertama
1. Canggih! Yah, namanya juga negara maju. Vending machine ada di mana-mana. Layar informasi pake touchscreen segede naga gaban. Bisnya ada GPSnya, terus keknya terkoneksi ke internet. Lha di halte bisnya bisa ketauan bisa nomer berapa sedang ada di mana dan kira2 berapa menit lagi nyampe. Internet wus2 lah ya jelas.
2. Disiplin berlalulintasnya masih ga bagus gw bilang. Lampu merah diterobos. Klakson di mana-mana. Batas kecepatan dilanggar. Bis nyetir ala kopaja. Nyebrang sembarangan. Gitu deh. Untung masih ga banyak mobil
3. Telpon umum ada di fasilitas2 umum, macam terminal dan airport. Gw selalu heran dengan fakta ini. Secara semua orang udah punya HP, pasti jarang banget tuh yang pake. Tapi emang berguna banget kok buat perantau macam kita ini.
4. Cewe2nya sakti2! Cuaca 5 derajat C aja kuat pake legging doang! Udah gitu pake high heels pulak. Gak takut jatoh apa jalan licin kek begini. Awak aja yang pake safety shoes masih ngeri LOL
5. Rasanyaaa muka orangnya mirip semua, hahaha. Jadi susah ngapalin orang yang baru kenalan.
6. Daerahnya bergunung2! Ntah daerah lain ya, tapi sepanjang perjalanan dari Incheon Airport sampe ke Pohang ini jalannya naek turuun terus. Terus sepertinya cuacanya sering ga bagus. Di web kampus ada tulisan soal cuaca yang bisa ganggu penerbangan, dan waktu mau masuk Incheon kebetulan pesawat gw kena turbulensi, hwek.
Yak demikianlah yang tertempel di benak saya selama 3 hari ini di Korea. Sori belum ada gambarnya, maklum ga bawa kamera atau HP. :D
2. Disiplin berlalulintasnya masih ga bagus gw bilang. Lampu merah diterobos. Klakson di mana-mana. Batas kecepatan dilanggar. Bis nyetir ala kopaja. Nyebrang sembarangan. Gitu deh. Untung masih ga banyak mobil
3. Telpon umum ada di fasilitas2 umum, macam terminal dan airport. Gw selalu heran dengan fakta ini. Secara semua orang udah punya HP, pasti jarang banget tuh yang pake. Tapi emang berguna banget kok buat perantau macam kita ini.
4. Cewe2nya sakti2! Cuaca 5 derajat C aja kuat pake legging doang! Udah gitu pake high heels pulak. Gak takut jatoh apa jalan licin kek begini. Awak aja yang pake safety shoes masih ngeri LOL
5. Rasanyaaa muka orangnya mirip semua, hahaha. Jadi susah ngapalin orang yang baru kenalan.
6. Daerahnya bergunung2! Ntah daerah lain ya, tapi sepanjang perjalanan dari Incheon Airport sampe ke Pohang ini jalannya naek turuun terus. Terus sepertinya cuacanya sering ga bagus. Di web kampus ada tulisan soal cuaca yang bisa ganggu penerbangan, dan waktu mau masuk Incheon kebetulan pesawat gw kena turbulensi, hwek.
Yak demikianlah yang tertempel di benak saya selama 3 hari ini di Korea. Sori belum ada gambarnya, maklum ga bawa kamera atau HP. :D
Label:
Life in Korea
Wednesday, February 16, 2011
obligatory post

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah Airku - Ibu Sud
Photo by chanelcoco872
Label:
aktualisasi
Tuesday, February 15, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)
