Thursday, May 15, 2014

Update Besarrr

Haloo, wah, maafkan saya sudah lama tidak mengupdate ya, hehe. Maklum, hidup saya sedang dilanda  reformasi besar-besaran nih.

Yang pertama:
Saya punya istri sekarang! Hahaha. Perkenalkan, doi blogger juga loh. Tapi tampaknya blognya juga sama-sama terbengkalai gara2 reformasi ini. hehe. Saya menikah 23 Maret 2014 lalu, di gedung Biofarma Bandung. Buat yang sudah sempat datang, terima kasih doa restunya yaa~.



Yang kedua:
Saya pindah rumah! Ya namanya juga udah punya istri, masa masih ikut orang terus. Sekarang saya mengontrak rumah di BSD City, Tangerang Selatan. Alhamdulillah dapat kontrakan yang terjangkau. Lokasinya super strategis pula. 10 menit jalan kaki dari: Pasar modern, travel ke Bandung, pusat jajanan, dann kantor istri! Cuma sama kantor saya jadinya mayan jauh sih. Sejam aja gitu naik motor. Ya gapapalah. Yang penting nyampe rumah udah ada istri yang menyambut, haghaghag.

Oke, gitu aja, moga-moga ke depan bisa rajin posting lagi.

Monday, January 06, 2014

Karya Baru di Umur Baru

Happy birthday to me! Yeaay. Hahahah. Ga kerasa nih, udah 27 ajah. Alhamdulillah, masih di kasih umur sama yang di atas sampai hari ini.

Di tahun ini, saya pingin menghadiahi diri sendiri dengan agak beda. Hari ini saya melakukan launching blog saya: KodeKereta.com . Blog ini berisi catatan-catatan saya selama mempelajari framework pemrograman web Ruby on Rails. Fungsi utama blog ini buat catatan pribadi saya, tapi pasti bermanfaat juga buat orang lain, hehe. Sekalian silaturahmi juga sama sesama pengguna Rails.

Target saya nulis di sana 2x seminggu. Semoga kesampaian deh ya. Buat yang mau belajar programming, yok join di sana!


Saturday, December 28, 2013

Datang ke Quora MeetUp

Sabtu kemarin, saya datang ke acara Quora Jakarta Meetup. Hah? Gak tau apa itu Quora?? ther-lha-lhu!

Quora adalah semacam forum tanya-jawab, di mana orang bisa bertanya soal apa saja, dan orang yang tertarik dan tahu jawabannya bisa menjawabnya. Pengunjung kemudian bisa upvote atau downvote jawaban yang dia inginkan. Mirip-miriplah sama Yahoo Answers.

Terus, apa bedanya Quora sama situs-situs lain. Bedanya? Kontennya. Kualitas pertanyaannya jawabannya. Komunitasnya. Contoh:

Q: Gimana sih seleb milih badan amal yang bakal dia sumbang?
WHAM! Ashton Kutcher ngasih jawaban.


Yep, saya sendiri kurang tahu gimana awal mulanya. Yang jelas banyak nama-nama yang saya anggap keren berkeliaran di Quora ini. Dengan melihat tulisan orang-orang itu, kita bisa pelajari cara dia berpikir. Dan banyak yang bisa saya pelajari dari sana. Oh, dan tulisan di sini bukan cuma jawaban-jawabannya ya. Lebih menarik lagi adalah pertanyaan mereka. Misalnya, ini adalah orang yang ciptaannya sudah begitu banyak berjasa dalam membantu saya mengerjakan tugas kuliah. Apa sih yang pengen dia tanyakan:



Ya gitu deh soal Quora. Keren. Sayangnya masih sedikit orang Indonesia di sana. Barrier utamanya menurut saya: Bahasa Inggris. Di quora ini emang harus pakai Bahasa Inggris yang baik dan eucreuk. Makanya sing getol diajar Ngingglis nya!

Oke, back to topic. Jadi singkat cerita saya baca satu postingan yang nanya: "Siapa yang berminat datang ke Quora meetup di Jakarta?" . Yang nanya Veni, an Indonesian yang lagi kuliah di Stanford dan pernah magan di Quora. Langsung deh saya daftar. Penasaran, makhluk2 apa sih yang muncul.

Ooo boy, sungguh saya tidak kecewa. Banyak ketemu orang2 beraktivitas menarik. Misalnya, tahukah anda bahwa pewarnaan beberapa komik Marvel dan DC itu dilakukan di Jakarta? Entah kenapa kebanyakan yang datang para pegiat IT.  Ada yang gawe di Google. Ada yang sedang magang di Microsoft. Segerombolan anak2 TOKI ada di sini. Mungkin karena mereka yang paling dulu menemukan Quora. Ngga semua sih. Ada juga beberapa yang berwirausaha berdagang. Yang masih mahasiswa juga ada, dll. dsb.

Yang menonjol adalah, kebanyakan orang2 ini humble bener. Misalnya temen saya yang memperkenalkan diri: "Saya seksi repot di sebuah startup kecil". Padahal dia CTO di urbanindo.com, situs properti ketiga ter-ramai di Indonesia. Yang punya usaha bilangnya "Saya buka toko", udah, sekian, hahaha. Gapapa, jadi banyak obrolan ke mana-mana.

Btw, saat pertama datang. saya bersalaman satu persatu. Gak dinyana ada yang ngeh waktu saya nyebutin nama. "Oh? Taufiq? Ruby ya?" Saya emang 1-2 bulan terakhir ikutan milis id-ruby (ruby itu bahasa pemrograman) dan ikut nimbrung nubi2. Maklum baru belajar. Tapi gak nyangka aja ada yang mengenali gitu, hahah.

,

Oh, lokasinya di kantor GDP Venture di daerah KS Tubun. Jadi banyak orang-orang yang berkantor di sana juga datang ke acara, walau belum tahu soal Quora XD. Ada mas2 dari Blibli.com, David dari Merah Putih Incubator, Pak On Lee dan Pak Martin dari GDP. GDP Venture ini sudah inves di beberapa perusahaan. Yang saya tahu sih Blibli dan Kaskus. Iya, kaskus yang itu.

Sepulang dari acara, saya lihat lagi daftar RSVP acaranya. Dan niat iseng saya muncul. Stalker Skill Activated! Hahahha. Wogh! Saya baru sadar, ternyata Pak Edwin yang saya tebengin mobilnya sampe keluar kompleks itu Head of Portfolio Investment at PT Bakrie & Brothers. Pak On Lee itu CTO di GDP yang pernah jadi direktur di Microsoft. Dan Pak Martin itu Martin Hartono, anak Budi Hartono, orang terkaya seIndonesia! Wogh, bener2 gak nyadar pas ketemu, abis orang2nya ramah betul (liat point humble di atas). Tapi bagus juga saya ngga nyadar, kalau nyadar kan mungkin saya ga berani minta tebengan, hahaha.

Seru juga ikut acara kumpul2 gini. Harus lebih sering kayaknya, hehe.


Wednesday, December 18, 2013

Kilas balik 2013

Halo semua. Wuihh, ndak kerasa ya udah akhir 2013 aja. Sepertinya sekarang udah pas nih kalau bikin kilas balik 2013. Berhubung tahun ini saya ngga publish resolusi apa aja, mari kita lihat aja apa-apa yang berjalan baik dan yang berjalan kurang baik di tahun 2013 ini.

THE GOOD THINGS

  1. Selesai S2, pulang ke Indonesia, yeaay!
  2. Dapet kerjaan! Kerjaannya masuk kriteria yang saya bayangkan tahun lalu: Di sekitar Jakarta, ngga monoton, dan gajinya cukup buat hidup berdua XD. Ini memberi jalan untuk hal baik nomor tiga
  3. Persiapan 2014 :p
  4. Did my first race! Horeee~~. Nike #BAJAKJKT 10K 2013. Mantap, panitianya sigap betull
  5. Belajar Rails. Setelah setengah tahun belajar django, akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke rails. Bukannya rails lebih unggul dibanding django, tapi di Indonesia saya lihat komunitas Rails lebih aktif daripada django.
  6. Travel quite a lot! Yogya, Jakarta,, Bogor,, mantaf
  7. Banyak baca, terutama website dan ebook. Satu blog yang saya rekomendasi: Mr. Money Mustache . Buku tentang persiapan pensiun dini dan gaya hidup anti konsumtif
THE NOT SO GOOD THINGS
  1. Kakek meninggal tahun ini. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun
  2. Rutin olahraga. Well, sekarang saya ikut di rumah saudara yang kurang buat lari jadi wee. Alhasil rekor lari tahun ini jauh lebih lambat dari tahun lalu yang bisa 10K / 55 menit
  3. Touching up with friends. Tahun ini begitu sibuk sendiri kayaknya. Mungkin harus bikin jadwal buat rutin tilpun2 kawan lama.
  4. Berat badan naik, berhubung sama Nomor 2 di kedua daftar di sini sih, kkkk
  5. Kurang banyak baca, I know saya tulis banyak baca di nomor 7, tapi utang buku buat dibaca masih banyak sih, kkkk.
  6. Ada rugi investasi yang buruk. Yah anggap aja ongkos belajar, supaya ga rugi lebih banyak lagi ke depannya.
Oke, harapan buat tahun depan, semoga semua rencana lancarr.. Oh, saya ada rencana proyek pribadi launch di bulan Januari. Doakan saya :D. Selamat tahun baru semua!

Sunday, December 08, 2013

Learned something new, it was a good day

Kemarin, saya mengambil racepack BajakJKT di mall FX Sudirman. Ini perlombaan pertama saya, setelah dua perlombaan sebelumnya saya gagal ikut (padahal sudah bayar T_T ). Sejak memasuki halaman FX tidak perlu khawatir salah lokasi, karena logo BajakJKT sudah terpampang besar-besar.

Orang-orang itu sedang apa sih? Well setelah mengamati orang2 itu saya mendapatkan pelajaran pertama hari itu: Bila anda memajang daftar nama peserta dengan menarik, maka orang-orang akan berkumpul dan sibuk mencari namanya sendiri. Ini saya sebut JebakanNarsis#1. Yah, walaupun tahu, toh saya terjebak juga :p


Masuk ke dalam, ternyata gak perlu susah mencari lokasi pengambilannya, karena dia bertempat di lantai satu yang langsung terlihat dari pintu masuk. Ada petugas yang memeriksa kelengkapan sebelum orang memasuki antrian. Bagus, jadi orang tidak perlu capek-capek mengantri dan ternyata kelengkapannya kurang. Kan dongkol. Tempat antriannya juga disiapkan rapi, sayang saya tidak ambil fotonya. Kebetulan saya datang saat sepi sih, tapi ini jauh lebih baik dari perkiraan saya, mengingat pendaftaran online sebelumnya ribet dan lama. Well done panitia!

Setelah pengambilan racepack, saya ditawari untuk melakukan footscan. Dengan mengambil data tekanan jejak kaki kita saat berjalan dan melangkah, mereka bisa merekomendasikan sepatu lari apa yang cocok. Sepatu Nike tentunya, kan ini eventnya Nike. Untuk scan ini tidak dikenakan biaya, cukup mengisi kuesioner saja. Berhubung haratis, saya ikutan saja, hehe.

Ternyata untuk bisa footscan harus antri cukup lama. Saya harus menunggu sekitar 20 menit, itupun sudah terbantu banyaknya orang yang tidak jadi scan sebelum saya. Tapi gapapalah, namanya juga akhir pekan. Nyantei kaya makan gulei men! Dan inilah hasil footscan saya:


Punten gambarnya jelek. Jadi, apa yang bisa anda simpulkan dari hasil footscan saya? Well, kalau menurut mas-mas Nikenya sih dari hasil scan saya bisa disimpulkan kalau saya ini ngga cocok kerja di air #eh. Ngga ding, dibilangnya telapak kaki saya normal, tapi sudut kaki saya saat berdiri dan berjalan buruk sekali. Terlalu mengarah ke luar. Ini mengakibatkan lari saya tidak efekti. Wait, seingat saya saya sudah berjalan dan berdiri selama lebih dari dua puluh tahun! Jadi si mas ini berani-beraninya bilang bahwa saya sudah salah selama ini??? (Klik untuk efek suara). Hence pelajaran kedua dan terpenting hari itu: Just because you have been doing it for a long time, doesn't mean you are doing it right! Punten Inglisnya, susah ngebahasaIndonesiain, hehe. Untuk sepatunya saya disarankan memakai sepatu yang termasuk kategori Neutral Ride, apapun artinya itu. Berhubung di dekat situ ada toko Nike, saya masuk untuk tanya-tanya. Ternyata harganya berkisar 1,2 sampai 2,2 juta rupiah sajaa. Yah, kapan-kapan deh, cocok di kaki tapi gak cocok di dompet nih.

Oh, tak disangka saya ketemu dua orang teman kuliah di sini. Satu ambil racepack  juga, satu lagi sedang ikut BUMN fair, acara yang bikin banyak orang ambil cuti dari kantornya, hakhakhak. Hari itu kebetulan juga sedang ada JKT48 theater. Saya lihat 4 orang om2 Jepang yang kedengarannya bersemangat sekali mau nonton. Cukup lucu juga kalo nguping omongan mereka pakai bahasa Jepang saya yang sudah usang ini. Jadi inget waktu main ke akiba, hakhakhak.

Setelah makan dan ngobrol2 dengan si teman. Saatnya pulang. Normalnya, saya akan naik Transjakarta dari Senayan ke Slipi, kemudian sambung Patas 34 dari BlokM yang lewat Karawaci. Tapi ini jam 7 di malam minggu. Halte bus Gelora Bung Karno penuh sesakkkk. Bus yang menuju Kota pun selalu penuh. Belum lagi nanti harus ganti koridor dan menunggu bus lagi. Di sinilah pelajaran ketiga saya praktikan:
To Reach the Top 5%, You Must Simply Kick the Ass of the Other 95% . Intinya, kamu harus rela melakukan apa yang kebanyakan orang tidak mau lakukan. Saya mau pulang dengan nyaman, jadi harus gimana nih? Akhirnya saya jalan dari GBK ke halte sebelumnya, yaitu Bunderan Senayan. Di sini halte tidak sepenuh di GBK. Kemudian saya naik Transjakarta ke arah blok M. Dari blok M, baru saya naik P34. Memang agak lebih lama, tapi yang penting saya dapat duduk nyaman sepanjang perjalanan.




Sunday, June 16, 2013

Ndora!

Hello! Once again, it's been a while!

Okay, quick update. Now I'm working with an RnD department in a national tire company. Just two weeks into the job. So far so good. I'm currently living with my uncle in Tangerang, still settling down.

In a Sunday like this, it's nice to explore the environment a little bit. Here's my exploration this afternoon:
https://plus.google.com/104484923621353901809/posts/5ciqiHGJYsA

Sunday, February 24, 2013

Morning Anxiety

This is a funny experience I had yesterday.

You see, in Friday afternoon, I receive a news that I have to be in Jakarta the next morning. At that time I was on the road, so I just accepted the news. As soon as I got home I prepared for the trip. I have to take some of my friends, so I need a car. I phoned some of my relatives to see if I can borrow theirs, but none is available. After some calculation I resorted to rent a car, since the cost would still be cheaper than go by public transport, since we would go in a group. There was another alternative: to go with my friend family who also will go to Jakarta. If I go with them I have to be at their house at 5 AM. I went with the rental car option. However, after I booked the car, my friends gave news that they could not go. Well, it's perfectly understandable since it was a very short notice. So finally I decided to just cancel my trip to Jakarta.

The following morning, I woke up and saw the alarm clock. It pointed at 5.15. I shot up from my bed! I don't know why, but in my brain I was completely convinced that I supposed to be in my friend's house at 5 AM. "Shoot!" I panicked. I didn't know why I didn't set my alarm, or why I slept late the night before. I immediately called one of my friends who was going to go with me. "Hello...? Huh....? What are you talking about...? We cancelled it .... last night.... right? PING! That was when I recalled all the event yesterday. "Uh.. oh.. right... sorry to disturb you." Hahahaha


Thursday, January 24, 2013

Pulang!

Saya sudah pulang! Tepatnya tanggal 16 Januari kemarin. Ah rasanya campur aduk, senang dan sedih. Jadi saya mau bagi-bagi foto di perjalanan aja kemarin.

Saya pergi ke Bandara Incheon dari Pohang dengan menggunakan bus malam. Nah, di sebelah terminal busnya ada sebuah shopping mall tempat saya biasa belanja keperluan sehari-hari. Namanya 그랜드 애비뉴 (Grand Avenue). Dalamnya ada toko-toko baju, food court, dan yang terpenting supermarket HomePlus.


Yak, sudah di dalam bus. Busnya berangkat jam 02.30 pagi. Beruntung berangkatnya diantar teman sekamar saya pakai mobilnya, jadi tidak perlu pesan taksi dulu. Sampai di bandara sekitar 07.30, matahari baru terbit, dan mulai ada butiran salju turun. Uh oh.


 Benar saja. Saat waktunya boarding, salju sudah menutupi landasan.

Pesawatnya menggunakan A330. Kebetulan dapat kursi di jendela dekat sayap. Duduknya bersebelahan dengan orang Korea. Kalau melihat keluar, terlihat sayapnya tertutup salju. Waduh.
Supaya bisa terbang, salju yang menempel di badan dan sayap pesawat harus dibersihkan dulu. Deicing istilahnya. Masalahnya, alat untuk deicing ini terbatas, jadi pesawat-pesawat yang mau tinggal landas harus antri dulu. Akibatnya penerbangan tertunda selama dua jam lebih. Pesawat Garuda saya antri di sebelah pesawat Air France. Lucu juga lihat pesawat-pesawat ini antri. Bayangkan saja pesawat sekelas A330 jalan beriringan di landasan, seperti mobil yang antri di kemacetan.

Akhirnya sampai juga! Penerbangan terhitung lancar walau beberapa kali masuk turbulensi. Wuih, kaget pas sampai terminal 2(D/E? lupa). Cakep amaat. Lantainya pakai karpet, dan rapi walaupun masih perbaikan. Cocoklah jadi pintu gerbang Indonesia.

Antrian imigrasi bisa dilewat berkat imigrasi on board di Garuda. Jadi di pesawat tadi ada petugas imigrasi yang mengurus semua keperluan imigrasi penumpang, termasuk visa on arrival. Penumpang yang sudah lolos diberi semacam kartu bebas imigrasi. Nanti di darat tinggal menyerahkan kartu bebas imigrasi ini ke petugas darat. Nice! Ngomong-ngomong si penumpang Korea yang duduk sebelah saya tadi kesusahan isi formulirnya. Lamaa banget isinya. Buka-buka kamus, terus pakai pulpennya macet segala. Akhirnya saya coba bantuin deh. Biar kesannya orang Indonesia baek getoh. Habis itu dia bilang "terimakasi" belepotan, hahaha. Tapi terbayang kalau banyak orang yang kesulitan isi formulir seperti bapak ini. Berapa panjang antriannya. Membantu sekali deh immigration on board itu.

Setelah sekitar 30 menit menunggu bagasi, saya langsung lewat custom. Eh ternyata distop. Ada barang yang dicurigai sebagai onderdil di kopor saya. Ternyata eh ternyata, itu cangkir teh logam saya, hahaha. Pertama kali disuruh buka koper di bandara. Tidak  apa-apalah, artinya petugasnya kerja benar toh? Setelah jelas, saya langsung dipersilahkan pergi kok.

Keluar terminal, celingak celinguk cari travel. Ternyata saya salah pintu keluar, jadi langsung ke arah parkiran. Pas jalan ke sisi yang benar, banyak ditawari travel omprengan. Ah mending engga deh, soalnya dengar-dengar Jakarta banjir. Kalau tiba2 si travel nurunin saya di jalan gimana coba.

Akhirnya naik Cipaganti yang pool to pool. Ternyata sekarang travel punya semacam terminal khusus ya? Waktu saya berangkat dulu belum ada. Satu lagi tanda kemajuan. Petugas travelnya nganterin saya dan ngedorongin troli koper saya, gut service. Saya juga dioper ke travel yang lebih awal dari bookingan saya. Tapi ternyata travel yang lebih awal itu terlambat berangkat, penumpangnya sudah ngedumel saja, hahaha.

Dan firasat saya benar. Macet saja saudara-saudara. Tidak  apa-apalah, sekalian kangen-kangenan sama Jakarta. Jadi bisa ngobrol banyak juga sama penumpang  di sebelah. Bapak-bapak yang baru pulang dinas dari Palembang. Dia kerja di kantor penyalur tenaga outsource. Kerjanya terbang-terbang terus keliling Indonesia. Maklum, kantornya punya cabang di mana-mana. Di KM 57, travel saya berhenti di checkpoint-nya. Saya turun, cari teh botol. Meni sono kana teh botol teh. Eh harganya 7000 rupiah. Mahal sekali! Akhirnya diganti jadi tahu sumedang aja. Lumayan, obat kangen dan lapar.

Lima setengah jam dari bandara, akhirnya si travel keluar juga dari gerbang Pasteur. Langsung lanjut taksi, dapatnya Gemah Ripah. Dari obrolan sama sopirnya, baru tahu, ada juga shift sopir taksi yang selang-seling sehari-sehari, tapi sekali bawa langsung 24 jam. Wew. Biar ga habis waktu di jalan katanya. Benar juga sih. Finally, home sweet home!





Tuesday, January 08, 2013

2013/26/S2

Whew! January is always a big month for me. This year make it more so. I defended my master thesis in December and will be going home this January, Woooho! Alhamdulillaah. This week, I also had my 26'th birthday *gasp*. And we just have the new year behind us. I think this is a good time for reflection, not only for the past year but also since I went to pursue my study in Korea. Here is some major lesson that I get, outside my research, of course.

1. Give yourself some break
You are just a human being. A mere mortal with limited time, capability and energy. Thus, you are prone to failure. When you do fail, there's no need to be so hard on yourself. It's natural. You can throw so many hours at your work but if you don't have any more energy, it would not yield anything meaningful. In fact, it can be harmful as you could make unnecessary mistakes, resulting in reworks. Do your best in your work, but when it's time to call it a day, shutdown and relax.

2. Prioritize
Well, since you only have limited energy, you need to be selective about what you are going to spend it for. This is where you make your choice about what is important for you, and what's not (ahem, dial down the drama please). And what's important might not necessarily productive economically. But when you choose to do something productive, choose an activity that can deliver most effect per energy spent. You know, the pareto principle. For example, you might feel productive rearranging your room the whole day, or reading a productivity blog, but what about that term paper laying around?

3. Think long term
This year, I gained a new hobby. Running. Endomondo recorded that I had run for more than 160 km in 2012. Maybe it's not much for some people, but I'd never thought i'd be able to run that far. My target was just to be able to run 10 km in one go. It's already a stretch target to me, mind you, since at the beginning of the year running 3 km will leave me half dead. So I run regularly, increasing the distance and speed little by little. The result, before winter comes I can cover 10k under one hour. Slick huh? Well the secret is to do it step by step. In the beginning of my training, I often get impatience and push my myself way over my limit. I'd get good result that day, but then I'd be crippled for more than a week, not able to do any exercise whatsoever. So just do it little by little, step-by-step. As long as you keep yourself moving in the right direction.

4. You'll miss a lot of things, and that's okay
To do what's important, you have to give up many things. Learn to say no. You don't have to go to every gathering. And that volunteering will go just fine without you (your ego might say otherwise, but believe me on this). Every body has their role in this world, play yours well, and let other play theirs.

5. You are not alone
There are some who miss you. Some who want to help you. Some who need your help. Thus, don't forget to   turn your head away from your work once in a while and look around.

6. The world is just awesome!



Sunday, December 30, 2012

Student Fare dari Garuda Indonesia


Tak banyak yang tahu, Garuda Indonesia mempunyai kebijakan untuk memberikan harga khusus bagi penumpang yang berstatus pelajar/mahasiswa. Selain harga khusus, penerbangan dari Seoul juga akan mendapatkan bagasi sebanyak 40 kg, bertambah dari kapasitas normal 30 kg.
Untuk mendapatkannya, pertama persiapkan scan/foto dari  student certificate, surat yang menyatakan bahwa anda adalah pelajar dari suatu kampus. Sekalian siapkan juga scan paspor anda. 
Hubungi call center Garuda di Seoul pada nomor 027-732-0924. Cek harga pada tanggal keberangkatan anda. Lalu sebutkan bahwa anda adalah pelajar dan ingin mendapatkan student fare. Voila! Petugas akan memberikan harga yang lebih murah.
Bila anda mengissue tiketnya, petugas akan meminta nama, nomor telepon di Korea, dan email anda. Anda bisa juga menyebutkan nomor Garuda Frequent Flyer bila punya. Selanjutnya itenerary perjalanan beserta cara membayar akan dikirimkan ke email anda. Anda juga akan diminta untuk mengirimkan scan paspor dan student certificate sebelum membayar. Pengiriman bisa via email atau fax, sementara pembayaran bisa melalui kartu kredit atau transfer bank yang lebih mudah.
Setelah membayar, e-ticket akan dikirimkan pada Anda. Jangan lupa print e-ticket Anda pada hari keberangkatan. Selamat berperjalanan!

Garuda Blues

Friday, December 28, 2012

Y U NO OPTIMISTIC?

This is my answer for Quora question:
Indonesia: Why are some reasons to be optimistic about Indonesia's future?
Btw, checkout Quora. They're awesome!

McKinsey Global Institute predicted that Indonesia can be #7 biggest economy in the world by 2030 (from #16 today). The complete report listed several supporting trends such as:

1. The rise of Asia
Over the next 15 years, Asia is predicted to contribute 75% of  the additional 1.8 billion members of global consuming class. Indonesia already seeing its exports to other Asian economy accelerated strongly in recent years (15-20% p.a.). This will continue once the global economy pick up.

2. Urbanization
71% of Indonesians will be living in urban areas, up to 53% today. The cities can make up 86% of the GDP, up from 74% today. Second tier cities such as Pekanbaru, Makassar, Pontianak will grow the most, with more than 7% rates annually. 

3. Growing working-age population
Indonesia population could grow into 280 million from 240 million today, and the demography will remain positive until 2025. That is, the working force will be the main portion of the overall demography

4. An emerging digital and technology-driven nation
Internet access is growing at 20% annually at Indonesia, and expected to reach 100 million users in 2016. This greatly improves connectivity.

With those data, barring catastrophic scenarios, to borrow the trade minister Pak Gita Wirjawan saying, it is very difficult for me not to be optimistic about Indonesia's future

Saturday, October 27, 2012

Cara Belajar

Saya sering ditanya oleh teman ataupun saudara tentang cara belajar saya. Selama ini saya kesulitan untuk menjawab, karena saya rasa cara belajar saya ya biasa saja, tidak berbeda dari orang lain. Masalahnya, selama ini saya juga tidak tahu cara belajar orang lain itu seperti apa, hehehe.

 Cara belajar yang baik itu penting. Kenapa? Karena semakin efektif kita belajar semakin banyak yang kita pelajari. Ini bukan hanya berlaku untuk pelajar yang masih bersekolah atau kuliah, tapi bisa untuk mempelajari hal-hal praktis seperti programming atau bahasa.


Kebetulan kemarin saya baca satu artikel di blog Study Hack yang membahas satu metode belajar seorang mahasiswa. Dengan metode ini, si mahasiswa berhasil menguasai empat tahun materi MIT dalam waktu satu tahun saja. Luar biasa kan?  Saya coba pelajari cara belajarnya dan saya bahas di sini. Silahkan disimak.

Langkah pertama adalah tahu lingkup materi. Artinya kita tahu hal-hal apa saja yang harus kita pahami untuk bisa disebut menguasai suatu materi. Untuk bisa tahu lingkup materi, baca bahan-bahan yang ada. Orang seringkali menganggap kita harus langsung paham dalam sekali baca. Akibatnya banyak orang berusaha memelototi suatu materi sampai dia paham betul. Ini akan kurang efektif dan makan waktu terlalu lama. Ingat, kata kuncinya adalah tahu, bukan kuasai. Jadi, kita tidak harus paham betul dulu di tahap ini. Yang penting tahu saja dulu. Cara yang baik di tahap ini adalah dengan membaca (/mendengar kuliah/ menonton video) dengan cepat sambil membuat catatan ringkas. Bisa juga dengan membuat ringkasan satu halaman untuk tiap satu bab buku, misalnya.

Langkah kedua adalah latihan. Fungsi utama latihan adalah untuk tahu apa hal yang tidak kita kuasai. Bisa saja sih kita menggunakan latihan supaya paham, tapi sama seperti langkah pertama, bakal terlalu lama. Hal yang paling penting dari latihan adalah feedback langsung. Evaluasi langsung sangat penting untuk efektivitas latihan kita. Jadi kalau kita mengerjakan soal-soal latihan, yang terbaik adalah kalau kita punya kunci jawaban dari soal-soal tersebut. Selesai kita mengerjakan satu set soal latihan, langsung evaluasi menggunakan kunci jawabannya.

Langkah ketiga dan yang terpenting adalah pemahaman. Di tahap inilah kita benar-benar memastikan penguasaan kita terhadap suatu materi. Untuk mempermudah pemahaman kita, dapat menggunakan metode Feynman. Ambil selembar kertas, tulis judul topik yang kita kuasai, lalu tulis seakan-akan kita sedang mengajari orang lain tentang topik itu menggunakan kata-kata kita sendiri. Saat menulis ini kita boleh bolak-balik membaca bahan materi kita. Saat berusaha menjelaskan kepada orang lain inilah kita akan menemui hal-hal yang akan sulit untuk kita jelaskan. Itu tandanya kita belum paham betul akan hal tersebut. Feynman adalah seorang profesor yang super duper terkenal di bidang Fisika btw. Saya sedang membaca autobiografinya. Tulisannya enak dibaca.

Untuk memperdalam pemahaman kita, coba gunakan analogi-analogi, misalnya bandingkan konsep torsi dengan kegiatan menyekrup. Gunakan juga kata-kata yang sederhana. Makin sederhana makin bagus.

Menurut saya ada lagi yang lebih baik dari metode Feynman, yaitu benar-benar mengajari topik tersebut untuk orang lain. Di samping memperdalam pemahaman kita, kita juga berpahala karena membantu orang. Plus, kita juga bisa tambah ngetop sedikit, hehehe. (Trust me, it works ;) )

Ketiga langkah yang sudah disebut di atas tidak mesti berjalan sendiri-sendiri. Bisa saja kita baca setengah bab kemudian berlatih soal yang sudah kita baca, lalu menggunakan metode Feynman. Atau bisa saja setelah   tahap pemahaman, kita baca ulang materinya, berlatih lagi, kemudian berusaha memahami lebih dalam kembali.

Tips-tips di atas saya coba terapkan untuk artikel cara belajar dari blog Study Hack tadi. Ringkasan saya untuk artikel yang saya baca saya taruh di gambar di bawah. Blog ini adalah implementasi metode Feynmannya.


Oke, demikian tips-tips untuk belajar dengan efektif. Semoga bermanfaat!



Saturday, October 20, 2012

Reviews: Inheritance Cycle

## Warning, heavy spoiler ahead ##

It began with Eragon...
It ends with Inheritance!

Well, those are the lines at the back of the last book in the Inheritance cycle from Christopher Paolini. Finally, I finished this series. It took me more than five years to finish reading it since I first picked up the first book. Inheritance is a fantasy story, about the tale of Eragon, the last Rider and his dragon, Saphira. Okay, I'm sold just with that sentence, hahah.

The story sets in Alagaesia, a world where elfs, humans, dwarfs and some other non human races shares the civilization. A world where dragons used to rule. Now, an Empire led by an evil king rules the land. It was Eragon and Saphira's task to overthrown the king and restore the peace to Alagaesia. After many hardships, Eragon finally slain the tyran. The king is dead, long live the queen!

Even though Eragon is the main character of this story, I felt the most connection with Roran. Roran is a step-brother of Eragon. Unlike Eragon, Roran is not a Rider, thus he does not posses elf-like strength and ability like his step-brother. He also can not use magic. He was a simple farmer who just wanted to build his farm as fast as possible so he can propose his loved one. Roran's tale started when his lover was kidnapped and brought deep into the Empire territory. Roran want to save his girl, but he cannot go by himself. At that time, his village was under attack from the Empire. He cannot charge into the Empire by himself, and he also sure his village is doomed with Empire soldiers marching towards them. So, he convince his whole village to migrate the rebels area. By offering the rebels extra manpower from his village, he hopes the rebels will accept them. After that, with the rebels help he can save his lover. And that, he did. Thus, a simple farmer become a leader.

It was a good, long read. If you enjoy a fantasy tale where you can imagine yourself living a whole new world, complete with dungeons and dragons, Inheritance is for you.

The Inheritance cycle: 4/5

Sunday, September 23, 2012

Penampilan itu penting!

Satu hal yang saya amati dari orang Korea adalah, mereka sangat memperhatikan penampilan, baik laki-laki dan wanita. Soal cerita banyaknya perempuan Korea yang operasi plastik itu memang benar, paling tidak untuk daerah sekitar mata. Para lelaki juga menjaga supaya kulit mereka tidak hitam dan kasar. Saat saya mengobrol dengan teman Korean saya, dia bilang sih karena orang Korea banyak menilai orang berdasarkan penampilan. Saya sendiri selama ini tidak terlalu memperhatikan penampilan. Kalau lihat saya pakai baju yang bagus, besar kemungkinan bahwa itu adalah pemberian orang, hahahha.

Suatuh malam di lab, teman saya, seorang Korea bertanya, "Taufiq, do you know about flash mob ?" Rupanya dia lagi lihat-lihat video flashmob. "Sure, do you want to see a flashmob video from my hometown?" .Terus saya kirimi lah dia link video ini:

Selesai menonton, reaksi teman saya itu sungguh tidak saya kira. "Taufiq, apa Indonesia lebih maju dibanding Filipina dan Vietnam?". Belum sempat saya menjawab, teman saya dari Vietnam nyamber, "Iya, Indonesia itu paling powerful di SE Asia". "Really?" kata teman Korea saya tak percaya. Well, karena ada benarnya ya saya nyengir aja dan nanya balik, "Kenapa emang?" ."Fashionnya kelihatan modern, dan jalanannya bersih". Well, itu Bandung, so we got fashion alright :p, dan itu Dago, tempatnya memang relatif bersih. Satu lagi yang dikomentarin adalah soal beragamnya rupa orang di video itu. Yaa kalo dibandingin sama di Korea sih ya jelas kelihatan macam-macam ya.

Menarik juga bahwa jalan yang bersih itu bisa jadi indikator majunya suatu negara. Artinya kemajuan suatu negara itu memang tergantung dari budaya orang-orangnya ya. Budaya bersih, budaya antri. Dan kalau soal itu, sedihnya kita memang masih belum maju. Dari laporan pandangan twitter kemarin, banyak teman saya yang ngomel-ngomel karena para #KelasMenengahNgehe yang mampu beli tiket konser SMTown Jakarta saja masih seenaknya buang sampah sembarangan.

Tampaknya teman saya teman saya tadi masih penasaran. Dia langsung nyuruh teman Korea saya yang lain buat me-naver ekonomi Indonesia. Jengjeng! Dan muncullah besarnya ekonomi kita yang cuma satu peringkat di belakang Korea Selatan, hehehe. Sayangnya kita perlu jumlah orang lima kali lebih banyak dari Korea, tapi ya semua butuh proses lah. "Wow, I never thought! Taufiq! This is because of you! Wear better clothes!" 

Hahahha, baiklaaaah.



  



Monday, September 17, 2012

Meninggalkan Jejak

Yak, masih cerita liburan saya, di liburan yang pendek kemarin saya melakukan beberapa perubahan di rumah. Ya, walaupun cuma sebentar, ceritanya saya pengen meninggalkan jejak gitu di rumah. So, ngapain aja?

Pertama lihat rumah, kok kayaknya sudah kusam. Jadilah saya putuskan untuk mengecat pagar rumah. Untungnya masih ada saja toko besi yang buka. Lancar rejekinya ya Koh! Agak telat sih, soalnya sudah H+1, tamu-tamu sudah pada berkunjung, jadi tidak sempat melihat pagar baru (dicat) saya. Pagar selesai dicat, eh bapak keluar bawa sekaleng cat besar, "Ini masih ada cat tembok mas". Jadilah dilanjut sampai garasi sekalian dapat cat baru, hahaha.

Pas pertama masuk kamar kaget. Waduh, kasur saya sudah digusur rupanya. Dan di meja, walah, penuh barang-barang peninggalan saya. Maklum, dulu berangkat ke Koreanya buru-buru, jadi banyak deh peninggalannya. Oke, operasi pembersihan dimulai. Dapat barang-barang usang dua kardus besar. Lumayan rumah jadi tambah luas dikit. Sekalian jual koran bekas yang sudah numpuk. Hebat nih tukang loaknya juga udah kerja aja. Sekilo dihargai seribu rupiah. Lucunya saya disuruh nimbang sendiri pakai timbangan dia. Dapat 20 kilo. Banyak juga.

Terus, liat kabel LAN seliweran tak jelas sengak juga.. Ke BEC, beli wireless router dan receiver. Manjat-majat dikit buat menset access point di rumah. Woala! Sekarang ga perlu gantian lagi kabel LANnya. Bisa online dari HP juga, sambil goler-goler di kursi, hehehe. Ya maklum, telepon saya dilock oleh operator Korea, jadi tidak bisa dipasangi nomor lokal. Mau roaming, waduh bisa tekor saya. Namanya juga masih nyicil teleponnya.

Tadinya masih banyak rencana. Eh tapi ternyata oh ternyata kartu ATM saya tertelan mesin. Susah pula diurusnya karena ATMnya kan atas nama si Dini, adik saya. Repotnya yang bersangkutan sudah terbang lagi ke Padang. Jadilaah saya berlibur yang murah-murah saja. Jalan-jalan ke Pasar Baru sama ibu, main ke ZOE, jajan bebek goreng, daan making a progress in my relationship, eheh.

Well, begitulah liburan yang pendek tapi bermakna. Saatnya kembali ke Korea. Tesis oh tesis, segeralah selesai!




Friday, September 07, 2012

Guilty Shopping

For me, among the most missed things being abroad, reading Indonesian books sits at a high ranks. So what to do when I went to my hometown last time? Shopping of course! Off to Gramedia!

It's quite a pleasant surprise to see the bookstore packed with visitor, especially youngster. There are still many fans of book in this old hometown of mine. Atleast my favorite bookstore won't go out of business in the near future, hehe. It's a relief, considering from what I read nowadays the school does not give reading assignment anymore. Blasphemy!

So these four books were what I got for myself. Three of them are about people's life, two about Pak Dahlan Iskan and the other about Pak Chairul Tanjung. These two guys have a something in common. They have the rags to riches life story. And by riches I mean ultra-mega-filthy rich! How can they gain such achievement, are the contents of the books. (hint: it's not by "pencitraan"). Btw, if you read my reading list, you'll notice that I read a lot of biography. I like biographies. By reading them I can learn from the life of great people as example.

The last book may take you by surprise. Yep, it's about stand up comedy! I admire comics (standup comedians) that can talk about sensitive issues and bring them into bright daylight. They must be smart! I want to know how they do that, hence i bought the book.

I finished three of the books. Well I kinda cheated with the Pak Dahlan books since most of the content I have known previously, so I just skimmed it. I save the comedy book for later, since I want to enjoy that book thoroughly.

So, how about you? What books did you get during the last holiday?


Thursday, September 06, 2012

Sejenak Kota Kembang

Banduuung, ibu kota periangan, kota kenangan. Satu setengah tahun saja tidak pulang ke Bandung, rasanya banyak sekali yang berubah.

Pertama kali keluar pesawat, yang ada di pikiran adalah, oh Tuhan enak banget udara Bandung. Tapi langsung prihatin lihat Bandara Husein. Kecil sekali ya gedungnya. Antrian imigrasi hanya ada tiga jalur. Hampir-hampir antrian meluber keluar gedung terminal. Konveyor bagasi cuma ada satu. Meja VOA cuma meja kecil dari kayu. Mungkin karena Bandara Husein adalah bandara dengan peningkatan wisatawan mancanegara terbesar, jadi fasilitasnya tidak siap. Belum lagi Lion pilih Bandung jadi hubnya. Makin banyak saja penumpang Soetta yang beralih ke Husein. Untungnya pengembangan Bandara Husein dipercepat . Semoga lain kali saya terbang dari sana sudah bisa menikmati terminal baru yang megah.

Eh, ini kok jadi kebanyakan link berita yah? Hehe, lanjut. Pulang dari Bandara lewat Pasteur, ternyata jalannya lengang. Sebelumnya sudah siap-siap bermacet ria. Efek dari Lebaran saya kira. Eh sekarang ada putaran baru selain putaran depan BTC. Baguslah, efek macet dari putaran BTC itu berkurang harusnya. Lanjutan Pasteur, di gunung batu sebelah PT. NTP sekarang ada kantor Siemens Power. Jadi ini toh yang bakalan bikin joint venture. Nice lah, semakin banyak perusahaan semakin bagus. Memang satu yang kurang dari Bandung supaya jadi hightech valley macem silicon valley adalah kurangnya perusahaan-perusahaan hightech yang bisa menampung para insinyur jebolan kampus di Bandung. Ayo dong LEN dan DI diperbesar bisnisnya.

Sampai di Jalan Pasantren sudah malam, jadi tidak terlihat angkot-angkot beroperasi. Sekarang bagian jalan yang dibeton semakin banyak. Baguslah, hanya kok tanggung rasanya, kenapa tidak dibeton semua sekalian. Memang sudah tidak terlihat ada lubang sih. Tapi ini musim kering, ujian sesungguhnya akan datang nanti musim hujan.

Memang sepuluh hari itu berlalu sangat singkat kalau dipakai liburan. Apalagi libur lebaran. Sebagian besar waktu dipakai untuk silaturahmi dengan keluarga. Tentu, pertanyaan "wajib" yang bikin gatal telinga tak ketinggalan, hahaha. Untung sekarang ada alasan, selesaikan sekolah dulu, baru menikah, haha! Dan setiap kumpul, tak lupa menyantap opor dan ketupat. Sepuluh hari liburan berat saya naik empat kilogram saja.

Tak lupa kumpul dengan kawan-kawan lama. Kawan sejak SMA yang selalu jadi teman bermain bola. Beberapa teman yang sudah menikah memperkenalkan pasangannya. Mantap! Tapi terlihat tren yang ganjil: yang duluan menikah justru yang dulu saat sekolah tidak aneh-aneh dengan perempuan. Nah lho! Untung saya masuk yang tidak aneh-aneh juga, hehehe. Salah seorang kawan mengadakan resepsi di Biofarma. Sekarang di Biofarma ada gedung masjid megah lho!

Tahu-tahu sudah tiba waktu untuk kembali ke Korea. Ah, malas sekali rasanya packing, sampai ibu harus mengingatkan berkali-kali. Ketika di Bandara Husein, terjadi sedikit insiden. Saya lupa kalau masih harus bayar pajak bandara, padahal sudah sama sekali tidak pegang rupiah. Habis bagaimana, umumnya memang pajak bandara tidak ditagih terpisah. Jadi baguslah kalau sekarang sedang diusahakan penyatuan pajak bandara dengan harga tiket.

Bandung, sampai jumpa lima bulan lagi!





Monday, August 20, 2012

Friday, July 06, 2012

Tutorial: Mencari Jalur Transportasi dengan Naver

Mesin pencari Naver bisa digunakan untuk mencari arah seperti GoogleMaps. Untuk daerah di Korea, arah yang diberikan lengkap dengan petunjuk bus untuk ke sana. Kelemahannya adalah kita harus menggunakan bahasa Korea.

Caranya (klik gambar untuk memperbesar):
1. Buka website naver: http://www.naver.com/
2. Ketikkan "길찾기" (=arah) di kotak pencarian, lalu tekan enter
3. Naver akan membuka halaman pencarian arahnya, seperti terlihat pada gambar. Terdapat dua kolom untuk memasukkan, asal di kolom di sebelah kiri dan tujuan di sebelah kanan.

4. Masukkan tempat keberangkatan dalam bahasa Korea ke kolom 출발지 (=asal) di sebelah kiri dalam bahasa Korea. Misalnya 포항공대 (=Postech). Nanti akan muncul pilihan yang berkaitan dengan tempat yang dimasukkan.
5. Masukkan tempat tujuan dalam bahasa Korea ke kolom 도착지 (=tujuan) di sebelah kiri kanan, juga dalam bahasa Korea. Misalnya 죽도시장 (=Pasar Jukdo). Pilih juga dari pilihan yang muncul.
6. Klik tombol di bawah kolom untuk moda transportasi yang dikehendaki, dari kiri ke kanan:  자동차 (mobil), 버스/지하철 (bus/subway), 자전거 (sepeda),  도보 (jalan kaki).
7. Akan muncul rute yang tersedia, juga pilihan rute alternatif, seperti pada gambar
8. Tersedia juga fitur untuk melihat suasana jalan (mirip fitur StreetView Google). Klik tombol 거리뷰(roadview) di sebelah kanan gambar di atas, lalu klik pada ruas jalan yang terlihat dalam peta. Akan muncul panorama jalan yang dipilih. Pengguna lalu dapat menggunakan panah navigasi untuk menyusuri dan melihat suasana sekeliling jalan. Gambar di bawah memperlihatkan suasan jalan di depan Pasar Jukdo.



Demikian, semoga bermanfaat!